Chef Martin Praja Ungkap Trik Sederhana Mengolah Dada Ayam Anti Kering
04 October 2025 |
09:30 WIB
Chef Martin Praja (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Dada ayam kerap dianggap sebagai bagian daging yang sulit diolah karena teksturnya mudah menjadi kering dan keras. Meski kaya protein dan sering dipilih sebagai sumber makanan sehat, banyak orang merasa kesulitan menjaga kelembutan bagian daging ini saat dimasak.
Chef Martin Praja membocorkan beberapa tip rahasia sederhana yang bisa membuat daging dada ayam tetap enak dan juicy ketika dimakan. Menurutnya, kunci membuat daging dada ayam enak adalah proses sebelum mengolahnya.
“Kalau mau mengolah dada ayam, jangan langsung dari chiller atau freezer lalu dimasak. Harus didiamkan dulu di suhu ruang agar hasilnya tetap juicy,” katanya.
Baca juga: Cara Merebus Dada Ayam untuk Menu Diet Sehat
Menurutnya, daging ayam yang dipanaskan langsung dalam kondisi beku akan membuat protein di dalamnya “kaget.” Hal ini menyebabkan tekstur menjadi lebih keras, tidak merata saat matang, bahkan bagian dalam bisa tetap beku meski permukaan sudah terlihat matang.
Selain itu, rasa juga bisa terpengaruh akibat pengolahan yang keliru. Lemak serta sari daging tidak akan keluar dengan sempurna sehingga rasa kaldu dan daging menjadi kurang kaya. Padahal, elemen inilah yang justru memberikan sensasi lezat ketika dada ayam dikonsumsi.
Dampak lain yang sering tidak disadari adalah penyusutan daging. Proses memasak tanpa menunggu ayam berada di suhu ruang dapat membuat dada ayam kehilangan ukuran aslinya lebih banyak, sehingga porsi yang tersaji juga berkurang dari seharusnya.
Chef Martin juga menyebut pada akhirnya, proses memasak pun jadi lebih lama jika daging masih dalam keadaan beku. Sebab, panas harus menembus lebih dalam sehingga proses matang sempurna memerlukan waktu tambahan. Oleh karena itu, meski tampak sepele, hal seperti ini mesti jadi perhatian sebelum memasak dada ayam.
"Yang tak kalah penting juga cara memasak. Dada ayam itu cukup dipansir sebentar di kedua sisi, lalu diistirahatkan sejenak sebelum disajikan. Ya, mirip seperti membuat steak," imbuhnya.
Dengan metode singkat ini, serat daging tidak kehilangan kelembapan. Selain itu, proses istirahat setelah pemanasan memungkinkan sari daging tetap terkunci sehingga ketika disantap, hasilnya lebih juicy dan nikmat.
Namun, jika ingin daging dada ayam yang lebih lembut, Chef Martin merekomendasikan untuk melakukan marinasi terlebih dahulu. Sebab, perendaman dengan bumbu dan rempah membantu memecah serat sekaligus memperkaya cita rasa yang terserap ke dalam daging.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Chef Martin Praja membocorkan beberapa tip rahasia sederhana yang bisa membuat daging dada ayam tetap enak dan juicy ketika dimakan. Menurutnya, kunci membuat daging dada ayam enak adalah proses sebelum mengolahnya.
“Kalau mau mengolah dada ayam, jangan langsung dari chiller atau freezer lalu dimasak. Harus didiamkan dulu di suhu ruang agar hasilnya tetap juicy,” katanya.
Baca juga: Cara Merebus Dada Ayam untuk Menu Diet Sehat
Menurutnya, daging ayam yang dipanaskan langsung dalam kondisi beku akan membuat protein di dalamnya “kaget.” Hal ini menyebabkan tekstur menjadi lebih keras, tidak merata saat matang, bahkan bagian dalam bisa tetap beku meski permukaan sudah terlihat matang.
Selain itu, rasa juga bisa terpengaruh akibat pengolahan yang keliru. Lemak serta sari daging tidak akan keluar dengan sempurna sehingga rasa kaldu dan daging menjadi kurang kaya. Padahal, elemen inilah yang justru memberikan sensasi lezat ketika dada ayam dikonsumsi.

Ayam goreng (Sumber gambar: Unsplash/Gabe Pierce)
Dampak lain yang sering tidak disadari adalah penyusutan daging. Proses memasak tanpa menunggu ayam berada di suhu ruang dapat membuat dada ayam kehilangan ukuran aslinya lebih banyak, sehingga porsi yang tersaji juga berkurang dari seharusnya.
Chef Martin juga menyebut pada akhirnya, proses memasak pun jadi lebih lama jika daging masih dalam keadaan beku. Sebab, panas harus menembus lebih dalam sehingga proses matang sempurna memerlukan waktu tambahan. Oleh karena itu, meski tampak sepele, hal seperti ini mesti jadi perhatian sebelum memasak dada ayam.
"Yang tak kalah penting juga cara memasak. Dada ayam itu cukup dipansir sebentar di kedua sisi, lalu diistirahatkan sejenak sebelum disajikan. Ya, mirip seperti membuat steak," imbuhnya.
Dengan metode singkat ini, serat daging tidak kehilangan kelembapan. Selain itu, proses istirahat setelah pemanasan memungkinkan sari daging tetap terkunci sehingga ketika disantap, hasilnya lebih juicy dan nikmat.
Namun, jika ingin daging dada ayam yang lebih lembut, Chef Martin merekomendasikan untuk melakukan marinasi terlebih dahulu. Sebab, perendaman dengan bumbu dan rempah membantu memecah serat sekaligus memperkaya cita rasa yang terserap ke dalam daging.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026