Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

04 October 2025   |   07:26 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id
Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


Perusahaan ekspor wine Italia Unexpected Italian melihat potensi besar di Indonesia dan mencari importir lokal untuk membawa produknya. CEO Paolo Dell'Aquila menyatakan produk mereka sukses di Korea, Jepang, Malaysia, dan Vietnam. Ia optimis Indonesia bisa menjadi pasar berikutnya.

Namun, bagi Paolo, memperkenalkan wine ke pasar baru bukan sekadar transaksi bisnis. Dia menekankan bahwa misinya adalah untuk berbagi warisan budaya Italia yang telah mengakar selama ribuan tahun. Menurutnya, wine adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah terutama di Italia. Produksinya sendiri sudah dimulai sejak era Kekaisaran Romawi, sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa pada masa Romawi, wine memiliki bentuk dan cara konsumsi yang sangat berbeda. Saat itu, dicampur dengan madu hingga teksturnya menyerupai saus kental yang kemudian harus diencerkan dengan air sebelum diminum. Sejarah panjang inilah yang menurutnya memberikan kedalaman dan makna lebih pada setiap botol wine yang mereka tawarkan.

Baca juga: 5 Buah Anggur Budidaya Lokal yang Manis dan Renyah Pengganti Shine Muscat
 

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


"Saat kami melakukan acara semacam ini, kami benar-benar ingin berbagi budaya kami tentang wine. Karena wine bukan hanya soal minum," ujar Paolo.

Unexpected Italian yang berbasis di Bologna, Italia sendiri bertindak sebagai kantor ekspor untuk sepuluh pabrik wine yang berbeda dengan fokus utama pada pasar Asia. Di bawah bendera Unexpected Italian, Paolo memperkenalkan beberapa varian anggur dari Abbazia Di San Gaudenzio, produsen yang berdiri sejak 1848 dengan grapevines moscato. Beberapa di antaranya adalah varian rosé seperti Moscato Spumante Rosé dan Spumante Brut Rosé dengan cita rasa manis dan ringan.

Dalam sesi pencicipan, perbedaan karakter keduanya sangat terasa. Varian brut rosé digambarkan sebagai anggur yang sangat kering (dry) dengan sisa gula hanya 9 gram per liter. Sementara itu, varian yang lebih manis, dapat mencapai kadar gula hingga 70 gram per liter menciptakan profil rasa yang kontras. Paolo menekankan bahwa preferensi rasa selalu subjektif, akan tetapi dia mengamati kecenderungan konsumen Asia lebih menyukai anggur ringan dan manis. 
 

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


Selain itu, ada pula anggur dari Casali Viticultori yang sudah berdiri sejak 190. Anggur ini dikenal dengan varian anggur merah berkadar alkohol 6-8,5% dengan berbagai merek, misalnya Pra Di Bosso Noir Lambrusco Reggiano Dop Dolce yang memiliki rasa manis dan ringan.

Di luar soal produk, Paolo menekankan pentingnya kualitas dan otentisitas. Dia menjelaskan bahwa pembuatan wine di Italia diatur ketat di mana rasa manis pada sweet wine murni berasal dari anggur tanpa gula tambahan. Proses inilah yang membuat kadar alkohol lebih rendah, sekitar 8% saja. Sebab, tidak semua gula diubah menjadi alkohol.

Paolo berharap konsumen Indonesia dapat melihat wine dari perspektif baru yang bukan sekadar minuman, melainkan juga bagian dari pengalaman budaya. Dia mendorong konsumsi yang bertanggung jawab agar penikmat bisa lebih mengapresiasi nuansa rasa serta cerita di balik setiap botol.

"Jadi bukan hanya soal minum dan mabuk. Itu adalah sesuatu yang ingin kami hentikan, karena sekarang ada budaya yang sangat saya hargai," tutupnya.

Kehadiran Unexpected Italian di Jakarta sendiri merupakan bagian dari agenda UNIT Wine Tour 2025. Acara ini menampilkan total 24 wineries yang secara kolektif merepresentasikan 12 region berbeda dari Italia. Beberapa jenama terkemuka yang turut serta antara lain La Jara, Nativ, Mario Costa, Abbazia Di San Gaudenzio, dan lainnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

BERIKUTNYA

Promo Kuliner Rooms Inc Semarang, Salmon Magut dan Lodeh

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)

Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

04 October 2025   |   07:26 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id
Rayakan Budaya Anggur, Produsen Wine Italia Bawa Sejarah Romawi ke Gelas Konsumen Indonesia

UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


Perusahaan ekspor wine Italia Unexpected Italian melihat potensi besar di Indonesia dan mencari importir lokal untuk membawa produknya. CEO Paolo Dell'Aquila menyatakan produk mereka sukses di Korea, Jepang, Malaysia, dan Vietnam. Ia optimis Indonesia bisa menjadi pasar berikutnya.

Namun, bagi Paolo, memperkenalkan wine ke pasar baru bukan sekadar transaksi bisnis. Dia menekankan bahwa misinya adalah untuk berbagi warisan budaya Italia yang telah mengakar selama ribuan tahun. Menurutnya, wine adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah terutama di Italia. Produksinya sendiri sudah dimulai sejak era Kekaisaran Romawi, sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa pada masa Romawi, wine memiliki bentuk dan cara konsumsi yang sangat berbeda. Saat itu, dicampur dengan madu hingga teksturnya menyerupai saus kental yang kemudian harus diencerkan dengan air sebelum diminum. Sejarah panjang inilah yang menurutnya memberikan kedalaman dan makna lebih pada setiap botol wine yang mereka tawarkan.

Baca juga: 5 Buah Anggur Budidaya Lokal yang Manis dan Renyah Pengganti Shine Muscat
 

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


"Saat kami melakukan acara semacam ini, kami benar-benar ingin berbagi budaya kami tentang wine. Karena wine bukan hanya soal minum," ujar Paolo.

Unexpected Italian yang berbasis di Bologna, Italia sendiri bertindak sebagai kantor ekspor untuk sepuluh pabrik wine yang berbeda dengan fokus utama pada pasar Asia. Di bawah bendera Unexpected Italian, Paolo memperkenalkan beberapa varian anggur dari Abbazia Di San Gaudenzio, produsen yang berdiri sejak 1848 dengan grapevines moscato. Beberapa di antaranya adalah varian rosé seperti Moscato Spumante Rosé dan Spumante Brut Rosé dengan cita rasa manis dan ringan.

Dalam sesi pencicipan, perbedaan karakter keduanya sangat terasa. Varian brut rosé digambarkan sebagai anggur yang sangat kering (dry) dengan sisa gula hanya 9 gram per liter. Sementara itu, varian yang lebih manis, dapat mencapai kadar gula hingga 70 gram per liter menciptakan profil rasa yang kontras. Paolo menekankan bahwa preferensi rasa selalu subjektif, akan tetapi dia mengamati kecenderungan konsumen Asia lebih menyukai anggur ringan dan manis. 
 

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)

Acara wine tasting dalam agenda UNIT Wine Tour 2025 (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis/id)


Selain itu, ada pula anggur dari Casali Viticultori yang sudah berdiri sejak 190. Anggur ini dikenal dengan varian anggur merah berkadar alkohol 6-8,5% dengan berbagai merek, misalnya Pra Di Bosso Noir Lambrusco Reggiano Dop Dolce yang memiliki rasa manis dan ringan.

Di luar soal produk, Paolo menekankan pentingnya kualitas dan otentisitas. Dia menjelaskan bahwa pembuatan wine di Italia diatur ketat di mana rasa manis pada sweet wine murni berasal dari anggur tanpa gula tambahan. Proses inilah yang membuat kadar alkohol lebih rendah, sekitar 8% saja. Sebab, tidak semua gula diubah menjadi alkohol.

Paolo berharap konsumen Indonesia dapat melihat wine dari perspektif baru yang bukan sekadar minuman, melainkan juga bagian dari pengalaman budaya. Dia mendorong konsumsi yang bertanggung jawab agar penikmat bisa lebih mengapresiasi nuansa rasa serta cerita di balik setiap botol.

"Jadi bukan hanya soal minum dan mabuk. Itu adalah sesuatu yang ingin kami hentikan, karena sekarang ada budaya yang sangat saya hargai," tutupnya.

Kehadiran Unexpected Italian di Jakarta sendiri merupakan bagian dari agenda UNIT Wine Tour 2025. Acara ini menampilkan total 24 wineries yang secara kolektif merepresentasikan 12 region berbeda dari Italia. Beberapa jenama terkemuka yang turut serta antara lain La Jara, Nativ, Mario Costa, Abbazia Di San Gaudenzio, dan lainnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Dari Finlandia hingga Kanada, Ini 5 Negara Pencinta Kopi

BERIKUTNYA

Promo Kuliner Rooms Inc Semarang, Salmon Magut dan Lodeh

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.