Mengenal Perbedaan Teflon, Stainless Steel, dan Cast Iron

30 August 2025   |   15:04 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
Mengenal Perbedaan Teflon, Stainless Steel, dan Cast Iron

Wajan (Sumber Foto: Freepik)


Memilih wajan yang tepat sering kali menjadi dilema di dapur. Terlebih wajan terbagi jadi beberapa jenis, seperti teflon, stainless steel, dan cast iron yang masing-masing punya kegunaan dan keunggulannya untuk memasak berbagai jenis makanan.

Bagi banyak orang, perbedaan ketiganya tidak selalu terlihat jelas dari tampilan luar, sehingga membingungkan saat harus memutuskan mana yang paling cocok untuk jenis masakan tertentu. Sebab, masing-masing wajan memiliki karakter unik terkait kemampuan anti lengket, daya tahan panas, berat, dan cara perawatannya.

Nah Genhype, yuk kenali perbedaan teflon, stainless steel, dan cast iron supaya kegiatan memasak jadi lebih efisien dan hasilnya optimal.

Baca juga: Buat Pakai Teflon, Cicipi Resep Serabi Solo yang Lembut & Lentur Ini
 

1. Teflon

 

Teflon (sumber foto: freepik)

Teflon (sumber foto: freepik)

Teflon dilapisi bahan anti lengket yang memungkinkan memasak dengan sedikit minyak, sehingga lebih sehat dan mudah dibersihkan. Wajan ini ringan dan cepat panas, cocok untuk memasak makanan yang mudah gosong seperti telur atau pancake. 

Namun, wajan teflon tidak tahan panas tinggi dan bisa rusak jika dipanaskan di atas 260°C atau digores alat logam. Umurnya juga relatif terbatas, biasanya beberapa tahun, sehingga perlu diganti ketika lapisan mulai mengelupas. 

Untuk penggunaan optimal, teflon sebaiknya dipanaskan dengan api sedang, menggunakan spatula non-logam, dan tidak dipanaskan kosong terlalu lama.
 

2. Stainless Steel

 

Stainless Steel (Sumber Foto: Freepik/valeria_aksakova)

Stainless Steel (Sumber Foto: Freepik/valeria_aksakova)

Wajan stainless steel terbuat dari paduan logam yang tahan karat dan korosi, sehingga sangat tahan lama dan kuat. Wajan ini mampu menahan panas tinggi, sehingga ideal untuk menumis, menggoreng, dan memanggang. 

Selain itu, stainless steel tidak bereaksi dengan makanan asam, sehingga aman untuk masakan berbahan tomat atau lemon. Namun, makanan mudah menempel jika teknik memasak tidak tepat, sehingga wajan perlu dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak sebelum memasak. 
 

3. Cast Iron

 

Cast Iron (Sumber Foto: Freepik/lifeforstock)

Cast Iron (Sumber Foto: Freepik/lifeforstock)

Cast iron terbuat dari besi cor padat dan dikenal sangat tahan lama, bahkan bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan benar. Wajan ini mampu mendistribusikan panas secara merata, sehingga sangat cocok untuk menggoreng, menumis, atau memanggang makanan seperti daging dan steak. 

Wajan cast iron memiliki kemampuan anti lengket tanpa lapisan kimia tambahan jika rutin dilakukan seasoning, yaitu proses melapisi permukaannya dengan minyak dan memanaskannya sehingga terbentuk lapisan pelindung alami. 

Namun, diperlukan perawatan khusus, yakni tidak boleh dicuci dengan sabun berlebihan karena bisa merusak lapisan minyak alami. Setelah dicuci pun harus segera dikeringkan dan dilapisi minyak agar besi tidak berkarat.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Pempek Crispy Rahasio Emak, Renyah dan Kaya Rasa Ikan Tenggiri

BERIKUTNYA

5 Rekomendasi Pisang Goreng Madu di Jakarta & Sekitarnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Wajan (Sumber Foto: Freepik)

Mengenal Perbedaan Teflon, Stainless Steel, dan Cast Iron

30 August 2025   |   15:04 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
Mengenal Perbedaan Teflon, Stainless Steel, dan Cast Iron

Wajan (Sumber Foto: Freepik)


Memilih wajan yang tepat sering kali menjadi dilema di dapur. Terlebih wajan terbagi jadi beberapa jenis, seperti teflon, stainless steel, dan cast iron yang masing-masing punya kegunaan dan keunggulannya untuk memasak berbagai jenis makanan.

Bagi banyak orang, perbedaan ketiganya tidak selalu terlihat jelas dari tampilan luar, sehingga membingungkan saat harus memutuskan mana yang paling cocok untuk jenis masakan tertentu. Sebab, masing-masing wajan memiliki karakter unik terkait kemampuan anti lengket, daya tahan panas, berat, dan cara perawatannya.

Nah Genhype, yuk kenali perbedaan teflon, stainless steel, dan cast iron supaya kegiatan memasak jadi lebih efisien dan hasilnya optimal.

Baca juga: Buat Pakai Teflon, Cicipi Resep Serabi Solo yang Lembut & Lentur Ini
 

1. Teflon

 

Teflon (sumber foto: freepik)

Teflon (sumber foto: freepik)

Teflon dilapisi bahan anti lengket yang memungkinkan memasak dengan sedikit minyak, sehingga lebih sehat dan mudah dibersihkan. Wajan ini ringan dan cepat panas, cocok untuk memasak makanan yang mudah gosong seperti telur atau pancake. 

Namun, wajan teflon tidak tahan panas tinggi dan bisa rusak jika dipanaskan di atas 260°C atau digores alat logam. Umurnya juga relatif terbatas, biasanya beberapa tahun, sehingga perlu diganti ketika lapisan mulai mengelupas. 

Untuk penggunaan optimal, teflon sebaiknya dipanaskan dengan api sedang, menggunakan spatula non-logam, dan tidak dipanaskan kosong terlalu lama.
 

2. Stainless Steel

 

Stainless Steel (Sumber Foto: Freepik/valeria_aksakova)

Stainless Steel (Sumber Foto: Freepik/valeria_aksakova)

Wajan stainless steel terbuat dari paduan logam yang tahan karat dan korosi, sehingga sangat tahan lama dan kuat. Wajan ini mampu menahan panas tinggi, sehingga ideal untuk menumis, menggoreng, dan memanggang. 

Selain itu, stainless steel tidak bereaksi dengan makanan asam, sehingga aman untuk masakan berbahan tomat atau lemon. Namun, makanan mudah menempel jika teknik memasak tidak tepat, sehingga wajan perlu dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak sebelum memasak. 
 

3. Cast Iron

 

Cast Iron (Sumber Foto: Freepik/lifeforstock)

Cast Iron (Sumber Foto: Freepik/lifeforstock)

Cast iron terbuat dari besi cor padat dan dikenal sangat tahan lama, bahkan bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan benar. Wajan ini mampu mendistribusikan panas secara merata, sehingga sangat cocok untuk menggoreng, menumis, atau memanggang makanan seperti daging dan steak. 

Wajan cast iron memiliki kemampuan anti lengket tanpa lapisan kimia tambahan jika rutin dilakukan seasoning, yaitu proses melapisi permukaannya dengan minyak dan memanaskannya sehingga terbentuk lapisan pelindung alami. 

Namun, diperlukan perawatan khusus, yakni tidak boleh dicuci dengan sabun berlebihan karena bisa merusak lapisan minyak alami. Setelah dicuci pun harus segera dikeringkan dan dilapisi minyak agar besi tidak berkarat.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Pempek Crispy Rahasio Emak, Renyah dan Kaya Rasa Ikan Tenggiri

BERIKUTNYA

5 Rekomendasi Pisang Goreng Madu di Jakarta & Sekitarnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.