Dok. Unsplash

Booster CoronaVac Tingkatkan Antibodi Hingga 20 Kali Lipat

16 January 2022   |   17:34 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pandemi Covid-19 makin berkembang dengan munculnya mutasi virus baru seperti Omicron yang telah terdeteksi di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Penambahan kasus terus terjadi dan per 14 Januari 2022 tercatat 572 kasus Omicron di Indonesia. Booster diklaim mampu meningkatkan antibodi 20 kali lipat.

Sebanyak 455 kasus merupakan kasus impor dan 117 kasus transmisi lokal. Meskipun gejala yang muncul dari varian ini tergolong ringan. Namun demikian, gejala ini tetap harus diwaspadai karena Omicron memiliki sifat penularan yang sangat cepat. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. mengatakan dengan adanya fenomena ini maka semua pihak harus tetap waspada akan ancaman Covid-19 lainnya pada masa depan. 

"Untuk menghadapi perkembangan yang terjadi selama pandemi Covid-19 dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, asosiasi profesional dan swasta," ujaranya dalam simposium bertajuk Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries.
 

Dok. Sinovac Biotech

Dok. Sinovac Biotech



Pemerintah pun telah memutuskan memberikan suntikan vaksin ketiga sebagai booster secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang dimulai dari kelompok lansia.

Salah satu vaksin booster yang aman digunakan untuk dosis ketiga adalah vaksin CoronaVac dari Sinovac Biotech Ltd. (Sinovac). Saat ini vaksin dari Sinovac ini telah diimplementasikan di 60 negara dan kawasan termasuk Indonesia.

Clinical Researcher of SINOVAC, Yaping Qiao PhD, mengemukakan berdasarkan penelitian, CoronaVac® menunjukkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang rendah sehingga aman bagi anak usia di atas 3 tahun, lansia di atas 60 tahun, serta ibu hamil dan menyusui.

Dalam uji klinis CoronaVac di sejumlah negara dari tahun 2020-2021, KIPI pada anak 3 tahun ke atas sebagian besar adalah grade 1 dan 2 yang berupa nyeri ringan serta demam ringan setelah penyuntikan. 

Sementara itu,  pada studi yang dilakukan pada ibu hamil dan menyusui di Brasil pada periode April–Agustus 2021, insidensi KIPI sebanyak 74,1 per 100.000 dosis dan merupakan KIPI terendah dibandingkan empat vaksin Covid-19 lainnya yang digunakan di Brasil.

Terkait dengan pemberian vaksin sebagai booster Yaping mengatakan bahwa pada Oktober 2021, penelitian di Cile menemukan bahwa pemberian vaksin booster meningkatkan kemampuan CoronaVac dalam mengurangi tingkat keparahan Covid-19 dari 56% menjadi 80%. 

Selain itu dosis ketiga CoronaVac sebagai booster dapat meningkatkan antibodi sebesar 20 kali lipat bagi penerima vaksin usia 18-59 tahun dan lebih dari 30 kali bagi penerima lansia 60 tahun ke atas. 
"Selain itu, pemberian booster juga meningkatkan efektivitas CoronaVac dalam mencegah perawatan di Rumah Sakit dari 84% menjadi 88%," tuturnya.



Editor: Roni Yunianto


 

SEBELUMNYA

Fitur Walkie Talkie Microsoft Teams Sudah Dirilis, Coba Yuk!

BERIKUTNYA

Simak 7 Perusahaan Besar yang Bakal Mewujudkan Metaverse

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: