Ilustrasi vaksin Covid-19 (dok. Unsplash)

Moderna “Pede” Vaksin Khusus Omicron Diproduksi Maret 2022

02 December 2021   |   19:28 WIB

Produsen vaksin Moderna tengah mengembangkan booster untuk varian Covid-19 Omicron. Rencananya, vaksin tersebut akan rampung dan diajukan izin penggunaan darurat pada Maret 2022.Moderna juga sedang mengembangkan vaksin multivalent yang bisa mengatasi hingga empat varian virus corona. 

CEO Moderna Stephen Hoge mengatakan vaksin booster yang secara khusus menargetkan mutasi pada varian Omicron menjadi cara tercepat untuk mengatasi berkurangnya efektivitas vaksin. "Kami sudah memulai program itu," katanya dikutip dari Straitstimes, Kamis (2/12/2021).

Farmasi asal Amerika Serikat tersebut juga sedang mengembangkan vaksin multivalent yang bisa mengatasi hingga empat varian virus corona, termasuk Omicron. 

Mengikuti panduan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Hoge mengatakan proses uji klinis tahap menengah bisa memakan waktu tiga sampai empat bulan. "Booster khusus Omicron, secara realistis (bisa diproduksi) sebelum Maret dan mungkin kuartal kedua tahun depan," sebut Hoge asalkan FDA mempercepat izin penggunaan darurat. 
 

Ilustrasi Covid-19 varian omicron

Ilustrasi Covid-19 varian omicron



Ketika disetujui izin penggunaan daruratnya oleh FDA, Moderna akan langsung memproduksi vaksin. Hoge menjelaskan FDA saat ini menilai perlindungan vaksin yang ditimbulkan oleh varian Omicron menjadi ancaman. 

Adapun berdasarkan pola mutasi yang terlihat pada varian Omicron, dalam studi laboratorium, varian ini mengurangi kemanjuran vaksin. Belum jelas seberapa besar penurunannya terhadap vaksin yang ada saat ini, tetapi Hoge menilai akan jauh signifikan turunnya. 

"Mutasi yang sebelumnya menyebabkan penurunan kemanjuran terbesar terlihat di Delta dan Beta. Dan semua mutasi itu telah muncul di Omicron," tuturnya.

Di sisi lain, Hoge mengatakan perusahaannya juga sedang menguji apakah penerima vaksin Moderna yang divaksinasi penuh terlindungi dari varian Omicron, termasuk mereka yang menerima dosis suntikan 50 mikrogram dan 100 mikrogram booster.

“Saya masih percaya bahwa vaksin yang ada setidaknya akan mampu memperlambat, jika tidak benar-benar menghentikan varian Omicron,” sebut Hoge.

Editor: M R Purboyo
SEBELUMNYA

Galeri Salihara Sajikan Pertunjukan Instruksional Bodies of Care

BERIKUTNYA

Ada Varian Omicron, WHO Imbau Lansia Batasi Perjalanan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: