Jessie J (dok. Twitter)

Kenali Adenomiosis yang Sempat Bikin Jessie J Sulit Punya Anak

26 November 2021   |   21:55 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Harapan Jessie J untuk mempunyai anak baru saja kandas. Dia mengalami keguguran pada Rabu (24/11/2021). Padahal Jessie J sempat berjuang mendapatkan buah hati karena dia sebelumnya didiagnosis menderita adenomiosis.

Mengutip Mayo Clinic, adenomiosis terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim (endometrium) berkembang di dinding otot rahim. Jaringan Jaringan ini tetap mengalami siklus yang sama, seperti penebalan, luruh, dan perdarahanselama siklus menstruasi. 

Kondisi ini menyebabkan rahim membesar dan pendarahan menstruasi berlebih serta menimbulkan rasa nyeri. Adenomiosis menyebabkan kemungkinan hamil berkurang.

Terkadang adenomiosis tidak menunjukkan gejala. Namun demikian, kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan menstruasi yang berkepanjangan dan berat, kram parah atau nyeri panggul yang menusuk selama menstruasi (dismenore), nyeri panggul kronis, dan nyeri saat menjalani hubungan seksual.

Kamu juga bisa merasakan nyeri atau adanya tekanan pada perut bagian bawah karena adenomiosis membuat bagian rahim membesar.

Jika kamu mengalami pendarahan berat atau kram yang berkepanjangan selama periode menstruasi, sebaiknya segera periksa ke dokter ya. 

Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti adenomiosis. Namun ada sejumlah teori yang mengatakan kondisi ini disebabkan pertumbuhan jaringan invasif.  Beberapa ahli percaya bahwa sel-sel endometrium dari lapisan rahim menyerang otot yang membentuk dinding rahim. Sayatan rahim yang dibuat selama operasi, seperti operasi caesar, dapat mendorong invasi langsung sel-sel endometrium ke dinding rahim.

Ada pula ahli yang berasumsi bahwa ini karena jaringan endometrium disimpan di otot rahim ketika rahim awalnya terbentuk pada janin.

Dugaan penyebab berikutnya adalah radang rahim berhubungan dengan persalinan. Para ahli percayapPeradangan pada lapisan rahim selama periode postpartum dapat menyebabkan pecahnya batas normal sel-sel yang melapisi rahim.

Terakhir, adenomiosis disebabkan oleh sel induk dari sumsum tulang yang menyerang otot rahim. Terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya tergantung pada sirkulasi estrogen dalam tubuh.

Soal faktor risiko, wanita yang sempat menjalani operasi rahim seperti caesar, pengangkatan fibroid (mioma), atau pelebaran dan kuretase bisa mengalami kondisi medis ini. Faktor risiko lainnya adalah kelahiran dan lansia. 

Sebagian besar kasus adenomiosis yang bergantung pada estrogen, ditemukan pada wanita berusia antara 40 dan 50 tahun. Kehadiran adenomiosis pada wanita ini mungkin terkait dengan paparan estrogen yang lebih lama dibandingkan dengan wanita yang lebih muda.

Namun, penelitian saat ini menunjukkan bahwa kondisi ini mungkin juga umum terjadi pada wanita yang lebih muda.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Peringatan Bagi Perokok, Begini Tata Laksana Kanker Paru Non Sel Kecil NSCLC

BERIKUTNYA

Begini Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun saat Musim Hujan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: