Ilustrasi (Dok. svetlanasokolova/Freepik)

H&M Targetkan 100 Persen Fesyen Ramah Lingkungan Tahun 2030

04 November 2021   |   19:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Dampak perubahan iklim yang telah terjadi dan berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup membuat wacana mengenai gaya hidup sustainable atau berkelanjutan mulai digaungkan, tak terkecuali dalam industri fesyen. Salah satu brand yang serius untuk menciptakan sustainable fashion adalah H&M.
 
Communications Manager H&M Indonesia, Karina Soegarda, mengatakan pihaknya memiliki target untuk menghadirkan sustainable fashion secara menyeluruh pada tahun 2030. 
 
“Target kami di 2030, semua bahan pakaian H&M di seluruh dunia terbuat dari bahan yang lebih berkelanjutan. Hal itu bisa berupa pakaian daur ulang atau dengan bahan-bahan pakaian organik,” katanya dalam satu acara konferensi pers virtual, Kamis (4/11).
 

hn


Koleksi denim H&M yang berasal dari bahan kapas organik daur ulang, benang dari poliester daur ulang dan proses pencucian yang ramah lingkungan (Dok. H&M)


Karina menuturkan bahwa saat ini H&M sudah mewujudkan ekosistem sustainable fashion sebesar 65 persen sampai 2021. Dengan kata lain, masih ada waktu sekitar 9 tahun untuk mengejar sisa target sebesar 35 persen untuk mewujudkan hal tersebut.
 
“Sepertinya target itu akan mudah tercapai. Kami ingin menawarkan fesyen dengan sustainable way ke lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
 
Untuk mencapai hal tersebut, Karina juga mengatakan bahwa beberapa inovasi telah dilakukan oleh H&M, salah satunya adalah menggunakan material yang lebih ramah lingkungan dalam memproduksi pakaian. 
 
Seperti diketahui, pada Februari 2021, H&M pernah meluncurkan koleksi denim yang ramah lingkungan. Dengan berkolaborasi dengan salah satu merek denim ternama, Lee, H&M menggunakan praktik terbarukan dalam setiap proses desain dan produksi.
 
Bahan jins dan overall dalam koleksi tersebut berbahan dasar 100 persen daur ulang yang terdiri dari 80 persen limbah industri dan 20 persen limbah konsumen. Tak hanya itu, H&M juga menggunakan kulit imitasi yang terbuat dari gabus dan sebuah bahan kertas agar tampak seperti kulit yang bernama jacrom.


Editor: Roni Yunianto
 

SEBELUMNYA

HYBE Akan Luncurkan 2 Grup di Jepang & Amerika Serikat

BERIKUTNYA

Masa Karantina 3 Hari Cukup Untuk Deteksi Covid-19

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: