Layanan Facebook Group sempat mengalami down pada Senin (4/10) malam (Unsplash/Jeremy Bezanger)

Layanan Facebook Group Down, Ini Kata Pengamat Siber

05 October 2021   |   17:18 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Layanan Facebook Group yang mencakup Facebook, Messenger, Instagram, WhatsApp, dan Oculus mengalami gangguan dan tidak bisa diakses oleh para pengguna di seluruh dunia. Berbagai layanan itu down sekitar 6 jam sebelum akhirnya mulai kembali bisa diakses.

Dalam ketarangan resmi terbarunya, Facebook mengungkapkan sedikit informasi soal penyebab utama permasalahan tersebut, yakni terkait dengan adanya perubahan konfigurasi pada router backbone.

(Baca juga: Facebook ungkap penyebab layanannya down)

Sementara itu, pakar keamanan siber CISSRec Pratama Persadha menjelaskan bahwa kemungkinan ada kesalahan pada domain name system (DNS) yang mengantarkan URL tertentu ke IP tertentu di mana Facebook berada.

"Dalam kasus ini ada yang menarik keluar authoritative DNS route yang memungkinkan semua jaringan internet berkomunikasi dengan Facebook. Hal ini bisa juga terjadi karena human error," katanya dalam keterangan resmi.

Dia melanjutkan bahwa kemungkinan ada kesalahan sistem yang cukup serius. Pasalnya, sistem untuk komunikasi internal perusahaan juga down. Alhasil, mereka menggunakan Outlook untuk berkomunikasi sementara.

Perkiraan hilangnya auhoritative DNS route pada Facebook kian kuat dengna perbaikan yang harus dilakukan di pusat data perusahaan. Artinya para insinyur juga tidak bisa mengakses sistem dari luar pusat data.

"Pada 2019, setidaknya empat kali Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami gangguan secara bersamaan. Menurut pengakuan perusahaan beberapa penyebab di antaranya adalah karena ada update sistem baru," ujarnya.

Dia juga menuturkan bahwa akar permasalah menyangkut  DNS bisa disebabkan adanya peretasan dari luar atau konfigurasi yang salah.

Adapun, Pratama menambahkan bahwa masyarakat tidak bisa terus bergantung pada layanan dari luar negeri. Dia mendorong pemerintah menjadikan kemandirian aplikasi siber sebagai salah satu program utama beberapa tahun mendatang.

"Kita perlu aplikasi media sosial lokal, email lokal, dan aplikasi chat lokal. Perlu dibangun bertahap, karena jangka panjang itu akan sangat diperlukan dalam era big data. Ini agar tidak semua potensi ekonomi digital dikuasai orang lain dan ini terkait pertahanan siber negara," katanya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Film A World Without Segera Tayang di Netflix

BERIKUTNYA

Canggih! Tim Peneliti Ini Ciptakan Sensor Pendeteksi Serangan Jantung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: