Hari Hipertensi Dunia diperingati setiap tanggal 17 Mei . Jumlah penderita tekanan darah tinggi terus mengalami peningkatan. (Dok. Daewoong Pharmaceutical)

Pengobatan Hipertensi Makin Mumpuni dengan Obat Kombinasi & Teknologi

18 May 2021   |   19:07 WIB

Genhype, Indonesia telah tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di dunia. Sebagian besar pasien juga memiliki riwayat penyakit lainnya yang disebabkan oleh hipertensi seperti diabetes dan strok. 

Sekitar 36,7% kematian di Indonesia pada 2017 diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular. Sementara itu, jumlah penderita hipertensi terus meningkat akibat populasi yang menua di seluruh dunia. Laju ini seiring dengan peningkatan jumlah penderita dislipidemia secara bersamaan.

Untuk Genhype ketahui, baru-baru ini, pengembangan obat kombinasi yang dapat menangani hipertensi dan dislipidemia secara bersamaan makin intens dilakukan. Fokusnya adalah untuk meningkatkan kemudahan penggunaan obat tersebut.

Obat kombinasi ini mengandung beberapa bahan dalam satu formulasi sehingga mengurangi jumlah obat yang harus dikonsumsi oleh pasien dan meningkatkan kepuasan pasien. 

Studi menunjukkan bahwa kepatuhan pasien meningkat 36% saat diberikan obat kombinasi dibandingkan dengan saat diberikan obat yang berbeda-beda. Hal ini secara signifikan mengurangi tingkat kolesterol LDL dan tekanan darah sistolik (SBP).

Daewoong Pharmaceutical, salah satu produsen obat dunia dengan izin penjualan di Indonesia telah memproduksi Oloduo, yaitu obat pertama di dunia yang mengandung Olmesartan dan Rosuvastatin kompleks. Obat ini dikembangkan dengan teknologi mandiri yang dikembangkan Daewoong Pharmaceutical. 

"Oloduo yang dikembangkan dengan teknologi paten kami ini memiliki tingkat kemanjuran dan keamanan yang luar biasa dan makin menarik perhatian orang di pasar obat kombinasi yang makin kompetitif," ujar CEO Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon.

Dengan menggunakan teknologi platform yang sudah dipatenkan, Oloduo menjadi obat dengan tablet berlapis ganda dan sistem pelepasan terkontrol yang mampu mengoptimalkan tingkat penyerapan obat di dalam tubuh pasien dan mengurangi efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi kombinasi obat. 

Teknologi yang memungkinkan obat untuk melepaskan Olmesartan dan Rosuvastatin secara terpisah dan terkontrol ini telah dipatenkan di lebih dari 50 negara seperti di Korea Selatan, Eropa, Jepang, China, dan lainnya.

Olmesartan telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah dan jumlah ateroma di pembuluh darah dibandingkan dengan jenis ARB lainnya untuk pengobatan hipertensi, sedangkan Rosuvastatin mampu mengurangi plak dibandingkan dengan jenis Statin lainnya untuk pengobatan dislipidemia.

Efektivitasn Oloduo sebagai obat kombinasi juga sudah dibuktikan melalui uji klinis yang dilakukan terhadap pasien hipertensi dan dislipidemia di Korea Selatan.

Pasien yang mengonsumsi Oloduo mampu menunjukkan tingkat penurunan tekanan darah dan kolesterol yang sama dengan pasien yang mengonsumsi Olmesartan dan Rosuvastatin secara terpisah serta dengan tingkat keamanan yang sama.

Pada November tahun lalu, hasil penelitian klinis Oloduo berhasil diikutkan ke dalam American Journal of Therapeutics, jurnal internasional setingkat SCI. Hal ini berkat kemanfaataan dan kemujaraban atau efikasi obat tersebut untuk penanganan hipertensi dan dislipidemia.

Selain itu, Daewoong Pharmaceutical saat ini sedang mengembangkan 'DWJ1451' yang merupakan pengobatan kombinasi yang mengandung empat zat yang berbeda yaitu Amlodipine, Ezetimibe, Olmesartan, dan Rosuvastatin. Tujuannya adalah untuk mengembangkan obat yang lebih efektif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL. 

Perusahaan farmasi itu kini sedang melakukan uji klinis DWJ1451 fase III untuk menguji kemanjuran dan keamanan obat ini. 

Editor: Roni Yunianto
SEBELUMNYA

Haruskah 8 Makanan Ini Dicuci? Ini Jawabannya

BERIKUTNYA

Pelan-Pelan Saja, Ini 4 Hal Ideal untuk Dimiliki pada Usia 25 Tahun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: