Haas F1 Team Rilis Livery Godzilla untuk GP Jepang 2026
25 March 2026 |
15:30 WIB
Haas F1 Team resmi memperkenalkan livery spesial bertema Godzilla dalam sebuah acara di Tokyo Midtown Hibiya, Selasa (24/3/2026). Berdasarkan sejumlah laporan seperti ESPN, Formula1.com, dan Motorsport.com, kerja sama dengan TOHO Co., Ltd. akan berlangsung sepanjang musim 2026.
Peluncuran ini menjadi momen penting bagi Haas F1 Team karena untuk pertama kalinya mereka menggandeng intellectual property dari industri hiburan. Langkah ini sekaligus menandai perluasan strategi tim, yang kini juga mengedepankan pendekatan kreatif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Baca juga: FIA Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026, Kalender F1 Kini Tinggal 22 Balapan
Livery tersebut dijadwalkan debut pada Grand Prix Jepang 2026 yang digelar di Sirkuit Suzuka pada 27–29 Maret. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan unik antara dunia motorsport dan budaya pop Jepang, dengan Godzilla sebagai ikon utama yang dibawa ke lintasan balap.
Secara visual, mobil Haas tetap mempertahankan warna dasar putih, hitam, dan merah. Namun, pada bagian engine cover, tampak ilustrasi Godzilla berukuran besar dengan detail mencolok, termasuk efek visual menyerupai semburan api dari mulutnya.
Berdasarkan keterangan berbagai sumber, desain ini lebih dulu diperkenalkan melalui render digital sebelum unit mobil aslinya dipamerkan di Haneda Airport Terminal 2 pada 25–30 Maret.
Team Principal Ayao Komatsu menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau audiens baru. Dalam pernyataan resminya, ia menilai kehadiran ikon global seperti Godzilla membuka peluang besar untuk memperluas eksposur tim serta melibatkan penggemar motorsport maupun pop culture sepanjang musim.
Momentum kolaborasi ini datang di saat performa Haas sedang cukup kompetitif. Melansir pada sejumlah laporan, tim saat ini berada di papan atas klasemen konstruktor awal musim 2026. Salah satu kontribusi datang dari pembalap muda Ollie Bearman yang mampu finis di posisi tujuh di Australia dan lima di China, menunjukkan konsistensi sejak awal musim.
Dari pihak TOHO, Keiji Ota menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kolaborasi visual. Ia menyebut Godzilla sebagai simbol kekuatan dan ketahanan yang telah bertahan lebih dari 70 tahun sejak debutnya pada 1954. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Haas dalam terus berkembang dan bersaing di level tertinggi Formula 1.
Kolaborasi ini tidak hanya berlangsung di Jepang. Aktivasi lanjutan juga dijadwalkan hadir pada United States Grand Prix 2026 di Circuit of The Americas, Texas, pada Oktober mendatang. Sejumlah sumber menyebut momentum ini akan beriringan dengan perilisan film Godzilla terbaru di Amerika Serikat, sehingga menciptakan sinergi promosi lintas industri.
Selain livery, kerja sama ini juga mencakup berbagai program seperti konten digital, merchandise edisi terbatas, hingga aktivitas khusus selama akhir pekan balapan. Informasi dari beberapa laporan menyebut, detail program tersebut akan dirilis secara bertahap menjelang GP Jepang dan GP Amerika Serikat.
Mengutip laporan Read Motorsport, kolaborasi dengan ikon global seperti Godzilla dinilai mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang sebelumnya tidak mengikuti Formula 1. Hal ini diperkuat dengan popularitas Godzilla yang memiliki basis penggemar global serta berbagai bentuk adaptasi budaya pop.
Kerja sama dengan TOHO juga memperkuat hubungan Haas dengan Jepang, setelah sebelumnya menjalin kemitraan teknis dengan Toyota Gazoo Racing sejak 2024. Pada 2026, kolaborasi tersebut berkembang dengan Toyota menjadi title partner tim. Jika dibandingkan dengan livery bertema cherry blossom pada musim sebelumnya, proyek Godzilla ini hadir dengan skala yang jauh lebih besar dan berjangka panjang.
Dengan kehadiran Godzilla di mobil VF-26, Haas tidak hanya memperkenalkan desain baru, tetapi juga membawa simbol budaya yang dikenal luas ke panggung Formula 1. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana motorsport modern semakin terbuka terhadap integrasi dengan industri hiburan global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Peluncuran ini menjadi momen penting bagi Haas F1 Team karena untuk pertama kalinya mereka menggandeng intellectual property dari industri hiburan. Langkah ini sekaligus menandai perluasan strategi tim, yang kini juga mengedepankan pendekatan kreatif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Baca juga: FIA Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026, Kalender F1 Kini Tinggal 22 Balapan
Livery tersebut dijadwalkan debut pada Grand Prix Jepang 2026 yang digelar di Sirkuit Suzuka pada 27–29 Maret. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan unik antara dunia motorsport dan budaya pop Jepang, dengan Godzilla sebagai ikon utama yang dibawa ke lintasan balap.
Secara visual, mobil Haas tetap mempertahankan warna dasar putih, hitam, dan merah. Namun, pada bagian engine cover, tampak ilustrasi Godzilla berukuran besar dengan detail mencolok, termasuk efek visual menyerupai semburan api dari mulutnya.
Berdasarkan keterangan berbagai sumber, desain ini lebih dulu diperkenalkan melalui render digital sebelum unit mobil aslinya dipamerkan di Haneda Airport Terminal 2 pada 25–30 Maret.
We've landed at Haneda Airport, ready for race week! ✈️ Visit Haneda Airport, Terminal 2, Domestic Departures, Entrance 4 & 5 to catch our special livery! #HaasF1 #F1 pic.twitter.com/S2WkXZ2kOH
— TGR Haas F1 Team (@HaasF1Team) March 25, 2026
Team Principal Ayao Komatsu menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau audiens baru. Dalam pernyataan resminya, ia menilai kehadiran ikon global seperti Godzilla membuka peluang besar untuk memperluas eksposur tim serta melibatkan penggemar motorsport maupun pop culture sepanjang musim.
Momentum kolaborasi ini datang di saat performa Haas sedang cukup kompetitif. Melansir pada sejumlah laporan, tim saat ini berada di papan atas klasemen konstruktor awal musim 2026. Salah satu kontribusi datang dari pembalap muda Ollie Bearman yang mampu finis di posisi tujuh di Australia dan lima di China, menunjukkan konsistensi sejak awal musim.
Dari pihak TOHO, Keiji Ota menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kolaborasi visual. Ia menyebut Godzilla sebagai simbol kekuatan dan ketahanan yang telah bertahan lebih dari 70 tahun sejak debutnya pada 1954. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Haas dalam terus berkembang dan bersaing di level tertinggi Formula 1.
Kolaborasi ini tidak hanya berlangsung di Jepang. Aktivasi lanjutan juga dijadwalkan hadir pada United States Grand Prix 2026 di Circuit of The Americas, Texas, pada Oktober mendatang. Sejumlah sumber menyebut momentum ini akan beriringan dengan perilisan film Godzilla terbaru di Amerika Serikat, sehingga menciptakan sinergi promosi lintas industri.
Selain livery, kerja sama ini juga mencakup berbagai program seperti konten digital, merchandise edisi terbatas, hingga aktivitas khusus selama akhir pekan balapan. Informasi dari beberapa laporan menyebut, detail program tersebut akan dirilis secara bertahap menjelang GP Jepang dan GP Amerika Serikat.
Mengutip laporan Read Motorsport, kolaborasi dengan ikon global seperti Godzilla dinilai mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang sebelumnya tidak mengikuti Formula 1. Hal ini diperkuat dengan popularitas Godzilla yang memiliki basis penggemar global serta berbagai bentuk adaptasi budaya pop.
Kerja sama dengan TOHO juga memperkuat hubungan Haas dengan Jepang, setelah sebelumnya menjalin kemitraan teknis dengan Toyota Gazoo Racing sejak 2024. Pada 2026, kolaborasi tersebut berkembang dengan Toyota menjadi title partner tim. Jika dibandingkan dengan livery bertema cherry blossom pada musim sebelumnya, proyek Godzilla ini hadir dengan skala yang jauh lebih besar dan berjangka panjang.
Dengan kehadiran Godzilla di mobil VF-26, Haas tidak hanya memperkenalkan desain baru, tetapi juga membawa simbol budaya yang dikenal luas ke panggung Formula 1. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana motorsport modern semakin terbuka terhadap integrasi dengan industri hiburan global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.