Band The Cottons Rilis "Dia Datang", Lagu Lama yang Akhirnya Diperkenalkan ke Publik
24 March 2026 |
20:49 WIB
Duo pop Jakarta The Cottons resmi merilis lagu terbaru berjudul Dia Datang melalui video lirik di kanal YouTube mereka. Sehari setelahnya, lagu tersebut tersedia di berbagai platform streaming musik. Menariknya, lagu ini bukan karya baru sepenuhnya, melainkan materi lama yang akhirnya dipoles dan diperkenalkan ke publik luas.
Melansir berbagai sumber, Dia Datang sebenarnya sudah mulai ditulis sejak 2014. Lagu ini bahkan pernah dibawakan pertama kali oleh Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede dalam momen personal, yakni di hari pernikahan mereka, dengan aransemen yang masih sederhana. Dari situ, lagu ini berkembang perlahan hingga menemukan bentuk yang sekarang.
Baca juga: Eca Aura Siapkan Lagu Baru yang Lebih Playful, Gandeng Donne Maulana & Laleilmanino
Keputusan merilis lagu yang sudah berumur lebih dari satu dekade ini disebut bukan tanpa pertimbangan. Dalam pernyataannya yang beredar, Yehezkiel menjelaskan bahwa momentum perilisan dirasa tepat setelah publik mulai mengenal The Cottons lewat lagu Harapan.
Ia menyebut, mereka ingin menghadirkan karya yang terasa jujur dan apa adanya, tanpa banyak pretensi, sehingga tetap bisa dekat dengan keseharian pendengar.
Dia Datang kini hadir dengan pendekatan yang lebih matang. Aransemen lagu dibangun dengan lapisan instrumen yang saling mengisi, termasuk penggunaan synthesizer yang memperkuat nuansa khas mereka. Mengutip penjelasan Yehezkiel dari berbagai sumber, arah musikal lagu ini sebenarnya sudah terbayang sejak awal, sehingga versi yang dirilis saat ini bisa dibilang merupakan realisasi dari ide lama yang akhirnya diwujudkan secara utuh.
Dalam proses pengerjaannya, The Cottons kembali melibatkan Bagas Wisnu Wardhana untuk mengisi bagian drum. Sementara itu, seluruh proses rekaman dilakukan di Studio Mawar, studio milik mereka sendiri. Untuk aspek visual, video lirik Dia Datang digarap bersama Robby Wahyudi Onggo, yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dalam proyek lain.
Di balik perilisan single ini, The Cottons juga memberi sinyal adanya proyek yang lebih besar. Dalam keterangan yang dikutip berbagai media, mereka menyebut bahwa Dia Datang merupakan bagian dari rangkaian karya yang nantinya akan dirilis dalam format album penuh. Hal ini sekaligus menguatkan indikasi bahwa mereka tengah menyiapkan LP (long play/long player) yang ditargetkan rampung pada 2026.
Dalam dua tahun terakhir, produktivitas The Cottons memang terlihat cukup konsisten. Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, mereka merilis EP (extended play) Harapan pada Juni 2024 yang berisi empat lagu, disusul single Lentera pada April 2025, serta Gundah yang menampilkan Aprilia Apsari pada September 2025. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kolaborasi bersama Swellow lewat dua lagu dalam proyek mini album.
Rilisan EP Harapan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan mereka. Dari situ, The Cottons mendapat kesempatan tampil di sejumlah festival besar seperti Pestapora, Synchronize Festival, dan Joyland Festival sepanjang 2024. Dalam wawancaranya dengan beberapa media, mereka mengaku tidak menyangka bisa tampil di panggung-panggung tersebut, dengan respons penonton yang ikut menyanyikan lagu mereka menjadi pengalaman yang berkesan.
Secara musikal, The Cottons dikenal dengan pendekatan indie pop yang lembut dan bernuansa retro. Sejak merilis single awal seperti Yesterday is Gone dan It’s Only a Day pada 2016, mereka sudah mencuri perhatian di skena independen. Sejumlah ulasan media, termasuk dari Pophariini, menilai mereka berhasil menghadirkan kembali nuansa pop progresif Indonesia dengan sentuhan modern.
Karakter musik mereka juga kerap dibandingkan dengan band-band indie pop awal 2000-an seperti White Shoes & The Couples Company dan Mocca. Vokal Kaneko yang ringan namun khas menjadi salah satu daya tarik utama, terutama saat dipadukan dengan aransemen yang hangat dan tidak berlebihan.
Seperti yang diketahui, Dia Datang sudah bisa didengarkan di berbagai layanan streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Perilisan ini menjadi langkah lanjutan menuju proyek album penuh pertama mereka yang mulai dinantikan oleh pendengar indie pop Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir berbagai sumber, Dia Datang sebenarnya sudah mulai ditulis sejak 2014. Lagu ini bahkan pernah dibawakan pertama kali oleh Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede dalam momen personal, yakni di hari pernikahan mereka, dengan aransemen yang masih sederhana. Dari situ, lagu ini berkembang perlahan hingga menemukan bentuk yang sekarang.
Baca juga: Eca Aura Siapkan Lagu Baru yang Lebih Playful, Gandeng Donne Maulana & Laleilmanino
Keputusan merilis lagu yang sudah berumur lebih dari satu dekade ini disebut bukan tanpa pertimbangan. Dalam pernyataannya yang beredar, Yehezkiel menjelaskan bahwa momentum perilisan dirasa tepat setelah publik mulai mengenal The Cottons lewat lagu Harapan.
Ia menyebut, mereka ingin menghadirkan karya yang terasa jujur dan apa adanya, tanpa banyak pretensi, sehingga tetap bisa dekat dengan keseharian pendengar.
Dia Datang kini hadir dengan pendekatan yang lebih matang. Aransemen lagu dibangun dengan lapisan instrumen yang saling mengisi, termasuk penggunaan synthesizer yang memperkuat nuansa khas mereka. Mengutip penjelasan Yehezkiel dari berbagai sumber, arah musikal lagu ini sebenarnya sudah terbayang sejak awal, sehingga versi yang dirilis saat ini bisa dibilang merupakan realisasi dari ide lama yang akhirnya diwujudkan secara utuh.
Dalam proses pengerjaannya, The Cottons kembali melibatkan Bagas Wisnu Wardhana untuk mengisi bagian drum. Sementara itu, seluruh proses rekaman dilakukan di Studio Mawar, studio milik mereka sendiri. Untuk aspek visual, video lirik Dia Datang digarap bersama Robby Wahyudi Onggo, yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dalam proyek lain.
Di balik perilisan single ini, The Cottons juga memberi sinyal adanya proyek yang lebih besar. Dalam keterangan yang dikutip berbagai media, mereka menyebut bahwa Dia Datang merupakan bagian dari rangkaian karya yang nantinya akan dirilis dalam format album penuh. Hal ini sekaligus menguatkan indikasi bahwa mereka tengah menyiapkan LP (long play/long player) yang ditargetkan rampung pada 2026.
Dalam dua tahun terakhir, produktivitas The Cottons memang terlihat cukup konsisten. Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, mereka merilis EP (extended play) Harapan pada Juni 2024 yang berisi empat lagu, disusul single Lentera pada April 2025, serta Gundah yang menampilkan Aprilia Apsari pada September 2025. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kolaborasi bersama Swellow lewat dua lagu dalam proyek mini album.
Rilisan EP Harapan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan mereka. Dari situ, The Cottons mendapat kesempatan tampil di sejumlah festival besar seperti Pestapora, Synchronize Festival, dan Joyland Festival sepanjang 2024. Dalam wawancaranya dengan beberapa media, mereka mengaku tidak menyangka bisa tampil di panggung-panggung tersebut, dengan respons penonton yang ikut menyanyikan lagu mereka menjadi pengalaman yang berkesan.
Secara musikal, The Cottons dikenal dengan pendekatan indie pop yang lembut dan bernuansa retro. Sejak merilis single awal seperti Yesterday is Gone dan It’s Only a Day pada 2016, mereka sudah mencuri perhatian di skena independen. Sejumlah ulasan media, termasuk dari Pophariini, menilai mereka berhasil menghadirkan kembali nuansa pop progresif Indonesia dengan sentuhan modern.
Karakter musik mereka juga kerap dibandingkan dengan band-band indie pop awal 2000-an seperti White Shoes & The Couples Company dan Mocca. Vokal Kaneko yang ringan namun khas menjadi salah satu daya tarik utama, terutama saat dipadukan dengan aransemen yang hangat dan tidak berlebihan.
Seperti yang diketahui, Dia Datang sudah bisa didengarkan di berbagai layanan streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Perilisan ini menjadi langkah lanjutan menuju proyek album penuh pertama mereka yang mulai dinantikan oleh pendengar indie pop Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.