Mudik Lebaran Lebih Berwarna di Stasiun Gambir, Ada Instalasi & Livery Pelangi di Mars
23 March 2026 |
14:33 WIB
Arus mudik Lebaran tahun ini tidak hanya diwarnai lonjakan mobilitas masyarakat, tetapi juga sentuhan kreatif yang memperkaya perjalanan. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta Mahakarya Pictures menghadirkan kolaborasi promosi film nasional lewat medium transportasi publik.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui livery kereta api dan instalasi seni di stasiun yang terinspirasi dari film Pelangi di Mars. Inisiatif ini tidak hanya memperluas kanal promosi perfilman nasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman mudik yang lebih imajinatif dan berkesan di tengah padatnya perjalanan Lebaran.
Baca juga: Tayang Lebaran, Film Pelangi di Mars Angkat Isu Krisis Air & Lingkungan
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka ruang promosi yang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia, khususnya film keluarga. Menurutnya, kehadiran elemen kreatif di ruang publik seperti kereta api memperkuat peran negara dalam menghadirkan perjalanan yang aman sekaligus menyenangkan bagi masyarakat.
“Momentum mudik dan libur Lebaran pun terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Sabtu (21/3/2026).
Iren menyampaikan, momentum mudik dan libur Lebaran menjadi peluang efektif untuk mendekatkan karya perfilman nasional kepada publik melalui pendekatan yang lebih visual dan interaktif. Selain itu, sinergi tersebut juga menunjukkan besarnya potensi kekayaan intelektual (IP) lokal yang lahir dari talenta muda Indonesia dan terus berkembang sebagai penggerak industri kreatif nasional.
Pengalaman berbeda mulai terasa sejak penumpang tiba di Stasiun Gambir. Area stasiun dihiasi instalasi visual bertema film, mulai dari elemen robot hingga detail set yang menghadirkan nuansa khas cerita.
Instalasi ini katanya tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menciptakan ruang interaksi bagi pemudik untuk mengabadikan momen perjalanan.
Sementara itu, salah satu rangkaian kereta unggulan, KA Argo Dwipangga, tampil dengan livery khusus bertema Pelangi di Mars. Desain berwarna cerah yang memadukan karakter utama dan elemen robotik menghadirkan atmosfer baru yang segar di sepanjang perjalanan.
Menurut Irene, kehadiran unsur kreatif tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan dunia imajinasi, khususnya bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang selama mudik.
“Suasana ini diharapkan menambah kenyamanan sekaligus menghadirkan kesan yang menyenangkan selama perjalanan,” tambah Irene.
Produser film Pelangi di Mars Dendi Reynando menilai, saat ini produksi film anak di Indonesia, meskipun kebutuhan akan tontonan keluarga terus meningkat. Karena itu, Pelangi di Mars diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan karakter dan cerita yang berkembang menjadi kekayaan intelektual lokal.
“Film anak di Indonesia masih terbatas. Kami berharap Pelangi di Mars dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang terus berkembang,” kata Dendi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebut, kolaborasi ini menjadi upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan sekaligus mendukung karya kreatif nasional. Kereta api, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
“Melalui livery kereta dan dekorasi stasiun, kami ingin perjalanan menjadi lebih berwarna, lebih berkesan, dan semakin dekat dengan karya kreatif Indonesia,” ujar Bobby.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari berbagai aktivasi sebelumnya antara Kementerian Ekraf dan KAI, mulai dari kehadiran karakter komik lokal pada Ramadan dan mudik 2025, hingga aktivasi IP lokal pada periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru. Rangkaian kerja sama tersebut menegaskan konsistensi dukungan terhadap penguatan industri kreatif nasional.
Adapun film Pelangi di Mars sudah tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui livery kereta api dan instalasi seni di stasiun yang terinspirasi dari film Pelangi di Mars. Inisiatif ini tidak hanya memperluas kanal promosi perfilman nasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman mudik yang lebih imajinatif dan berkesan di tengah padatnya perjalanan Lebaran.
Baca juga: Tayang Lebaran, Film Pelangi di Mars Angkat Isu Krisis Air & Lingkungan
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka ruang promosi yang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia, khususnya film keluarga. Menurutnya, kehadiran elemen kreatif di ruang publik seperti kereta api memperkuat peran negara dalam menghadirkan perjalanan yang aman sekaligus menyenangkan bagi masyarakat.
“Momentum mudik dan libur Lebaran pun terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Sabtu (21/3/2026).
Iren menyampaikan, momentum mudik dan libur Lebaran menjadi peluang efektif untuk mendekatkan karya perfilman nasional kepada publik melalui pendekatan yang lebih visual dan interaktif. Selain itu, sinergi tersebut juga menunjukkan besarnya potensi kekayaan intelektual (IP) lokal yang lahir dari talenta muda Indonesia dan terus berkembang sebagai penggerak industri kreatif nasional.
Pengalaman berbeda mulai terasa sejak penumpang tiba di Stasiun Gambir. Area stasiun dihiasi instalasi visual bertema film, mulai dari elemen robot hingga detail set yang menghadirkan nuansa khas cerita.
Instalasi ini katanya tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menciptakan ruang interaksi bagi pemudik untuk mengabadikan momen perjalanan.
Sementara itu, salah satu rangkaian kereta unggulan, KA Argo Dwipangga, tampil dengan livery khusus bertema Pelangi di Mars. Desain berwarna cerah yang memadukan karakter utama dan elemen robotik menghadirkan atmosfer baru yang segar di sepanjang perjalanan.
Menurut Irene, kehadiran unsur kreatif tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan dunia imajinasi, khususnya bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang selama mudik.
“Suasana ini diharapkan menambah kenyamanan sekaligus menghadirkan kesan yang menyenangkan selama perjalanan,” tambah Irene.
Produser film Pelangi di Mars Dendi Reynando menilai, saat ini produksi film anak di Indonesia, meskipun kebutuhan akan tontonan keluarga terus meningkat. Karena itu, Pelangi di Mars diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan karakter dan cerita yang berkembang menjadi kekayaan intelektual lokal.
“Film anak di Indonesia masih terbatas. Kami berharap Pelangi di Mars dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang terus berkembang,” kata Dendi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebut, kolaborasi ini menjadi upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan sekaligus mendukung karya kreatif nasional. Kereta api, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
“Melalui livery kereta dan dekorasi stasiun, kami ingin perjalanan menjadi lebih berwarna, lebih berkesan, dan semakin dekat dengan karya kreatif Indonesia,” ujar Bobby.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari berbagai aktivasi sebelumnya antara Kementerian Ekraf dan KAI, mulai dari kehadiran karakter komik lokal pada Ramadan dan mudik 2025, hingga aktivasi IP lokal pada periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru. Rangkaian kerja sama tersebut menegaskan konsistensi dukungan terhadap penguatan industri kreatif nasional.
Adapun film Pelangi di Mars sudah tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.