Film Biopik Bon Jovi Dikembangkan oleh Universal Pictures
12 March 2026 |
15:59 WIB
Studio film Universal Pictures tengah mengembangkan sebuah film biografi yang akan mengangkat kisah awal perjalanan band rock legendaris Bon Jovi. Proyek ini akan menyoroti masa-masa awal terbentuknya band tersebut hingga mereka berhasil menjadi salah satu grup musik rock paling sukses di dunia.
Bon Jovi dikenal sebagai salah satu band rock terbesar sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 130 juta album di seluruh dunia. Popularitas mereka juga mengantarkan band ini masuk ke dalam Rock & Roll Hall of Fame serta Songwriters Hall of Fame, dua lembaga bergengsi yang menghormati kontribusi musisi dalam industri musik.
Baca juga: Film Biopik Michael Ungkap Sisi Gemilang dan Gelap Perjalanan King of Pop
Mengutip Deadline, film ini akan ditulis oleh penulis skenario Cody Brotter. Ia sebelumnya dikenal lewat naskah Drudge yang masuk dalam daftar The Black List, daftar tahunan yang memuat skenario terbaik di Hollywood yang belum diproduksi. Selain itu, Brotter juga sempat mengerjakan ulang naskah film thriller bertema kripto Killing Satoshi untuk sutradara Doug Liman serta proyek film biografi musik lainnya untuk Mike Judge.
Proyek film ini juga melibatkan langsung vokalis sekaligus pendiri band, Jon Bon Jovi. Kehadiran Jon Bon Jovi memungkinkan tim produksi mendapatkan akses penuh ke katalog lagu-lagu milik band tersebut. Film ini diproduseri oleh Kevin J. Walsh yang sebelumnya terlibat dalam film Manchester by the Sea, serta Gotham Chopra.
Film biopik ini akan berfokus pada masa muda Jon Bon Jovi yang memiliki nama asli Jon Bongiovi. Ketertarikannya terhadap musik dipengaruhi oleh sang ibu yang merupakan penggemar berat The Beatles. Meski begitu, perjalanan awalnya dalam bermusik tidak selalu berjalan mulus. Ia bahkan pernah merasa frustrasi saat belajar gitar hingga sempat melemparkan gitar miliknya ke tangga basement rumahnya.
Inspirasi untuk serius menekuni musik datang ketika ia menyaksikan penampilan musisi rock asal New Jersey, Bruce Springsteen. Sejak saat itu, Jon mulai kembali berlatih gitar, menulis lagu, dan tampil bersama sejumlah band lokal.
Ia juga sempat bekerja sebagai asisten di studio rekaman milik sepupunya di Manhattan. Di sana, ia melakukan berbagai pekerjaan sederhana sambil menyaksikan band-band besar seperti Aerosmith merekam album mereka. Dari studio tersebut, Jon merekam lagu-lagu awalnya, termasuk Runaway, yang kemudian menjadi salah satu lagu yang membantunya dikenal publik.
Kesuksesan lagu tersebut membuat Jon membentuk band bersama sejumlah musisi lokal seperti David Bryan, Tico Torres, dan Alec John Such. Formasi band kemudian semakin kuat setelah bergabungnya gitaris berbakat Richie Sambora.
Film ini juga akan menggambarkan perjalanan band hingga merilis album ketiga mereka, Slippery When Wet, yang melahirkan lagu-lagu populer seperti Livin' on a Prayer dan You Give Love a Bad Name. Album tersebut sukses besar dengan penjualan mencapai sekitar 30 juta kopi dan menjadikan Bon Jovi sebagai salah satu band rock yang mampu menarik puluhan ribu penonton di berbagai stadion di seluruh dunia.
Bon Jovi dikenal sebagai salah satu band rock terbesar sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 130 juta album di seluruh dunia. Popularitas mereka juga mengantarkan band ini masuk ke dalam Rock & Roll Hall of Fame serta Songwriters Hall of Fame, dua lembaga bergengsi yang menghormati kontribusi musisi dalam industri musik.
Baca juga: Film Biopik Michael Ungkap Sisi Gemilang dan Gelap Perjalanan King of Pop
Mengutip Deadline, film ini akan ditulis oleh penulis skenario Cody Brotter. Ia sebelumnya dikenal lewat naskah Drudge yang masuk dalam daftar The Black List, daftar tahunan yang memuat skenario terbaik di Hollywood yang belum diproduksi. Selain itu, Brotter juga sempat mengerjakan ulang naskah film thriller bertema kripto Killing Satoshi untuk sutradara Doug Liman serta proyek film biografi musik lainnya untuk Mike Judge.
Proyek film ini juga melibatkan langsung vokalis sekaligus pendiri band, Jon Bon Jovi. Kehadiran Jon Bon Jovi memungkinkan tim produksi mendapatkan akses penuh ke katalog lagu-lagu milik band tersebut. Film ini diproduseri oleh Kevin J. Walsh yang sebelumnya terlibat dalam film Manchester by the Sea, serta Gotham Chopra.
Film biopik ini akan berfokus pada masa muda Jon Bon Jovi yang memiliki nama asli Jon Bongiovi. Ketertarikannya terhadap musik dipengaruhi oleh sang ibu yang merupakan penggemar berat The Beatles. Meski begitu, perjalanan awalnya dalam bermusik tidak selalu berjalan mulus. Ia bahkan pernah merasa frustrasi saat belajar gitar hingga sempat melemparkan gitar miliknya ke tangga basement rumahnya.
Inspirasi untuk serius menekuni musik datang ketika ia menyaksikan penampilan musisi rock asal New Jersey, Bruce Springsteen. Sejak saat itu, Jon mulai kembali berlatih gitar, menulis lagu, dan tampil bersama sejumlah band lokal.
Ia juga sempat bekerja sebagai asisten di studio rekaman milik sepupunya di Manhattan. Di sana, ia melakukan berbagai pekerjaan sederhana sambil menyaksikan band-band besar seperti Aerosmith merekam album mereka. Dari studio tersebut, Jon merekam lagu-lagu awalnya, termasuk Runaway, yang kemudian menjadi salah satu lagu yang membantunya dikenal publik.
Kesuksesan lagu tersebut membuat Jon membentuk band bersama sejumlah musisi lokal seperti David Bryan, Tico Torres, dan Alec John Such. Formasi band kemudian semakin kuat setelah bergabungnya gitaris berbakat Richie Sambora.
Film ini juga akan menggambarkan perjalanan band hingga merilis album ketiga mereka, Slippery When Wet, yang melahirkan lagu-lagu populer seperti Livin' on a Prayer dan You Give Love a Bad Name. Album tersebut sukses besar dengan penjualan mencapai sekitar 30 juta kopi dan menjadikan Bon Jovi sebagai salah satu band rock yang mampu menarik puluhan ribu penonton di berbagai stadion di seluruh dunia.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.