Ilustrasi (Sumber foto: Freepik)

FIFA Wajibkan Dua Hydration Breaks di Semua Laga Piala Dunia 2026, Tuai Pro dan Kontra

07 March 2026   |   19:27 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

FIFA baru-baru ini mengumumkan bahwa seluruh pertandingan di Piala Dunia 2026 akan dihentikan untuk dua hydration breaks berdurasi sekitar tiga menit di setiap babak. Kebijakan ini akan berlaku di semua pertandingan, tanpa bergantung pada kondisi cuaca atau suhu di stadion.

Pengumuman tersebut disampaikan Chief Tournament Officer USA Manolo Zubiria dalam World Broadcaster Meeting di Washington DC. Berdasarkan laporan laman resmi FIFA, ESPN, dan sejumlah media internasional, wasit akan menghentikan pertandingan sekitar menit ke-22 di babak pertama dan menit ke-72 di babak kedua.

Baca juga: Premier League Kembali Terapkan Ramadan Breaks 2026 di Tengah Pertandingan

FIFA menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk menjaga kesejahteraan pemain, terutama karena turnamen akan berlangsung pada musim panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ketiga negara tersebut diperkirakan menghadapi temperatur tinggi yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain di lapangan.

Namun keputusan tersebut langsung memicu perdebatan karena FIFA juga mengizinkan broadcaster menayangkan iklan komersial selama jeda tersebut. Informasi ini diungkap oleh laporan The Athletic dan Sports Illustrated yang menyebut adanya jendela iklan khusus dalam setiap hydration break.

Broadcaster disebut tidak boleh memulai iklan dalam 20 detik pertama setelah peluit wasit. Mereka juga harus kembali ke siaran pertandingan paling lambat 30 detik sebelum permainan dimulai kembali.

Dengan aturan tersebut, broadcaster memiliki sekitar dua menit lebih waktu iklan dalam setiap jeda. Ini menjadi hal baru dalam sepak bola internasional karena sebelumnya pertandingan berlangsung hampir tanpa jeda komersial selama 45 menit permainan.

Kebijakan tersebut memicu kritik dari sebagian penggemar yang menilai langkah ini sebagai bentuk “Americanization” sepak bola. Banyak fans menilai kebijakan tersebut berpotensi mengubah karakter pertandingan yang selama ini dikenal mengalir tanpa gangguan.

Sejumlah reaksi di media sosial bahkan menyebut hydration breaks sebagai “commercial breaks” terselubung. Kritikus menilai penggunaan alasan keselamatan pemain dapat membuka ruang bagi ekspansi iklan di tengah pertandingan.

Dari sisi bisnis, jeda tersebut memang menciptakan peluang komersial baru yang sangat besar. Dengan dua hydration breaks di setiap pertandingan, total turnamen bisa menghasilkan 208 slot iklan tambahan sepanjang Piala Dunia.

Laporan DesignRush dan Variety menyebut nilai komersial slot tersebut sangat tinggi. Telemundo dilaporkan telah menjual sekitar 90 persen inventori iklan, sementara Fox juga telah menjual sekitar 80 persen slot iklan sebelum turnamen dimulai.

Sejumlah analis industri media juga melihat kebijakan ini sebagai langkah yang mengikuti model bisnis liga olahraga Amerika. Misalnya NFL yang dikenal sukses mengubah berbagai jeda pertandingan menjadi ruang iklan yang sangat menguntungkan.

Dalam analisis Unofficial Partner, NFL bahkan mampu membangun bisnis media senilai lebih dari 25 miliar dolar AS per tahun melalui strategi tersebut. Berbagai momen seperti timeout, injury break, hingga two-minute warning dimanfaatkan sebagai segmen komersial.

Jurnalis sepak bola Henry Winter dari The Times mencoba melihat kebijakan ini secara lebih seimbang. Ia menilai hydration breaks memang bisa membantu pemain di cuaca panas, tetapi juga berpotensi membuat pertandingan terasa seperti format olahraga Amerika dengan jeda iklan yang lebih terstruktur.

FIFA sendiri menegaskan bahwa faktor keselamatan pemain tetap menjadi pertimbangan utama. Kebijakan ini muncul setelah beberapa pertandingan di FIFA Club World Cup 2025 menghadapi masalah suhu panas yang cukup ekstrem.

Beberapa pemain bahkan sempat melaporkan gejala kelelahan akibat panas, termasuk gelandang Chelsea Enzo Fernández yang mengaku sempat merasa pusing saat pertandingan berlangsung. Situasi tersebut memperkuat argumen FIFA mengenai pentingnya jeda hidrasi.

Meski demikian, sebagian pengamat menilai waktu jeda yang ditentukan secara tetap menunjukkan adanya kepentingan lain. Jadwal yang pasti memang memudahkan brand dan broadcaster merencanakan penempatan iklan secara presisi.

Jika kebijakan ini sukses secara komersial, sejumlah analis memperkirakan format serupa bisa diadopsi oleh berbagai kompetisi sepak bola lainnya. Hal ini berpotensi mengubah struktur pertandingan sepak bola yang selama lebih dari satu abad dikenal hampir tanpa jeda komersial.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Cek Line-Up Phase 1 dan Harga Tiket LaLaLa Fest 2026

BERIKUTNYA

Webtoon Entertainment Tunjuk Yongsoo Kim sebagai Presiden Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga