Bali Jadi Tuan Rumah Pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026
25 February 2026 |
16:34 WIB
Indonesia resmi menorehkan sejarah baru dalam peta olahraga ekstrem dunia. Untuk pertama kalinya, Bali dipercaya sebagai tuan rumah seri pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026, kompetisi loncat tebing paling prestisius di planet ini.
Ajang yang memperebutkan Trofi King Kahekili ini dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Mei 2026. Penyelenggara menyiapkan dua lokasi yang merepresentasikan keagungan alam Bali secara utuh. Kompetisi dibuka di Air Terjun Kroya, Kabupaten Buleleng, di mana para atlet akan melompat di tengah kerimbunan hutan tropis yang dramatis dan mistis.
Baca juga: Era Ford Resmi Dimulai, Red Bull Perkenalkan Livery F1 2026 di Detroit
Suasana berbeda hadir di puncak kompetisi yang berlangsung di Tebing T-Rex, Pantai Kelingking, Nusa Penida salah satu formasi tebing paling ikonik di Asia. Di sinilah para peserta akan terjun akrobatik langsung ke pelukan Samudra Hindia, dengan latar cakrawala yang tak tertandingi oleh venue mana pun di dunia.
Pemilihan Bali bukan keputusan sembarangan. Pulau ini menawarkan perpaduan sempurna antara lanskap alam yang dramatis dan kedalaman budaya yang kuat dua elemen yang sangat selaras dengan karakter kompetisi ini.
Setiap seri, 12 atlet putra dan 12 atlet putri bersaing memperebutkan poin kejuaraan di lokasi-lokasi ikonik di seluruh dunia. Atlet putra melompat dari ketinggian 27 meter, sementara atlet putri dari 21 meter. Mereka menampilkan manuver akrobatik bertingkat kesulitan tinggi yang dinilai panel juri berdasarkan eksekusi, gaya, dan keindahan masuk ke air.
Ketinggian ini hampir tiga kali lipat nomor loncat indah Olimpiade, dengan kecepatan jatuh yang bisa mencapai sekitar 85 km/jam. Di akhir musim, atlet dengan skor tertinggi dinobatkan sebagai juara dunia dan meraih Trofi King Kahekili.
Kehadiran Red Bull Cliff Diving di Bali bukan sekadar hiburan memacu adrenalin. Ini adalah panggung internasional yang menempatkan nama Indonesia di hadapan jutaan penonton dari seluruh penjuru dunia memperkenalkan kekayaan alam Nusantara lewat cara yang paling dramatis dan tak terlupakan.
Mei 2026 tinggal menghitung hari. Dan ketika para atlet berdiri di ujung Tebing T-Rex, menatap hamparan biru Samudra Hindia jauh di bawah kaki mereka, dunia pun akan ikut menahan napas menyaksikan Bali bukan sekadar surga wisata, melainkan arena tempat keberanian manusia diuji di batas tertingginya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ajang yang memperebutkan Trofi King Kahekili ini dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Mei 2026. Penyelenggara menyiapkan dua lokasi yang merepresentasikan keagungan alam Bali secara utuh. Kompetisi dibuka di Air Terjun Kroya, Kabupaten Buleleng, di mana para atlet akan melompat di tengah kerimbunan hutan tropis yang dramatis dan mistis.
Baca juga: Era Ford Resmi Dimulai, Red Bull Perkenalkan Livery F1 2026 di Detroit
Suasana berbeda hadir di puncak kompetisi yang berlangsung di Tebing T-Rex, Pantai Kelingking, Nusa Penida salah satu formasi tebing paling ikonik di Asia. Di sinilah para peserta akan terjun akrobatik langsung ke pelukan Samudra Hindia, dengan latar cakrawala yang tak tertandingi oleh venue mana pun di dunia.
Pemilihan Bali bukan keputusan sembarangan. Pulau ini menawarkan perpaduan sempurna antara lanskap alam yang dramatis dan kedalaman budaya yang kuat dua elemen yang sangat selaras dengan karakter kompetisi ini.
Setiap seri, 12 atlet putra dan 12 atlet putri bersaing memperebutkan poin kejuaraan di lokasi-lokasi ikonik di seluruh dunia. Atlet putra melompat dari ketinggian 27 meter, sementara atlet putri dari 21 meter. Mereka menampilkan manuver akrobatik bertingkat kesulitan tinggi yang dinilai panel juri berdasarkan eksekusi, gaya, dan keindahan masuk ke air.
Ketinggian ini hampir tiga kali lipat nomor loncat indah Olimpiade, dengan kecepatan jatuh yang bisa mencapai sekitar 85 km/jam. Di akhir musim, atlet dengan skor tertinggi dinobatkan sebagai juara dunia dan meraih Trofi King Kahekili.
Kehadiran Red Bull Cliff Diving di Bali bukan sekadar hiburan memacu adrenalin. Ini adalah panggung internasional yang menempatkan nama Indonesia di hadapan jutaan penonton dari seluruh penjuru dunia memperkenalkan kekayaan alam Nusantara lewat cara yang paling dramatis dan tak terlupakan.
Mei 2026 tinggal menghitung hari. Dan ketika para atlet berdiri di ujung Tebing T-Rex, menatap hamparan biru Samudra Hindia jauh di bawah kaki mereka, dunia pun akan ikut menahan napas menyaksikan Bali bukan sekadar surga wisata, melainkan arena tempat keberanian manusia diuji di batas tertingginya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.