Era Ford Resmi Dimulai, Red Bull Perkenalkan Livery F1 2026 di Detroit
19 January 2026 |
20:00 WIB
Red Bull Racing resmi membuka babak baru dalam sejarah Formula 1 dengan memperkenalkan livery mobil musim 2026 di Michigan Central Station, Detroit. Peluncuran ini menjadi momen penting bagi tim asal Milton Keynes, yang untuk pertama kalinya sejak debut di F1 pada 2005 akan menggunakan unit tenaga hasil pengembangan internal.
Mulai musim 2026, Red Bull akan mengandalkan mesin yang dikembangkan melalui divisi Red Bull Ford Powertrains. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi teknis tim, setelah bertahun-tahun menggunakan unit tenaga dari pemasok eksternal.
Baca juga: F1 Hadirkan Mobil Baru Lebih Lincah dan Efisien Mulai 2026
Mengacu pada keterangan di situs resmi Red Bull Racing, peluncuran livery ini sekaligus menandai dimulainya kemitraan strategis dengan Ford Motor Company. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi regulasi teknis baru Formula 1 yang akan berlaku mulai 2026.
Acara perkenalan dikemas dengan gaya khas Red Bull yang penuh atraksi. Peluncuran disaksikan langsung oleh Max Verstappen dan rekan setim barunya, Isack Hadjar, dengan momen puncak ketika pilot akrobat Martin Šonka menerbangkan pesawat aerobatik Cobra untuk menarik penutup mobil dari udara, menciptakan adegan dramatis yang menegaskan semangat era baru Red Bull Racing.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @Red Bull Racing, tim memperlihatkan detail visual livery terbaru yang langsung menarik perhatian penggemar. Tampilan mobil memperlihatkan kembalinya finishing glossy yang memberikan kesan lebih berkilau di bawah cahaya, sekaligus menjadi simbol koneksi antara warisan lama Red Bull dan ambisi teknis di era regulasi baru Formula 1.
Sejalan dengan penjelasan Formula1.com, RB22 tampil dengan warna biru racing yang dipadukan aksen putih tegas serta base putih yang memberikan kedalaman visual lebih kuat. Finishing glossy ini terakhir kali digunakan Red Bull saat pertama kali masuk Formula 1 pada 2005, menjadikannya elemen nostalgia yang kini dihidupkan kembali dalam konteks modern.
Antusiasme terhadap desain ini juga datang langsung dari Max Verstappen. Melalui pernyataan yang dimuat di Red Bull.com, juara dunia empat kali tersebut mengungkapkan kegembiraannya melihat kembalinya tampilan mengilap. Verstappen menyebut warna biru sebagai favorit pribadinya dan menilai livery baru ini terasa jauh lebih segar dibanding beberapa musim terakhir.
Pemilihan finishing glossy bukan sekadar keputusan estetika. Penjelasan dari Team Principal Laurent Mekies di laman resmi Red Bull Racing menegaskan bahwa desain ini dimaksudkan untuk merayakan semangat awal tim saat memasuki Formula 1, sekaligus menegaskan identitas baru Red Bull sebagai konstruktor mesin.
Efek reflektif dari livery juga meningkatkan kontras visual, terutama saat balapan malam, sesuatu yang turut diapresiasi Isack Hadjar yang menilai bagian front wing akan terlihat sangat menonjol di lintasan.
Dari sisi teknis, Red Bull.com mengulas kembali warisan panjang Ford di Formula 1 melalui mesin legendaris Ford-Cosworth DFV yang mencatat 154 kemenangan Grand Prix antara 1967 hingga 1983.
Kini, Red Bull Ford Powertrains mengusung filosofi berbeda dengan menggabungkan keahlian Ford dalam mesin pembakaran internal dan sistem pemulihan energi. Untuk regulasi 2026, sekitar 50 persen tenaga RB22 akan bersumber dari energi listrik, menjadikan pengembangan Motor Generator Unit-Kinetic (MGU-K) sebagai tantangan utama.
Laporan Sky Sports mencatat bahwa musim 2026 menjadi titik awal Red Bull Racing tanpa kehadiran Christian Horner dan Dr. Helmut Marko, dua figur kunci di balik kesuksesan tim selama bertahun-tahun. Posisi Team Principal kini diemban Laurent Mekies yang didapuk sejak pertengahan 2025.
Mekies menyebut Red Bull berpotensi tidak langsung kompetitif pada awal musim 2026 karena masih berada dalam fase adaptasi dengan mesin baru. Meski demikian, performa terbaik ada di penghujung musim 2025 dengan enam kemenangan dari sembilan balapan terakhir, dan itu menjadi indikator bahwa kapasitas pengembangan tim tetap berada di level tinggi.
Bagi penggemar Formula 1, livery baru Red Bull bukan sekadar perubahan visual. Ini menjadi simbol keberanian sebuah tim besar mengambil risiko strategis dengan memproduksi mesin sendiri di era regulasi paling radikal dalam sejarah modern F1.
RB22 dijadwalkan melakoni debut balapnya di Grand Prix Australia pada 8 Maret 2026, membawa visi mendiang Dietrich Mateschitz yang sejak awal bermimpi menjadikan Red Bull bukan hanya peserta, tetapi inovator sejati di Formula 1.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mulai musim 2026, Red Bull akan mengandalkan mesin yang dikembangkan melalui divisi Red Bull Ford Powertrains. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi teknis tim, setelah bertahun-tahun menggunakan unit tenaga dari pemasok eksternal.
Baca juga: F1 Hadirkan Mobil Baru Lebih Lincah dan Efisien Mulai 2026
Mengacu pada keterangan di situs resmi Red Bull Racing, peluncuran livery ini sekaligus menandai dimulainya kemitraan strategis dengan Ford Motor Company. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi regulasi teknis baru Formula 1 yang akan berlaku mulai 2026.
Acara perkenalan dikemas dengan gaya khas Red Bull yang penuh atraksi. Peluncuran disaksikan langsung oleh Max Verstappen dan rekan setim barunya, Isack Hadjar, dengan momen puncak ketika pilot akrobat Martin Šonka menerbangkan pesawat aerobatik Cobra untuk menarik penutup mobil dari udara, menciptakan adegan dramatis yang menegaskan semangat era baru Red Bull Racing.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @Red Bull Racing, tim memperlihatkan detail visual livery terbaru yang langsung menarik perhatian penggemar. Tampilan mobil memperlihatkan kembalinya finishing glossy yang memberikan kesan lebih berkilau di bawah cahaya, sekaligus menjadi simbol koneksi antara warisan lama Red Bull dan ambisi teknis di era regulasi baru Formula 1.
You thought it was gonna be the same livery, didn't you?
— Oracle Red Bull Racing (@redbullracing) January 16, 2026
@simonrdesigns#F1 || #RedBullRacing pic.twitter.com/K0prVkTrWV
Sejalan dengan penjelasan Formula1.com, RB22 tampil dengan warna biru racing yang dipadukan aksen putih tegas serta base putih yang memberikan kedalaman visual lebih kuat. Finishing glossy ini terakhir kali digunakan Red Bull saat pertama kali masuk Formula 1 pada 2005, menjadikannya elemen nostalgia yang kini dihidupkan kembali dalam konteks modern.
Antusiasme terhadap desain ini juga datang langsung dari Max Verstappen. Melalui pernyataan yang dimuat di Red Bull.com, juara dunia empat kali tersebut mengungkapkan kegembiraannya melihat kembalinya tampilan mengilap. Verstappen menyebut warna biru sebagai favorit pribadinya dan menilai livery baru ini terasa jauh lebih segar dibanding beberapa musim terakhir.
Pemilihan finishing glossy bukan sekadar keputusan estetika. Penjelasan dari Team Principal Laurent Mekies di laman resmi Red Bull Racing menegaskan bahwa desain ini dimaksudkan untuk merayakan semangat awal tim saat memasuki Formula 1, sekaligus menegaskan identitas baru Red Bull sebagai konstruktor mesin.
Efek reflektif dari livery juga meningkatkan kontras visual, terutama saat balapan malam, sesuatu yang turut diapresiasi Isack Hadjar yang menilai bagian front wing akan terlihat sangat menonjol di lintasan.


Pembalap F1 Max Verstappen & Isack Hadjar untuk Red Bull Racing. (Sumber foto: X/redbullracing)
Dari sisi teknis, Red Bull.com mengulas kembali warisan panjang Ford di Formula 1 melalui mesin legendaris Ford-Cosworth DFV yang mencatat 154 kemenangan Grand Prix antara 1967 hingga 1983.
Kini, Red Bull Ford Powertrains mengusung filosofi berbeda dengan menggabungkan keahlian Ford dalam mesin pembakaran internal dan sistem pemulihan energi. Untuk regulasi 2026, sekitar 50 persen tenaga RB22 akan bersumber dari energi listrik, menjadikan pengembangan Motor Generator Unit-Kinetic (MGU-K) sebagai tantangan utama.
Laporan Sky Sports mencatat bahwa musim 2026 menjadi titik awal Red Bull Racing tanpa kehadiran Christian Horner dan Dr. Helmut Marko, dua figur kunci di balik kesuksesan tim selama bertahun-tahun. Posisi Team Principal kini diemban Laurent Mekies yang didapuk sejak pertengahan 2025.
Mekies menyebut Red Bull berpotensi tidak langsung kompetitif pada awal musim 2026 karena masih berada dalam fase adaptasi dengan mesin baru. Meski demikian, performa terbaik ada di penghujung musim 2025 dengan enam kemenangan dari sembilan balapan terakhir, dan itu menjadi indikator bahwa kapasitas pengembangan tim tetap berada di level tinggi.
Bagi penggemar Formula 1, livery baru Red Bull bukan sekadar perubahan visual. Ini menjadi simbol keberanian sebuah tim besar mengambil risiko strategis dengan memproduksi mesin sendiri di era regulasi paling radikal dalam sejarah modern F1.
RB22 dijadwalkan melakoni debut balapnya di Grand Prix Australia pada 8 Maret 2026, membawa visi mendiang Dietrich Mateschitz yang sejak awal bermimpi menjadikan Red Bull bukan hanya peserta, tetapi inovator sejati di Formula 1.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.