Turnstile (Sumber foto: X/@TURNSTILEHC)

Ulasan Album Never Enough dari Turnstile yang Bawa Hardcore ke Puncak Grammy

24 February 2026   |   21:08 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kemenangan album Never Enough sebagai Best Rock Album di ajang Grammy Awards 2026 menjadi penegasan bahwa eksperimen berani Turnstile bukan sekadar langkah coba-coba. Band asal Baltimore itu kini resmi berdiri di puncak musik rock dunia, membuktikan bahwa hardcore yang mereka usung bisa diterima secara luas tanpa kehilangan identitasnya.

Menurut NME, sejak awal kemunculannya di skena hardcore pada 2010, Turnstile dikenal sebagai grup yang tidak ingin terpaku pakem. Pintu kesuksesan global mulai terbuka lewat album Glow On (2021), yang memadukan energi hardcore dengan sentuhan go-go dan R&B, termasuk kolaborasi bersama Blood Orange. Album itu membawa mereka ke nominasi Grammy dan memperluas basis penggemar hingga lintas genre.

Baca juga: Daftar Pemenang Album of The Year Grammy Award 10 Tahun Terakhir

Namun, Never Enough melangkah lebih jauh. Album ini tetap bertumpu pada dentuman gitar tebal dan teriakan emosional vokalis Brendan Yates, tetapi di saat yang sama berani menjelajah wilayah baru.

Lagu seperti Sole dan Birds menghadirkan nuansa mentah khas konser kecil yang intens, mengingatkan pada akar hardcore mereka. Namun, sebagian besar lagu di Never Enough justru menunjukkan sisi berbeda Turnstile. Mereka berani mencampur berbagai genre seperti pada lagu I Care yang terdengar seperti lagu dream-pop yang ringan dan manis. Sementara lagu Seein’ Stars membawa nuansa funk-rock yang santai dan groovy.

Lagu Look Out For Me yang berdurasi hampir tujuh menit bahkan dibagi dalam beberapa bagian. Lagu ini diawali hardcore yang cepat dan keras, lalu masuk ke bagian ambient yang lebih tenang, kemudian ditutup dengan sentuhan elektronik khas Baltimore. Semua ini terasa seperti bentuk cinta mereka pada kota asalnya.

Album ini juga melibatkan banyak kolaborasi dengan beberapa nama besar. Ada sentuhan tiupan dari personel BADBADNOTGOOD pada lagi Dreaming. Dev Hynes (Blood Orange) dan Hayley Williams (Paramore) mengisi vokal latar di Seein’ Stars. Shabaka Hutchings menyumbang permainan flute di Sunshower, membuat lagu itu terdengar unik dan berbeda dari hardcore biasanya. Sementara A.G. Cook memberi sentuhan elektronik eksperimental di lagu Dull.

Walau banyak campuran gaya, Never Enough tetap terasa utuh. Salah satu kuncinya adalah vokal Brendan Yates. Suaranya cukup kasar untuk lagu-lagu hardcore, tapi juga cukup lembut untuk bagian yang lebih pop. Liriknya pun menggambarkan perasaan campur aduk setelah kesuksesan besar mereka. Di Sunshower, misalnya, ia menyanyikan tentang berada di tempat yang diinginkan, tetapi justru terasa hampa.

Yang membuat album ini menarik adalah semangatnya yang terbuka pada musik pop. Turnstile tidak meninggalkan hardcore, tetapi mencoba membuatnya lebih berwarna, lebih cerah, dan lebih mudah dinikmati banyak orang.

Mereka membuktikan bahwa hardcore tidak harus selalu gelap dan keras, tetapi juga bisa menyenangkan dan penuh eksperimen. Album Never Enough menunjukkan keberanian Turnstile untuk terus berkembang tanpa kehilangan jati diri mereka.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Film Terbaru Alan Ritchson, War Machine Hadirkan Ancaman Mematikan ala Predator Modern

BERIKUTNYA

Mayweather vs Pacquiao II Bakal Digelar di Las Vegas Sphere, Tayang Eksklusif di Netflix

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga