Senarai karya Andre Tanama dalam pameran Still: Silent/World di Bentara Budaya Art Gallery, Jakarta. (Sumber foto: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Andre Tanama Hidupkan Gwen Bermata Terbuka & Apropriasi Vermeer di Bentara Budaya Jakarta

15 February 2026   |   12:55 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Ada yang menarik dalam pembukaan pameran seni rupa Still: Silent/World di Bentara Budaya Art Gallery, Jakarta, Kamis (12/2/26). Sang bintang utama, A.C. Andre Tanama, alih-alih memulai pembukaan dengan gembira, justru mengajak pengunjung untuk mengheningkan cipta.

Dalam prosesi itu, Andre meminta penonton untuk mendengar diri sendiri. Mendengar nurani, suara hati, dan tubuh yang selama ini mungkin terabaikan oleh realitas yang begitu cepat. Sejenak hening untuk mendengar batin.

Baca juga: Menelusuri Jejak Seni Kontemporer Indonesia di Then & Now, Baik Art Jakarta

Malam itu di Bentara, Andre kembali turun gunung dengan karakter ikoniknya, Gwen. Seorang gadis imut yang dia ciptakan sejak 2007. Namun sejak 2013, karakter ini seolah menghilang. Andre sibuk mengajar dan membuka perpustakaan jalanan.

Kini, Gwen tampil berbeda. Sosoknya yang sebelumnya tampil tanpa mulut dan mata terpejam, kini sudah membuka matanya. Mata itu besar, bulat, jernih, dan indah. Gwen telah melewati kesadaran baru dan mengajak siapa pun untuk berkomunikasi dalam diam.

"Sepuluh tahun terakhir itu benar-benar membuka diriku. Pikiran-pikiran lama yang dulu tak pernah kubayangkan ulang, kini bisa aku revisi. Ada banyak hal yang akhirnya terasa terbuka," katanya saat ditemui Hypeabis.id sebelum pembukaan pameran.

Total, Andre memboyong 41 karya dalam pameran yang berlangsung hingga 12 Maret 2026. Semuanya meliputi lukisan, grafis litografi, patung karakter, dan animasi. Ragam teknis ini menunjukkan etos Andre dalam menjelajahi beragam material.
 
 


Dalam pameran, sosok Gwen juga ditampilkan dalam berbagai pose dan riasan. Ada Gwen dengan rambut panjang tergerai, mengenakan helm transparan mirip astronot, berambut pendek, memakai baju Cheongsam China, atau mengenakan pita.

Salah satu yang menarik adalah karya bertajuk Pearl (150 sentimeter x 150 sentimeter, 2024). Lukisan bermedium akrilik di atas kanvas ini mengapropriasi karya seniman asal Belanda, Johannes Vermeer, berjudul Girl with a Pearl Earring (1665).

Sosok yang acap kali disebut Mona Lisa dari Utara atau Mona Lisa Belanda itu digubah lalu diganti dengan sosok Gwen. Lewat cara ini, Andre seperti sedang napak tilas ke dalam kesenyapan kerja Vermeer saat membuat lukisan tersebut di Delft, Belanda.

Kritikus dan penulis Seno Gumira Ajidarma memiliki penilaian menarik terhadap karya ini. Gubahan lukisan Dara Beranting Mutiara sebagai puncak realisme abad ke-17 itu disebut sebagai cara sang seniman untuk membentuk makna baru bersama kediaman Gwen.

Arkian, kesenyapan kerja Vermeer—yang hanya melahirkan 36 lukisan seumur hidup—juga terserap ke dalam lenyapnya mulut dalam keheningan sosok gubahan Tanama. Namun, persoalan ini juga menuai konsekuensi berat; Tanama seperti hendak melampaui Vermeer.

"Dengan dihilangkannya mulut [dalam lukisan Tanama] bukan berarti makna hilang, sebaliknya dengan suatu cara mempersoalkan makna, sekaligus membangun makna baru bersama keheningan itu," tulisnya.


Relasi Manusia & Alam

Andre adalah perupa jebolan Jurusan Seni Rupa Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sebagai perupa, dia telah menerima banyak penghargaan, termasuk Academic Art Award I dari ISI Yogyakarta dan Jogja Gallery.

Menurut Andre, karakter Gwen pertama kali muncul pada 2007, di masa transisi pengkaryaannya lewat karakter sebelumnya, yakni Wayang Monyong. Gwen muncul lewat pengalaman rasa “gerah” yang tak biasa, yang dia hubungkan dengan kondisi bumi.

Namun kala itu Andre tidak ingin menggambar bumi secara literal seperti gambar planet, pohon, dan lanskap, melainkan lewat metafora. Maka lahirlah figur anak kecil, kepala tertunduk, mata terpejam—sosok yang digambarkan pasif dan menerima.
 

ahah

Karya Andre Tanama bertajuk Pearl yang mengapropriasi karya seniman asal Belanda, Johannes Vermeer, berjudul Girl with a Pearl Earring (1665).  (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)


Awalnya, sosok Gwen ditampilkan tanpa mulut dan mata selalu terpejam. Tidak melihat dan tidak berbicara, hanya mendengar dan mencium bebauan, sosok ini mewakili keheningan total. Namun sejak 2024, Gwen tampil berbeda seperti dalam pameran sekarang.

Karakter Gwen lalu juga dijadikan proyek akademik saat Andre melanjutkan kuliah S2. Namun kritik dari dosen dan diskusi membuat sang seniman menyadari bahwa karya itu tak lagi murni berbicara tentang bumi. Gwen perlahan menjadi perwakilan diri.

"Awal mula yang tadi dimasukkan sebagai metafora bumi itu, perlahan-lahan juga bergeser. Akhirnya, itu jadi kayak perwakilan diri saya untuk ngomongin hal yang memang saat itu ingin saya kemukakan," katanya.

Kini, kemunculan Gwen bukan lagi simbol kepasifan. Andre menuturkan, karakter tersebut telah menjadi figur kesadaran. Dia juga menolak memasukkan karyanya secara eksplisit ke ranah ekologi formal, melainkan relasi antara manusia dan alam.

Kurator Frans Sartono mengatakan, karakter Gwen Silent bagi Andre bukanlah sesuatu yang utuh, melainkan fragmen keheningan. Sang seniman, tulisnya, hanya bisa menemukan karakter ini di dunia ide dan di dalam karya.

"Karya Andre tersebut adalah ruang yang boleh dimasuki siapa saja. Ada dinamika yang terus berubah, termasuk masa hiatus selama sepuluh tahun. Apa yang semula merupakan jawaban, ternyata masih berkembang dan menjadi sesuatu yang bisa dipertanyakan lagi," katanya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Seedance 2.0 Meluncur, AI Video ByteDance Viral dan Tuai Kekhawatiran Industri Film

BERIKUTNYA

Wuthering Heights (2026): Tafsir Personal yang Memantik Emosi Dua Abad Kemudian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga