Koleksi Gema Rayya Lina Sukijo (sumber : IFA 2026)

Lina Sukijo Perkuat Reseller Dongkrak Penjualan Ramadan

12 February 2026   |   14:49 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah persaingan industri modest fashion yang kian kompetitif, Lina Sukijo memilih memperkuat fondasi bisnisnya lewat strategi membangun jaringan reseller sebagai ujung tombak distribusi. Selama 7 tahun terakhir, brand Lina Sukijo (LS) tidak mengandalkan penjualan langsung maupun ekspansi agresif ke kanal ritel modern. Sebaliknya, seluruh distribusi difokuskan melalui reseller.

Hingga 2026, jumlahnya telah menembus lebih dari 100 orang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. “Sejak awal kami memang bersama reseller. Saya tidak menganggap mereka hanya penjual, tetapi bagian dari perusahaan ini. Mereka adalah ujung tombaknya,” ujar Lina Sukijo, Founder brand Lina Sukijo.

Baca juga: Evolusi Modest Fashion Indonesia: Dari Revolusi Hijab ke Identitas Baru

Dalam gelaran Indonesia Fashion Aesthetic 2026, sekitar 50–70 reseller hadir secara langsung. Menariknya, menurut Lina, hampir tidak ada reseller yang keluar sejak awal bergabung. Sebaliknya, banyak yang berkembang hingga memiliki butik resmi di daerah masing-masing.

Strategi ini berangkat dari visi pemberdayaan. Lina ingin muslimah, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki minat pada fashion, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku usaha.

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi. Tidak hanya belanja baju, tetapi juga bisa menghasilkan dari sana. Prinsipnya sederhana, bukan saya saja yang sukses, tetapi mereka juga,” katanya.

Model distribusi berbasis komunitas tersebut juga berdampak pada performa penjualan. Secara rata-rata, LS menargetkan penjualan di atas 10.000 item per bulan, gabungan antara lini custom dan ready to wear.

Momentum Ramadan menjadi periode paling signifikan. Penjualan bisa meningkat lima hingga enam kali lipat dibandingkan bulan biasa, bahkan berpotensi lebih tinggi tergantung kapasitas produksi.

Karena sebagian desain diproduksi secara custom, LS tidak dapat mencetak puluhan ribu unit seperti brand mass market. Namun untuk lini ready to wear, produksi bisa mencapai ribuan item.

Dalam pagelaran IFA 2026, Lina Sukijo memperkenalkan koleksi terbarunya bertajuk Gema Rayya, sebuah refleksi tentang perempuan yang menemukan kekuatannya dalam kelembutan.

Koleksi ini menangkap momen peralihan cahaya, seperti embun pagi yang memantulkan sinar pertama matahari. Secara visual, nuansanya lembut namun tetap memiliki daya pikat yang kuat.

Palet warna soft menjadi benang merah pada koleksi kali ini. Pink yang merona halus, butter yellow yang hangat, sage yang membumi, serta lilac yang puitis. Kombinasi ini membentuk harmoni visual yang menenangkan sekaligus elegan.

Dari sisi material, jacquard digunakan untuk menghadirkan tekstur dan dimensi kemewahan yang kokoh. Organdy sutera, dan tulle menciptakan efek transparansi yang ethereal, sementara sequin dan detail kristal memberi kilau subtil pada setiap gerak.

Sebagai brand fashion muslim yang dikenal dengan gaya elegan dan glamour, Lina Sukijo konsisten memberi Kesan mewah pada setiap busana dengan menaburkan krista Swarovski di setiap bagian busana sehingga memberi Kesan kilau.

Terdapat total 13 looks ditampilkan dalam koleksi ini, terdiri atas 10 tampilan model dan 3 tampilan muse special yakni Adelia Pasha, Arumi Bachin, dan Maya Erina. Siluet A-line dan X-line mendominasi, dengan eksplorasi dress dan outerwear yang tetap menjaga karakter modest namun berstruktur tegas.
 

SEBELUMNYA

Sukses di Broadway, Stranger Things: The First Shadow Tayang Streaming di Netflix

BERIKUTNYA

Pahami Strategi Swing Trading Saham Untuk Investor Pemula

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga