Para desainer yang menampilkan koleksi modest di IFA 2026. (Sumber foto: IFA)

Indonesia Fashion Aesthetics 2026 Hadirkan Tren Modest Fesyen Jelang Ramadan

11 February 2026   |   17:12 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia Fashion Aesthetics 2026 kembali menghadirkan rangkaian fashion show yang menampilkan karya desainer dan brand ternama Tanah Air. Mengusung tema Sophisticated, gelaran ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menyatukan estetika, branding, dan peluang komersial, sekaligus membaca tren modest fashion menjelang Ramadan.
 
Founder & CEO Indonesia Fashion Aesthetics, Dian Komalasary, mengatakan tema Sophisticated merepresentasikan keanggunan yang matang, elegan, dan relevan dengan karakter konsumen kelas menengah-atas.
 
Menurutnya, Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) bukan sekadar ajang pertemuan industri, melainkan telah berkembang menjadi acuan dan benchmark bagi pelaku serta penikmat lifestyle, fashion, dan estetika kelas atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan prestise.
 
“Kami berkomitmen meningkatkan pelaksanaan IFA dari tahun ke tahun, baik dari segi kualitas acara maupun kuantitas partisipan yang menjadi bagian dari perhelatan ini,” ujar Dian dalam konferensi pers IFA 2026, Selasa (10/2/2026).
 
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, IFA 2026 digelar pada 10 Februari 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta. Rangkaian fashion show dibagi ke dalam tiga sequence yang menampilkan puluhan desainer dan brand dengan karakter yang beragam.
 
Pada sequence pertama, panggung runway menampilkan koleksi dari Itang Yunasz x Torenda, Elva Fauqo, Lia Afif, Widhi Budimulia, Sabiluna, Okky Walla x Alben Ayub Andal, Lina Sukijo, Amapola, dan Benang Jarum.
 
Sequence kedua menghadirkan karya ViviZubedi, Riris Ghofir, Lia Soraya, Fera Signature by Fera Ali, The She by Daisy Handayani, Gita Orlin, Rizman Ruzaini, Mazulabel, dan Ayu Dyah Andari. Sementara sequence ketiga ditutup oleh koleksi dari Denny Wirawan, Eridani, Masya, Arabelle, Motif Hawa, KursienKarzai, dan Buttonscarves.
 
Sejumlah koleksi yang ditampilkan menunjukkan pendekatan desain yang semakin matang, elegan, fungsional, dan mudah diaplikasikan ke berbagai momen. Siluet longgar dengan struktur tegas, permainan layering, serta pemilihan material ringan menjadi benang merah yang banyak muncul di runway.
 
Palet warna cenderung tenang, mulai dari earth tone, putih gading, hingga aksen metalik lembut, menghadirkan kesan refined tanpa kehilangan fungsi.
 
Tak hanya soal tampilan, runway IFA 2026 juga menonjolkan narasi craftsmanship. Detail bordir, teknik draping, serta pemilihan tekstur kain menjadi elemen penting yang memperkaya cerita di balik setiap koleksi yang ditampilkan.
 
Runway spektakuler IFA 2026 semakin berkesan dengan sentuhan nostalgia melalui kehadiran para model legendaris era 1990-an. Okky Asokawati tampil membawakan koleksi Denny Wirawan, Elmo memperagakan karya Itang Yunasz, Ratih Soe tampil dalam balutan busana Ayu Dyah Andari, Danny Dahlan mengenakan rancangan Eridani, sementara Soraya Haque dan Thomas Djorghi membawakan koleksi Widhi Budimulia.
 
Tak hanya peragaan busana, IFA 2026 juga menghadirkan exhibition dan awarding sebagai bagian dari rangkaian acara. Kombinasi ini menegaskan posisi IFA sebagai ajang yang tidak hanya merayakan estetika, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi pelaku industri fashion dan kecantikan-estetika di Indonesia.
 
Sejumlah figur dinobatkan sebagai penerima IFA AWARD 2026, di antaranya Sebastian Gunawan sebagai The Most Inspiring Couture Designer, Ayu Dyah Andari sebagai The Most Inspiring Modest Fashion Designer, ViviZubedi sebagai The Most Fashion Figure, serta Tasya Farasya sebagai The Most Beauty Influencer.
 
Penghargaan lainnya diberikan kepada Bubah Alfian (The Most Inspiring Make Up Artist Indonesia), Agnes Sutanto (The Most Inspiring Highend Jewelry Designer), JEEVES (Finest Dry Cleaning and Laundry Services), serta dr. Mieristika Rooselani (The Most Aesthetic Medical Expert).
 
Ke depan, Dian mengungkapkan ambisi membawa IFA melangkah ke level internasional. “Insya Allah, IFA tidak hanya berhenti di Indonesia. Kami membuka peluang kolaborasi ke Malaysia, bahkan ke negara lain di Asia dan Eropa. Tujuan kami adalah membawa karya fashion Indonesia ke panggung global,” tutupnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Absolute Batman Sukses Besar, Reimaginasi Dark Knight Jadi Sorotan

BERIKUTNYA

Kontroversi Epstein Bayangi Wasserman, Chappell Roan Putus Kontrak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga