Suasana Warung Kopi KDM (Sumber foto: Dedi Mursadi, Owner Warkop KDM)

Cerita Mahasiswa Merintis Usaha Warung Kopi KDM di Kampus

09 February 2026   |   18:19 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Di tengah tuntutan akademik dan aktivitas organisasi, sejumlah mahasiswa memilih tidak hanya berdiam diri di ruang kelas. Mereka memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar kehidupan, salah satunya dengan terjun langsung ke dunia usaha.

Seperti Dedi Mursadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta yang merintis usaha warkop di lingkungan kampus. Selain berstatus mahasiswa, ia bekerja sebagai guru dan wasit sepak bola.

Dorongan untuk terjun ke dunia bisnis muncul dari keinginan meningkatkan kondisi ekonomi sekaligus menjalankan sunnah Nabi melalui berdagang. Menurut Dedi, berbisnis merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi secara cepat.

Baca juga: Peluang Bisnis Menjanjikan di Balik Tren Custom Phone Case

“Saya melihat teman-teman yang berbisnis, ekonominya lebih mapan. Dengan usia saya sekarang, tentu ingin mempersiapkan masa depan dan meningkatkan ekonomi secara maksimal,” ujarnya.

Berangkat dari kebiasaan nongkrong di warkop bersama teman-temannya, ia kemudian memutuskan mendirikan Warkop KDM yang mulai beroperasi pada September 2025. Konsep yang diusung adalah warkop ramah untuk semua kalangan, khususnya mahasiswa, pelajar, dan anak rantau.

“Saya ingin warkop yang harganya terjangkau, jadi mahasiswa dan anak kos bisa makan dan minum setiap hari tanpa harus menunggu uang banyak. Jika dibandingkan kafe, tentu pastinya harga lebih mahal dan belum tentu mahasiswa atau siswa dapat makan dan minum setiap hari, karena mempertimbangkan stabilitas keuangan pribadi,” katanya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KDM WARKOP (@kdmwarkop)


Usaha tersebut dirintis secara mandiri dengan memanfaatkan tabungan pribadi hasil mengajar dan menjadi wasit. Setelah berjalan, ia merekrut empat karyawan untuk membantu operasional harian. Namun, menjalankan usaha di tengah kesibukan akademik dan pekerjaan bukan perkara mudah.

Banyak ujian yang ia hadapi dalam menjalankan usahanya ini. “Pikiran sering tidak tenang karena harus memikirkan sewa tempat, listrik, gaji karyawan, sampai ide menu baru,” ungkap Dedi.

Untuk mengatasi keterbatasan waktu dan tenaga, ia mulai mendelegasikan tugas penting kepada karyawan yang telah dipercaya. Dalam strategi pemasaran, ia rutin mengadakan Jumat Berkah, menggelar turnamen seperti catur, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi.

“Saya menggunakan Instagram sebagai media untuk menarik konsumen agar mereka mengetahui warkop saya dengan menampilkan pamflet atau konten-konten yang menarik,” jelasnya.

Saat ini, omzet warkopnya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung cuaca dan aktivitas perkuliahan. Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar siap menghadapi risiko dan berani berinovasi.

“Wirausaha itu harus siap rugi, siap capek, dan terus belajar. Yang penting riset tempat yang stratergis dan kenali kebutuhan konsumen,” ujarnya.
 

SEBELUMNYA

Cadillac F1 Rilis Livery Perdana dengan Desain Asimetris di Super Bowl LX

BERIKUTNYA

Penantian 12 Tahun, Seattle Seahawks Taklukkan Patriots di Super Bowl LX

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga