Ilustrasi Begadang (Sumber foto: Freepik)

Menurut Studi, Ini Kegiatan yang Membuat Lebih Berisiko Terkena Penyakit Kardiovaskular

05 February 2026   |   19:39 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Karena itu, para peneliti terus mencari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Mengutip Medical News Today, studi terbaru menemukan bahwa kebiasaan tidur dan waktu aktif seseorang, yang dikenal sebagai kronotipe, ternyata berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Penelitian ini membagi orang ke dalam tiga kelompok: mereka yang aktif di pagi hari (tipe pagi atau lark), mereka yang aktif di malam hari (tipe malam atau night owl), dan kelompok tengah (intermediate). Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang cenderung aktif di malam hari memiliki risiko kesehatan jantung yang lebih tinggi.

Baca juga: Mengenal Metode Latihan 12-3-30 di Treadmill untuk Kebugaran dan Kardiovaskular

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association ini mengikuti lebih dari 322 ribu orang dewasa di Inggris selama rata-rata 14 tahun. Seluruh peserta tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke di awal penelitian. Selama masa pemantauan, peneliti mencatat kejadian serangan jantung dan stroke yang dialami peserta.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe malam memiliki risiko 16 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke dibandingkan kelompok intermediate. Sementara itu, orang yang aktif di pagi hari justru memiliki risiko yang sedikit lebih rendah.

Para peneliti juga menilai kesehatan jantung peserta menggunakan pedoman Life’s Essential 8 dari American Heart Association. Pedoman ini mencakup delapan faktor penting, yaitu pola makan sehat, aktivitas fisik, tidak merokok, tidur cukup dan berkualitas, menjaga berat badan, mengontrol kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Dari penilaian tersebut, diketahui bahwa orang yang aktif di malam hari cenderung memiliki skor kesehatan jantung yang lebih buruk. Mereka lebih sering memiliki kebiasaan tidur tidak teratur, kurang bergerak, merokok, serta pola makan yang kurang sehat. Faktor-faktor inilah yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Para ahli menilai bahwa masalah utama bukanlah kebiasaan begadang itu sendiri, melainkan ketidaksesuaian jam biologis tubuh dengan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme, tekanan darah, hingga kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi, yang semuanya berkaitan dengan penyakit jantung.

Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa temuan ini bukan berarti orang yang sering aktif di malam hari pasti akan terkena penyakit jantung. Sebagian besar risiko tersebut masih bisa dikurangi dengan perubahan gaya hidup. Menjaga waktu tidur yang konsisten, menghindari rokok, rutin berolahraga, mengatur waktu makan, serta mendapatkan paparan sinar matahari di pagi hari dapat membantu memperbaiki jam biologis tubuh.

Dengan kata lain, orang yang terbiasa aktif di malam hari tetap memiliki peluang besar untuk menjaga kesehatan jantung, asalkan lebih disiplin menerapkan pola hidup sehat. Penelitian ini menjadi pengingat bahwa tidur dan waktu aktivitas sama pentingnya dengan pola makan dan olahraga dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Studi Kardiovaskular: Pria Harus Olahraga Lebih Lama untuk Dapatkan Manfaat Seimbang
 

SEBELUMNYA

YouTube Perkuat Fitur Pengawasan Orang Tua demi Kebiasaan Menonton Anak yang Lebih Sehat

BERIKUTNYA

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Kembali Digelar, Fokus Perluas Ekosistem Sastra Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga