Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang

29 January 2026   |   15:29 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Mendaki gunung Prau seolah tak pernah cukup satu kali, terlebih karena pilihan jalur pendakiannya yang beragam. Salah satu yang belakangan mulai banyak dilirik para pendaki adalah via Kalilembu, jalur alternatif yang menawarkan suasana lebih lengang dan jalur pendakian yang lebih menantang.

Berada di Desa Kalilembu, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, jalur ini menawarkan sisi lain dari pemandangan gunung Prau. Jika lewat Patak Banteng, jalur pendakian yang lebih populer, terasa sudah terlalu ramai, Kalilembu bisa jadi alternatif untuk menikmati Prau dalam suasana yang lebih sepi.

Baca juga: Mau Mendaki Gunung? Kenali Risiko & Cara Mencegahnya

Registrasi pendakian di basecamp Kalilembu cukup mudah. Pendaki yang telah menyelesaikan administrasi selanjutnya mengikuti pengecekan logistik dan briefing singkat mengenai cuaca serta etika pendakian.
 

​   Col 2 content area   ​

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Langkah awal pendakian langsung disambut jalur tanah yang relatif landai. Di kiri dan kanan jalur, terbentang perkebunan warga yang masih aktif dikelola.

Pepohonan pinus dan semak rendah mengiringi perjalanan. Jika melalui jalur ini selepas hujan, pendaki samar-samar dapat merasakan aroma hutan yang segar dan membuat napas terasa lebih panjang.

Trek yang tidak terlalu ekstrem membuat jalur Kalilembu cocok bagi pendaki pemula, meski tetap menuntut stamina dan pengaturan napas yang baik. Sebab, seiring bertambahnya ketinggian, jalur akan mulai menanjak perlahan.

Sebagian besar lintasan pendakian berada di bawah naungan hutan. Kondisi ini membuat perjalanan di siang hari tidak terlalu panas. Namun, di beberapa titik, tetap akan ada sisi yang terbuka sehingga pendaki dapat menikmati panorama perbukitan hijau khas Dieng dari atas ketinggian.

Jarak antarpos di jalur Kalilembu relatif bersahabat bagi pendaki. Secara keseluruhan terdapat tiga pos yang dilalui sebelum mencapai puncak, dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam sejak titik awal pendakian.
 

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Salah satu daya tarik utama jalur Kalilembu adalah lintasan pendakiannya yang membawa pendaki langsung melewati area puncak Gunung Prau dengan ketinggian 2526 MDPL. Hal ini menjadi pembeda, mengingat tidak semua jalur pendakian memberikan akses langsung ke puncak, karena sebagian besar jalur justru mengarah langsung menuju area sunrise camp.

Keberadaan jalur yang melintasi puncak ini memberi kesempatan bagi pendaki menikmati suasana puncak dengan panorama yang mengagumkan. Dari titik ini, pemandangan alam dapat dinikmati secara menyeluruh dengan sudut pandang 360 derajat yang memperlihatkan bentang alam Dieng di berbagai arah.

Suasana pedesaan Dieng terlihat begitu cantik dilihat dari ketinggian. Selain itu, Telaga Warna juga dapat terlihat dari kejauhan saat cuaca cerah. Kehadiran telaga dengan gradasi warna khas tersebut menghadirkan keunikan tersendiri di tengah dominasi lanskap hijau Dieng.
 

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Menikmati Keindahan Gunung Prau via Kalilembu yang Masih Lengang (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Tak jauh dari area puncak, pendaki juga dapat menikmati pemandangan Bukit Teletubbies yang dikenal dengan hamparan perbukitan hijau. Seperti namanya, area ini berisi lanskap bergelombang dengan vegetasi rumput yang rapat menghadirkan suasana seperti program televisi Teletubbies.

Umumnya, kawasan ini juga dimanfaatkan pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Lokasinya yang terbuka menjadikannya titik favorit untuk beristirahat sekaligus menanti momen matahari terbit.

Pada pagi hari, ketika cuaca cerah, pendaki dapat menyaksikan salah satu panorama matahari terbit yang kerap disebut sebagai yang terbaik di Asia Tenggara. Siluet Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu tampak berdiri gagah, perlahan tersapu cahaya pagi yang menghangatkan suasana.

SEBELUMNYA

Stanley Rilis Tumbler Valentine 2026 Bertema Velvet Cake

BERIKUTNYA

No Na Awali 2026 dengan Single Work Berkonsep Girl Boss yang Penuh Energi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga