Kolaborasi Lego dan Crocs Rilis Sandal Berbentuk Balok
27 January 2026 |
16:32 WIB
Lego dan Crocs mengumumkan kemitraan jangka panjang untuk menghadirkan rangkaian produk yang memadukan elemen mainan Lego dengan desain sandal khas Crocs. Kolaborasi ini diumumkan pada awal 2026 dan menandai kerja sama resmi antara dua merek global yang sama-sama dikenal lewat pendekatan kreatif dan inovatif.
Kedua perusahaan menyebut kemitraan ini berangkat dari kesamaan nilai dalam mendorong imajinasi dan personalisasi. Lego menghadirkan karakteristik visual dari sistem balok ikoniknya, sementara Crocs membawa konsep alas kaki slip-on yang dapat dikustomisasi melalui aksesori.
Dalam pernyataan resmi, Lego Group menyebut kolaborasi ini sebagai perpaduan dua ikon ekspresi diri, sementara Crocs menilai kerja sama tersebut sebagai upaya membangun pendekatan baru dalam merancang produk yang memberi ruang bagi kreativitas penggemar di berbagai pasar.
Baca juga: Crocs Classic Ballet, Evolusi Mary Janes yang Lebih Sleek dan Modern
Kolaborasi ini dirancang sebagai kemitraan global dengan rencana peluncuran produk secara bertahap sepanjang tahun 2026, mencakup berbagai varian untuk segmen pasar dewasa maupun anak-anak.
Produk pertama yang diperkenalkan adalah Crocs LEGO Brick Clog, sandal berbentuk balok Lego merah berukuran besar yang langsung mencuri perhatian. Desainnya menampilkan outsole yang menyerupai stud Lego khas, lengkap dengan empat logo brand di bagian atas sandal.
Setiap pembelian disertai bonus menarik berupa minifigure Lego eksklusif yang dilengkapi empat pasang Crocs mini dalam warna putih, hitam, pink, dan merah sebagai teaser untuk varian warna mendatang. Dengan harga ritel sekitar US$150 atau setara Rp2,4 juta, produk ini ditargetkan untuk para kolektor ketimbang pemakaian harian intensif.
Debut global dijadwalkan pada 16 Februari 2026 melalui situs resmi Crocs.com. Peluncuran ini akan diikuti dengan drop kedua pada musim semi 2026 yang menghadirkan Jibbitz charms bertema Lego. Produk akan tersedia di pasar-pasar utama termasuk Indonesia, dengan pengalaman khusus di toko-toko fisik terpilih.
Sejak pengumumannya, kolaborasi ini langsung viral di media sosial dan menjadi topik hangat di berbagai fashion week. Banyak yang menyebut produk ini "aneh tapi ikonik", menggambarkannya sebagai sandal bakiak raksasa yang unik. Reaksi publik terbagi antara kekaguman akan keberanian desain dan tawa karena penampilannya yang tidak biasa, bahkan ada yang membandingkannya dengan lelucon April Fools.
Namun, keunikan inilah yang membuat banyak pihak memprediksi bahwa Crocs LEGO Brick Clog akan menjadi barang koleksi incaran. Kolaborasi ini menunjukkan tren baru dalam industri fashion di mana boundary antara mainan, fashion, dan seni semakin kabur, menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi statement piece.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kedua perusahaan menyebut kemitraan ini berangkat dari kesamaan nilai dalam mendorong imajinasi dan personalisasi. Lego menghadirkan karakteristik visual dari sistem balok ikoniknya, sementara Crocs membawa konsep alas kaki slip-on yang dapat dikustomisasi melalui aksesori.
Dalam pernyataan resmi, Lego Group menyebut kolaborasi ini sebagai perpaduan dua ikon ekspresi diri, sementara Crocs menilai kerja sama tersebut sebagai upaya membangun pendekatan baru dalam merancang produk yang memberi ruang bagi kreativitas penggemar di berbagai pasar.
Baca juga: Crocs Classic Ballet, Evolusi Mary Janes yang Lebih Sleek dan Modern
Kolaborasi ini dirancang sebagai kemitraan global dengan rencana peluncuran produk secara bertahap sepanjang tahun 2026, mencakup berbagai varian untuk segmen pasar dewasa maupun anak-anak.
Produk pertama yang diperkenalkan adalah Crocs LEGO Brick Clog, sandal berbentuk balok Lego merah berukuran besar yang langsung mencuri perhatian. Desainnya menampilkan outsole yang menyerupai stud Lego khas, lengkap dengan empat logo brand di bagian atas sandal.
Setiap pembelian disertai bonus menarik berupa minifigure Lego eksklusif yang dilengkapi empat pasang Crocs mini dalam warna putih, hitam, pink, dan merah sebagai teaser untuk varian warna mendatang. Dengan harga ritel sekitar US$150 atau setara Rp2,4 juta, produk ini ditargetkan untuk para kolektor ketimbang pemakaian harian intensif.
Debut global dijadwalkan pada 16 Februari 2026 melalui situs resmi Crocs.com. Peluncuran ini akan diikuti dengan drop kedua pada musim semi 2026 yang menghadirkan Jibbitz charms bertema Lego. Produk akan tersedia di pasar-pasar utama termasuk Indonesia, dengan pengalaman khusus di toko-toko fisik terpilih.
Sejak pengumumannya, kolaborasi ini langsung viral di media sosial dan menjadi topik hangat di berbagai fashion week. Banyak yang menyebut produk ini "aneh tapi ikonik", menggambarkannya sebagai sandal bakiak raksasa yang unik. Reaksi publik terbagi antara kekaguman akan keberanian desain dan tawa karena penampilannya yang tidak biasa, bahkan ada yang membandingkannya dengan lelucon April Fools.
Namun, keunikan inilah yang membuat banyak pihak memprediksi bahwa Crocs LEGO Brick Clog akan menjadi barang koleksi incaran. Kolaborasi ini menunjukkan tren baru dalam industri fashion di mana boundary antara mainan, fashion, dan seni semakin kabur, menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi statement piece.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.