The Cure (Sumber foto: The Cure Website)

The Cure Rayakan 1 Miliar Streaming Boys Don’t Cry dengan Album Baru

25 January 2026   |   20:18 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Lagu legendaris Boys Don’t Cry milik band asal Inggris, The Cure, mencetak rekor baru dengan menembus satu miliar pemutaran di Spotify. Capaian ini menjadikannya sebagai lagu pertama dari katalog lama The Cure yang berhasil melewati angka tersebut di platform streaming.

Melansir NME, sebagai bentuk perayaan, The Cure mengumumkan perilisan EP edisi terbatas yang dijadwalkan meluncur pada 21 April. EP ini memuat versi rekaman ulang tahun 1986 dari Boys Don’t Cry yang dibuat oleh sang vokalis, Robert Smith, untuk album kompilasi Staring At The Sea – The Singles. Menariknya, versi ini belum pernah dirilis secara digital sebelumnya, sehingga kehadirannya menjadi momen yang sangat dinanti para penggemar.

Baca juga: Lagu "Heroes" Milik David Bowie Alami Lonjakan Streaming Setelah Final Stranger Things

EP tersebut akan hadir dalam berbagai format, mulai dari vinyl 12 inci, vinyl 7 inci, CD, hingga digital. Selain lagu utama, rilisan ini juga menyertakan versi remaster dari lagu-lagu sisi-B, seperti Plastic Passion, Pillbox Tales dan Do The Hansa, serta versi extended 12 inci dari Boys Don’t Cry.

Boys Don’t Cry pertama kali dirilis pada 1979 dan kemudian menjadi lagu utama untuk album debut The Cure versi Amerika Serikat. Lagu ini dikenal sebagai salah satu karya paling representatif dari fase awal The Cure yang bernuansa new wave dan post-punk, sebelum band ini berkembang ke arah gothic rock dan alternatif.

Secara lirik, Boys Don’t Cry menceritakan tentang seorang pria yang menyembunyikan perasaannya setelah ditinggalkan kekasihnya. Ia berpura-pura kuat dan bahagia, padahal sebenarnya terluka. Lagu ini menggambarkan tekanan sosial terhadap laki-laki untuk tidak menunjukkan emosi, sebuah tema yang hingga kini masih relevan. Dengan melodi ceria namun lirik melankolis, lagu ini menjadi simbol ironi khas The Cure.

The Cure sendiri terbentuk di Crawley, Inggris, pada 1978. Dipimpin oleh Robert Smith, band ini dikenal sebagai salah satu pionir musik alternatif dan post-punk. Sepanjang kariernya, mereka telah merilis lagu-lagu legendaris seperti Just Like Heaven, Lovesong, Pictures of You, dan Friday I’m in Love.

Pada 2024, The Cure merilis album comeback Songs Of A Lost World yang mendapat sambutan hangat dari kritikus dan penggemar. Album tersebut disusul oleh versi remix berjudul Mixes Of A Lost World setahun kemudian. Konser terakhir mereka berlangsung di Troxy, London, yang kemudian dirilis dalam bentuk film konser The Show Of A Lost World.

Setelah sempat vakum dari panggung, The Cure mengonfirmasi akan kembali tampil secara langsung pada 2026 dengan rangkaian tur di Inggris dan Eropa, termasuk Manchester, Cardiff, Dublin, Belfast, Edinburgh, dan Berlin. Mereka juga akan menjadi penampil utama di berbagai festival besar.

Robert Smith juga mengungkapkan bahwa The Cure telah merekam 13 lagu baru untuk album mendatang, bahkan menyebut ada dua proyek album lain yang sedang disiapkan.

Di tengah kabar bahagia ini, The Cure juga berduka atas wafatnya gitaris dan pemain keyboard lama mereka, Perry Bamonte, yang meninggal dunia pada 26 Desember setelah sakit singkat. Meski demikian, pencapaian Boys Don’t Cry menjadi bukti bahwa warisan musik The Cure akan terus hidup.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Sinners Sabet Rekor Nominasi Academy Awards 2026 Kalahkan Titanic dan La La Land

BERIKUTNYA

Bukan Musik, Keheningan Justru Paling Ampuh Bikin Rileks

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga