Ilustrasi olahraga (Sumber foto: Freepik)

Cukup Lima Menit Aktivitas Fisik, Risiko Kematian Turun hingga 10%

25 January 2026   |   14:27 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat namun minim gerak, banyak orang lupa bahwa tubuh manusia diciptakan untuk aktif. Duduk terlalu lama di depan layar, bekerja tanpa jeda, dan kurang berolahraga kini menjadi kebiasaan yang dianggap wajar.

Padahal, temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa perubahan kecil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan dan umur panjang.

Melansir Medical News Today, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menyatakan bahwa dengan menambah hanya lima menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari mampu menurunkan risiko kematian hingga 10 persen. Bahkan, hanya dengan mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari pun menurunkan risiko kematian.

Baca juga: Studi Kardiovaskular: Pria Harus Olahraga Lebih Lama untuk Dapatkan Manfaat Seimbang

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 150.000 orang dewasa dari Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris. Seluruh peserta dipantau menggunakan perangkat khusus untuk mencatat aktivitas fisik harian mereka. Dengan metode ini, para peneliti dapat melihat hubungan langsung antara durasi gerak, waktu duduk, dan risiko kematian dalam jangka panjang.

Profesor Ulf Ekelund, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa aktivitas fisik telah lama terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan. “Semakin aktif seseorang, semakin rendah risiko kematian dini, dan semakin baik kualitas hidupnya,” ujarnya. Namun, yang membuat penelitian ini istimewa adalah fokusnya pada perubahan kecil yang dapat dilakukan siapa saja, tanpa perlu olahraga berat atau waktu panjang.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada kelompok 20 persen peserta yang paling jarang bergerak, penambahan lima menit aktivitas fisik per hari dapat menurunkan angka kematian sebesar 6 persen selama masa pengamatan rata-rata delapan tahun. Jika diterapkan pada seluruh populasi, potensi pencegahan kematian meningkat hingga 10 persen.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Dalam sebuah populasi dengan 100.000 kematian per tahun, sekitar 6.000 hingga 10.000 jiwa berpeluang diselamatkan hanya dengan menambahkan lima menit gerak setiap hari. Sebuah angka yang mencerminkan betapa besar kekuatan perubahan kecil.

Tak hanya itu, pengurangan waktu duduk juga membawa manfaat signifikan. Mengurangi duduk selama 30 menit per hari dapat mencegah sekitar 3 persen kematian pada kelompok paling tidak aktif, dan hingga 7 persen jika seluruh populasi melakukannya. Menurut Ekelund, ini setara dengan 3.000 hingga 7.000 kematian yang bisa dicegah setiap tahun.

Temuan ini disambut positif oleh para praktisi kesehatan. Alyssa Lombardi, ahli fisiologi olahraga dari Hartford HealthCare, menyebut gerakan sebagai 'obat alami' untuk tubuh. Menurutnya, bahkan lima menit aktivitas fisik dapat memperbaiki kondisi jantung, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi stres.

Ia juga menilai penelitian ini sejalan dengan tren masyarakat yang kini lebih memilih perubahan gaya hidup sehat dibandingkan bergantung pada obat-obatan. “Gerakan adalah investasi jangka panjang untuk tubuh dan pikiran,” katanya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

ChatGPT Kini Mampu Memprediksi Usia Pengguna, Begini Cara Kerjanya

BERIKUTNYA

Menuju F1 2026, Audi Perkenalkan Livery R26 Bernuansa Titanium–Lava Red

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga