Gunung Gede Pangrango. (Sumber foto: gedepangrango.org)

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang RFID untuk Keamanan Pendaki

20 January 2026   |   16:09 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan bersama pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi memperkenalkan sistem gelang berbasis Radio Frequency Identification (RFID) sebagai bagian dari peningkatan standar keamanan dan keselamatan pendaki.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @ayoketamannasional_official yang menjelaskan bahwa inovasi ini diterapkan untuk memperkuat pengawasan aktivitas pendakian, khususnya dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem, medan yang menantang, serta potensi keadaan darurat di kawasan pegunungan.

Baca juga: Mau Mendaki Gunung? Kenali Risiko & Cara Mencegahnya

Setiap pendaki akan menerima gelang RFID saat melakukan registrasi di pos pendakian. Gelang tersebut berfungsi sebagai identitas digital yang terhubung dengan sistem pemantauan milik pengelola taman nasional.

Data dari gelang RFID akan terbaca di sejumlah checkpoint yang ditempatkan di sepanjang jalur pendakian. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau pergerakan dan progres pendakian secara real-time, termasuk mengetahui posisi terakhir pendaki yang telah terdaftar secara resmi.

Penerapan teknologi RFID dinilai mampu meningkatkan efektivitas proses Search and Rescue (SAR) apabila terjadi kondisi darurat. Dengan data pergerakan yang terekam secara sistematis, tim penyelamat dapat mempersempit area pencarian dan mempercepat respons penanganan.

Hal ini menjadi krusial mengingat karakteristik Gunung Gede Pangrango yang memiliki medan bervariasi serta perubahan cuaca yang relatif cepat, sehingga ketepatan informasi lokasi menjadi faktor penentu keselamatan pendaki.
 


Pada tahap awal implementasi, sistem gelang RFID diterapkan di dua jalur utama pendakian, yakni Jalur Gunung Putri dan Jalur Cibodas. Kedua jalur tersebut merupakan rute yang paling sering digunakan pendaki untuk menuju puncak maupun kawasan Surya Kencana.

Pengelola TNGGP menyebutkan bahwa checkpoint pemantauan akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk kawasan Surya Kencana yang dikenal sebagai destinasi favorit dengan ekosistem edelweis yang dilindungi.

Selain sistem pelacakan, pengelola juga menyiapkan fasilitas bantuan darurat di titik-titik tertentu sepanjang jalur pendakian. Fasilitas ini berupa pos atau stasiun darurat yang dapat digunakan pendaki untuk meminta pertolongan secara langsung kepada petugas.

Dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan, tersesat, atau gangguan kesehatan, pendaki dapat mendatangi titik bantuan tersebut untuk mengirimkan sinyal ke pos pemantauan di bawah. Skema ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan sinyal komunikasi seluler di kawasan pegunungan.

Dengan demikian, gelang RFID berfungsi sebagai alat identifikasi dan pemantauan, sementara proses permintaan bantuan dilakukan melalui infrastruktur darurat yang telah disiapkan secara terpisah oleh pengelola.

Bagi para pendaki dan pecinta alam, kehadiran sistem ini diharapkan dapat memberikan rasa aman tambahan tanpa mengurangi pengalaman mendaki. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat berjalan beriringan dengan aktivitas luar ruang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

10 Years Challenge Ramai Lagi, Kilas Balik Fenomena 2016

BERIKUTNYA

Eks Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong Tulis Buku Autobiografi, Cerita Soal Apa Aja?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga