Eks Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong (Sumber gambar: Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Eks Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong Tulis Buku Autobiografi, Cerita Soal Apa Aja?

20 January 2026   |   16:05 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Ketika untuk pertama kalinya menyaksikan langsung permainan para pemain muda sepak bola Indonesia, pelatih Shin Tae Yong sempat berkata dalam hati, "Kok jago sih?". Saat itu, ia tengah memantau tim U-20 yang dipersiapkan untuk ajang Piala Dunia U-20, yang belakangan batal terselenggara di Indonesia.

Akan tetapi, hanya dalam waktu 20 menit, kesan positif tersebut mulai berubah. Kekaguman awal itu perlahan memudar setelah melihat kondisi fisik pemain yang lemah, mudah kehabisan tenaga, dan berujung pada permainan yang menjadi tidak teratur setelahnya.

Baca juga: Prestasi & Pencapaian Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

Pengalaman awal Shin Tae Yong menyaksikan langsung kondisi sepak bola Indonesia itu kemudian ia ceritakan dalam buku autobiografinya yang berjudul Korean Garuda Shin Tae Yong yang dirilis beberapa waktu yang lalu.

Buku ini tidak hanya merekam perjalanan karier seorang pelatih asal Korea Selatan di Indonesia, tetapi juga menyingkap dinamika batin, konflik, dan idealisme yang menyertai transformasi besar timnas Indonesia.

Buku ini membawa pembaca menyusuri awal pertemuan Shin Tae Yong dengan sepak bola Indonesia, proses adaptasinya dengan budaya lokal, hingga bagaimana ia perlahan memahami karakter pemain dan pola permainan yang cocok di atas lapangan.

Sejak halaman-halaman awal, terasa jelas bahwa perjalanannya di Indonesia bukan sekadar proyek kepelatihan biasa bagi Shin, melainkan juga perjalanan emosional yang penuh liku.

Sebab, setelah gagal membawa Korea Selatan ke babak gugur di Piala Dunia 2018, Shin merasa perlu merefleksikan banyak hal, terutama soal kecintannya pada sepak bola, yang kemudian mengantarkannya melatih Indonesia dan menolak tawaran dari institusi lain meski dengan gaji yang lebih menggiurkan.
 

Di buku ini, Shin banyak berbicara soal keputusan-keputusan yang dilakukannya di lapangan. Namun, tak hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana perasaannya berkecamuk di balik perjalanan lima tahun bersama timnas Indonesia.

Dimulai dari keberaniannya yang memilih merombak hampir 90 persen skuad timnas dengan diisi pemain-pemain muda, arti penting pertandingan timnas Indonesia menghadapi Argentina, hingga momen dramatis saat Shin Tae Yong bersama skuad Garuda harus menghadapi timnas Korea Selatan U-23 di Piala Asia U-23 2024.

Namun, yang tak kalah menarik, Shin juga akhirnya berbicara soal bagaimana visi besarnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dia rupanya punya rencana besar setelah berhasil mengalahkan Arab Saudi pada 19 November 2024, yang sekaligus menjadi kemenangan perdana skuad Garuda di turnamen ini.

Kemenangan ini menempatkan Garuda berada di peringkat ketiga dan hanya berjarak 1 poin dari Australia di peringkat kedua kala itu, yang menjadi batas lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.

Oleh karena itu, laga berikutnya dia anggap sebagai pertaruhan hidup-mati. Namun, sebelum mimpi itu diuji di lapangan, Shin justru harus lebih diberhentikan dan digantikan oleh pelatih lain.

Dari sisi gaya penulisan, buku dikemas dengan tata bahasa yang menarik. Shin tidak sekadar menuturkan kejadian, tetapi juga mencoba menggambarkan mental maupun suasana batin yang tercipta kala itu. Pembaca diajak melihat sisi manusiawi seorang pelatih yang sering kali hanya dinilai dari hasil akhir pertandingan, tanpa memahami beban psikologis di balik setiap keputusan besar.

Di dalamnya, pembaca dapat melihat bahwa perubahan besar dalam sepak bola Indonesia bukanlah hasil keajaiban, melainkan buah dari keputusan-keputusan sulit, kesabaran, serta keyakinan yang terus diuji oleh waktu dan hasil.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang RFID untuk Keamanan Pendaki

BERIKUTNYA

Asal-usul FIFA Series 2026, Turnamen Global yang Diikuti Timnas Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga