Still photo Ghost in the Cell (Sumber gambar: Dok Come and See Pictures)

Film Ghost In The Cell Karya Joko Anwar Bakal Tayang di Berlinale 2026

17 January 2026   |   10:39 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Nama Joko Anwar kembali bergema di panggung sinema dunia. Lewat film terbarunya, Ghost In The Cell, sutradara yang dikenal konsisten mengeksplorasi isu-isu sosial ini berhasil menembus salah satu festival film paling bergengsi di dunia, Berlinale 2026.

Film ini terpilih tayang di section Forum, salah satu kategori prestisius di Berlinale. Forum Berlinale selama ini dikenal sebagai wadah bagi film-film yang menawarkan ketajaman perspektif sosial sekaligus eksplorasi estetika yang kuat.

Baca juga: Sutradara Joko Anwar Gandeng Produser Parasite, Siap Garap Ghost in The Cell

Karya-karya yang masuk dalam section ini umumnya dibuat oleh sineas yang menempatkan film sebagai medium refleksi, dengan perhatian pada dampaknya terhadap isu koeksistensi manusia, perjuangan dan rekonsiliasi, serta bagaimana sejarah dan narasi personal membentuk pengalaman kolektif, rasa kebersamaan, keindahan, dan solidaritas.

Dalam laman resmi Berlinale, disebutkan film-film yang tayang di program ini diharapkan dapat membuka ruang refleksi tentang kondisi perfilman saat ini, sekaligus mengajak penonton menimbang bagaimana film turut membentuk masa kini dan masa depan sosial, budaya, ekologis, dan politik.

Dalam sejarahnya, section ini juga pernah menayangkan film-film ternama, seperti Exhuma (2024) karya Jang Jae-hyun dan Snowpiercer (2014) karya Bong Joon-ho.

“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale karena section ini dikenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini,” kata Joko Anwar.

Sementara itu, produser Ghost in the Cell, Tia Hasibuan, menyebut terpilihnya film ini dalam Berlinale Forum menjadi penegasan bahwa Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menegangkan, tetapi juga memiliki kedalaman gagasan serta kekuatan bahasa sinema yang solid.

“Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, Bahasa sinema, dan gagasan yang kuat dan menarik untuk segera dinikmati penonton bioskop Indonesia,” kata
 

Still photo (Sumber gambar: Dok Come and See Pictures)

Still photo Ghost in the Cell (Sumber gambar: Dok Come and See Pictures)


Sinopsis Ghost In The Cell menghadirkan premis yang kuat dan menggugah. Cerita berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai oleh kekerasan serta praktik ketidakadilan yang mengakar.

Melalui perpaduan elemen horor dan kritik sosial, film ini menyoroti bagaimana sebuah sistem justru dapat menjadi tameng bagi kekuasaan, bahkan di ruang yang semestinya berfungsi sebagai tempat penegakan hukuman dan keadilan.

Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures dengan dukungan kerja sama dari RAPI Films dan Legacy Pictures. Sementara itu, Barunson E&A dipercaya sebagai agen penjualan internasional untuk distribusi film ini secara global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Indonesia Duduki Peringkat 8 Pasar Musik Terbesar Dunia di 2025

BERIKUTNYA

Film Monster Pabrik Rambut Karya Edwin Lolos Kurasi Berlinale 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga