Rockstar Games menindak misi kontroversial di GTA Online tentang Charlie Kirk (Foto: X/@TheGameVerse)

Rockstar Batasi Konten GTA Online Setelah Muncul Misi Tragedi Charlie Kirk

19 January 2026   |   19:57 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Rockstar Games kembali menjadi sorotan setelah menghapus sejumlah misi buatan pemain di Grand Theft Auto Online (GTA Online) yang mengangkat rekonstruksi pembunuhan tokoh konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk. Tak hanya menghapus konten tersebut, Rockstar juga memasukkan nama “Charlie Kirk” ke dalam sistem penyaring konten mereka agar tidak lagi bisa digunakan dalam misi buatan pemain.

Seperti yang diketahui, Charlie Kirk adalah pendiri organisasi Turning Point USA, yang tewas ditembak saat menghadiri acara kampus di Utah Valley University pada 10 September 2025 silam. Saat itu, Kirk yang berusia 31 tahun ditembak di bagian leher dari atap gedung terdekat menggunakan senapan bolt-action.

Baca juga: TheoTown, Game Simulasi Kota yang Viral Jadi Medium Satir Realitas Indonesia

Pelaku penembakan, Tyler Robinson (22), menyerahkan diri ke polisi sehari setelah kejadian. Insiden ini memicu gelombang perdebatan politik luas dan menjadi salah satu tragedi paling disorot di Amerika Serikat sepanjang 2025.

Kontroversi di GTA Online bermula setelah Rockstar merilis pembaruan bertajuk "A Safehouse in the Hills" pada Desember 2025. Pembaruan ini memperkenalkan fitur Mission Creator, yang memungkinkan pemain merancang dan membagikan misi mereka sendiri lengkap dengan objektif, mekanik permainan, hingga dialog kustom.

Namun, tak lama setelah fitur tersebut dirilis, sejumlah pemain justru memanfaatkannya untuk membuat misi yang meniru pembunuhan Kirk. Salah satu misi yang paling banyak dibicarakan berjudul "We Are Charlie Kirk". Misi ini sempat viral di media sosial karena secara gamblang merekonstruksi peristiwa penembakan tersebut.

Dalam rekaman yang beredar di platform X, pemain berperan sebagai penembak jitu dari atas gedung dan menargetkan karakter bernama Charlie Kirk yang berdiri di bawah tenda menyerupai lokasi kampus Utah Valley University. Setelah menyelesaikan misi, pemain akan memperoleh 15 Job Points sebagai hadiah.

Portal gaming Kotaku melaporkan bahwa pencarian kata “Charlie Kirk” di situs resmi custom jobs GTA Online kini tidak lagi menampilkan hasil, melainkan pesan error. Situasi ini serupa dengan pemblokiran kata-kata kasar atau istilah sensitif lain yang sebelumnya sudah masuk dalam sistem filter Rockstar.

Mengutip laporan Variety, Rockstar Games telah menghapus misi "We Are Charlie Kirk" beserta konten serupa lainnya dari server mereka. Sumber lain juga menyebutkan bahwa setiap konten buatan pemain yang merujuk pada Charlie Kirk akan terus ditindak dan dihapus.

Rockstar juga disebut berencana menyesuaikan penamaan sistem “profanity filter” agar lebih mencerminkan fungsinya sebagai penyaring berbagai konten yang dianggap tidak pantas, termasuk penggambaran peristiwa nyata yang sensitif. Langkah ini bukan kali pertama dilakukan di industri game.

Pada September 2025, platform Roblox juga menghapus lebih dari 100 konten buatan pengguna yang berkaitan dengan Charlie Kirk. CEO Roblox, David Baszucki, menyebut konten tersebut melanggar Community Standards karena menampilkan ulang atau mempromosikan peristiwa nyata yang bersifat sensitif dan penuh kekerasan.

Sejumlah pengamat menilai penanganan kasus ini menjadi ujian penting bagi Rockstar, terutama menjelang perilisan GTA 6. Dengan fitur kreasi pemain yang diperkirakan akan semakin kompleks, tantangan dalam mengkurasi konten agar tetap kreatif tanpa melanggar batas etika diprediksi akan semakin besar.

SEBELUMNYA

Mitski Isyaratkan Album Baru Lewat Cara Unik di Instagram

BERIKUTNYA

Ryan Hurst Bakal Perankan Kratos dalam Serial Live Action God of War

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga