Game simulasi kota TheoTown (Foto: Steam, TheoTown)

TheoTown, Game Simulasi Kota yang Viral Jadi Medium Satir Realitas Indonesia

13 January 2026   |   19:39 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Game simulasi pembangunan kota TheoTown mendadak ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia baru-baru ini. Yang menarik, bukan sekadar gameplay-nya, tapi bagaimana pemain di Tanah Air mengubah permainan ini menjadi ruang ekspresi kritik sosial terhadap kebijakan publik dan realitas perkotaan yang mereka hadapi sehari-hari.

Melansir laman resmi Steam, TheoTown merupakan game simulasi tata kota garapan developer Lobby Divinus pada 5 Juni 2019. Dikembangkan oleh blueflower UG, studio game indie asal Jerman, TheoTown mengajak pemain berperan sebagai wali kota yang bertugas merancang, membangun, dan mengelola kota dari desa kecil hingga menjadi metropolis besar.

Baca juga: Lebih dari Call of Duty, Jejak Vince Zampella di Budaya Game Global

Pemain harus mengatur infrastruktur, layanan publik, hingga sistem transportasi, sembari menghadapi berbagai tantangan seperti bencana alam dan krisis sosial. Fenomena ini muncul ketika sejumlah pemain Indonesia mengunggah tangkapan layar dan video permainan yang menggambarkan persoalan khas perkotaan, mulai dari kemacetan, tata kota semrawut, hingga kebijakan pembangunan yang dianggap tidak berpihak pada warga.

Komunitas bernama "TheoTown Community of Indonesia" yang ada di Facebook kini menjadi wadah utama bagi para pemain untuk memamerkan hasil pembangunan kota sekaligus menyampaikan kritik sosial.

Banyak pemain secara sadar memainkan peran sebagai pemimpin kota yang mengambil kebijakan kontroversial, lalu melihat bagaimana warga bereaksi seperti menaikkan pajak secara drastis demi mengejar pemasukan daerah yang berujung pada demo massal dan kerusuhan, atau membangun industri besar tanpa memperhatikan lingkungan sehingga menyebabkan bencana dan krisis kesehatan.

Roleplay semacam ini kerap disertai komentar satir yang menyentil realitas sosial Indonesia tanpa harus menyebut konteks politik secara langsung. Popularitas TheoTown kembali naik seiring maraknya konten lokal buatan komunitas.

Pemain memanfaatkan fitur plugin untuk menghadirkan elemen khas Indonesia dalam permainan. Komunitas lokal menciptakan plugin unik seperti SPBU Pertamina, pasar tradisional, gedung pemerintahan, dan perumahan subsidi, membuat kota virtual terasa "Indonesia banget". 

Viralnya TheoTown di Indonesia menegaskan bahwa game digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkan juga medium refleksi sosial. Melalui visual interaktif dan simulasi kebijakan, pemain memproyeksikan pengalaman serta kritik terhadap realitas perkotaan yang mereka hadapi, tanpa harus disampaikan secara langsung.

Pendekatan satir yang dibalut kreativitas membuat TheoTown diterima luas sebagai ruang ekspresi kolektif, sekaligus cermin persoalan publik yang akrab dengan keseharian masyarakat.

SEBELUMNYA

Morrissey Bakal Keluarkan Album Terbaru Make-Up Is A Lie

BERIKUTNYA

Jackass 5 Tayang Juni 2026, Johnny Knoxville Kembali dengan Hiburan Ekstrem Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga