Autistic Barbie. (Sumber foto: Mattel)

Mattel Inc. Perkenalkan Barbie Autistik, Perluas Koleksi Boneka Inklusif

13 January 2026   |   17:28 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Upaya menghadirkan representasi yang lebih inklusif diperluas oleh Mattel Inc. dengan meluncurkan Barbie autistik pada Senin (12/1/2026). Kehadiran boneka ini menambah deretan koleksi Barbie yang merayakan keberagaman, setelah menghadirkan Barbie dengan Down syndrome, tunanetra, serta Barbie dan Ken dengan vitiligo.

Pengembangan Barbie autistik dilakukan selama lebih dari 18 bulan melalui kemitraan dengan Autistic Self Advocacy Network, organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak serta representasi media yang adil bagi komunitas autistik. Kolaborasi ini memastikan desain boneka tidak sekadar simbolis, tetapi juga sensitif terhadap pengalaman nyata individu dengan autisme.

Mattel menyebut boneka ini dirancang untuk merefleksikan beragam cara orang autistik memproses dunia di sekitar mereka, sekaligus mendorong pemahaman dan empati sejak usia dini.

Baca juga: Mattel Luncurkan Boneka One of A Kind Spesial HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia

Dilansir dari beberapa sumber, Noor Pervez, manajer keterlibatan komunitas dari Autistic Self Advocacy Network yang bekerja erat dengan Mattel dalam prototype Barbie menjelaskan bahwa konsep barbie tersebut merupakan tantangan besar. Autisme mencakup berbagai perilaku dan kesulitan yang sangat bervariasi tingkatannya, dan banyak ciri yang terkait dengan gangguan ini tidak langsung terlihat. 

Seperti banyak disabilitas lainnya, autisme tidak terlihat dengan cara tertentu, tetapi mereka dapat mencoba menunjukkan beberapa cara autisme mengekspresikan dirinya. Setiap elemen desain Barbie autistik dipilih dengan hati-hati untuk merepresentasikan pengalaman autistik yang autentik.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MATTEL (@mattel)


Mata Barbie sedikit bergeser ke samping untuk merepresentasikan bagaimana beberapa orang yang mengalami autisme terkadang menghindari kontak mata langsung. Selain itu, Barbie ini juga diberi siku dan pergelangan tangan yang dapat diartikulasikan untuk mengakui stimming, kepakan tangan, dan gerakan lainnya yang digunakan beberapa orang autistik untuk memproses informasi sensorik atau mengekspresikan kegembiraan.

Tim pengembang turut menjelaskan pertimbangan desain busana yang dikenakan Barbie autistik. Sebagian individu dengan autisme cenderung memilih pakaian longgar karena sensitif terhadap sentuhan jahitan kain, sementara sebagian lainnya justru mengenakan pakaian yang lebih pas untuk membantu merasakan posisi tubuh mereka.

Atas dasar itu, tim memilih gaun A-line berlengan pendek dengan rok yang mengalir, sehingga meminimalkan kontak kain dengan kulit sekaligus tetap memberi kenyamanan.

Uniknya, setiap boneka dilengkapi dengan fidget spinner jari berwarna pink, headphone peredam bising, dan tablet berwarna pink yang dimodelkan sesuai dengan perangkat yang digunakan beberapa orang autistik yang kesulitan berbicara untuk berkomunikasi. Semua yang disebutkan adalah bagian dari aksesoris yang digunakan oleh Barbie autistik.

Mattel telah memperkenalkan boneka pertamanya dengan Down syndrome pada 2023 dan meluncurkan Barbie yang merepresentasikan seseorang dengan diabetes tipe 1 musim panas lalu. 

Lini Fashionistas juga mencakup Barbie dan Ken dengan kaki prostetik, dan Barbie dengan alat bantu dengar, serta mencakup berbagai tipe tubuh tinggi, kecil, dan curvy serta berbagai jenis rambut dan warna kulit. Boneka Barbie ini tersedia di toko online Mattel dengan harga US$11,87 atau setara dengan Rp200.000.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB Periode 2026

BERIKUTNYA

Morrissey Bakal Keluarkan Album Terbaru Make-Up Is A Lie

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga