Potret Leonardo da Vinci. (Sumber gambar: Leonardo da Vinci.org)

Peneliti Diduga Temukan DNA Leonardo da Vinci dari Karya Seni Era Renaissance

11 January 2026   |   15:10 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Para ilmuan mengklaim berhasil mengekstraksi DNA yang mungkin berasal dari pelukis Leonardo da Vinci dari karya seni berusia ratusan tahun. Materi genetik itu disebut berpotensi membuka babak baru dalam autentikasi karya seni sekaligus pemahaman tentang biografi biologis sang maestro Renaissance itu.

Dalam makalah yang diterbitkan peneliti ke basis data pracetak bioRxiv, jejak DNA diduga milik da Vinci tertanam dalam sketsa kapur merah yang disebut “Holy Child”. DNA tersebut digadang-gadang mirip dengan materi genetik yang ditemukan dari surat yang ditulis pada 1400an oleh Frosino di ser Giovanni da Vinci, sepupu dari kakek Leonardo da Vinci, Antonio da Vinci.

Baca juga: Deretan Karya Seni dengan Harga Selangit, Lukisan Pablo Picasso sampai Leonardo da Vinci

Secara spesifik, gambar dan surat tersebut berisi sekuens kromosom Y yang cocok dengan haplogroup, atau garis keturunan genetik, dengan nenek moyang yang sama di Toskana, tempat Leonardo da Vinci dilahirkan.

“Karena sekuens kromosom Y diturunkan hampir tanpa perubahan dari ayah ke anak laki-laki, pemulihan sekuens ini merupakan titik awal yang bagus bagi para peneliti yang ingin menyusun kembali DNA Leonardo da Vinci,” ujar Charlie Lee, ahli genetika yang memimpin Jackson Laboratory for Genomic Medicine di Connecticut, dikutip dari Live Science, Jumat (9/1/2026).

Kendati demikian, beberapa ahli berpendapat bahwa Leonardo da Vinci tidak menggambar "Holy Child". Mereka meyakini bahwa sketsa tersebut dibuat oleh salah satu muridnya.

Oleh karena itu, para peneliti ingin merekonstruksi DNA da Vinci untuk membantu mengautentikasi beberapa karya seninya. Beberapa ahli juga berpendapat bahwa materi genetik polimat Italia ini dapat mengungkapkan alasan biologis di balik kemampuan artistik dan kemampuan lainnya.

Sayangnya, rekonstruksi ini menemui sejumlah kendala. Salah satunya, makam da Vinci di Prancis sebagian hancur selama Revolusi Prancis. Jenazahnya pun diduga hilang atau setidaknya tercampur dengan jenazah lain, selama pemindahan ke lokasi pemakaman baru yang seharusnya berada di Kapel Saint-Hubert di Ambroise.

Masalah lain, ibu da Vinci, Caterina di Meo Lippi, dimakamkan di lokasi yang tidak diketahui. Caterina adalah seorang pelayan remaja ketika melahirkan Leonardo. 

Jika ditemukan, sisa-sisa tubuhnya dapat memberikan kecocokan dengan gambar "Holy Child" untuk DNA mitokondria, jenis DNA yang diturunkan dari ibu ke anak dan biasanya ditemukan dalam jumlah yang lebih besar pada benda daripada DNA dari kromosom.

Para ilmuwan juga ditolak aksesnya ke makam ayah da Vinci di Florence. Padahal, mereka berharap dapat menemukan DNA kromosom Y untuk dicocokkan dengan "Holy Child." Sementara itu, da Vinci sendiri sejauh ini diketahui tidak memiliki keturunan karena dia tidak pernah menikah atau memiliki anak.

Salah satu harapan para peneliti  adalah menemukan kerabat laki-laki da Vinci untuk membandingkan urutan kromosom Y dari "Holy Child". Para peneliti saat ini sedang menganalisis tiga tulang yang ditemukan dari makam keluarga di Italia tempat kakek Leonardo, Antonio da Vinci, dimakamkan, dan juga mengambil sampel DNA dari keturunan yang masih hidup.

Tim tersebut juga sedang mengurutkan DNA dari sehelai rambut yang digali pada 1863 di Ambroise dan yang mungkin berasal dari janggut Leonardo da Vinci. Terakhir, para peneliti sedang mencari surat dan dokumen lain yang ditulis oleh kerabat laki-laki yang mungkin telah mengabadikan DNA penulisnya. 

Surat dari Frosino di ser Giovanni da Vinci adalah salah satu artefak tersebut. Untuk studi baru ini, para ilmuwan membandingkan DNA dari surat tersebut dengan sekitar 90.000 penanda yang diketahui memisahkan sekuens kromosom Y ke dalam garis keturunan yang disebut haplogroup. 

DNA kromosom Y dalam surat dan sketsa "Holy Child" termasuk dalam haplogroup E1b1b, yang mungkin dimiliki oleh Leonardo da Vinci dan keluarga besarnya.

Para ilmuwan mengekstrak DNA dari gambar tersebut dengan cara mengusapnya secara perlahan. Metode ini dinilai dapat membantu mengautentikasi semua jenis karya seni yang asal-usulnya tidak pasti.

Para penulis studi kini sedang menindaklanjuti berbagai petunjuk lainnya. Selain sehelai rambut yang diduga benar milik Leonardo da Vinci, mereka menelusuri bukti langsung dari makam sang polimat. “Sumber DNA yang paling mungkin berasal dari manuskrip dan gambar yang kita ketahui digambar sendiri oleh da Vinci,” tulis para peneliti.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

SingaPaw Air Hadirkan Penerbangan Private Jet Ramah Hewan Peliharaan

BERIKUTNYA

3 Robot Humanoid yang Menyita Perhatian di CES 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga