Ilustrasi komponen. (Sumber gambar: Freepik/AI Generatif)

Harga Komponen Naik, Vendor Smartphone Pantau Situasi

04 January 2026   |   13:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Vendor smartphone terus memantau situasi tekanan terhadap rantai pasok semikonduktor akibat lonjakan permintaan komponen untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Tidak dipungkiri, kondisi ini diprediksi menaikkan harga ponsel pada 2026. Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia menyampaikan pihaknya melihat bahwa industri memori global memang sedang mengalami pergeseran struktural.

Situasi tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan dari sektor AI yang berdampak pada ketersediaan pasokan di berbagai segmen, termasuk elektronik konsumen. Dari perspektif Xiaomi, ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan menurutnya membutuhkan basis pemasok yang beragam dan kompetitif.

“Kami terus memantau perkembangan berbagai produsen memori, termasuk pemain yang sedang berkembang, dengan tetap mengutamakan aspek kualitas, reliabilitas, skala produksi, dan stabilitas pasokan jangka panjang,” jelas Zhao kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Harga Smartphone Berpotensi Naik, Pakar Anjurkan Upgrade Secara Selektif

Sejauh ini, prioritas Xiaomi katanya memastikan setiap komponen yang digunakan dalam produk mereka memenuhi standar kualitas yang ketat dan mampu memberikan pengalaman pengguna yang konsisten.

Fransisco Jeronimo, Vice President Data & Analytics Device dari International Data Corporation (IDC) lebih rinci menerangkan ekspansi masif infrastruktur AI dan beban kerja komputasi berintensitas tinggi telah menyerap porsi besar kapasitas manufaktur memori global.

Beban kerja AI menuntut penggunaan memori dalam jumlah besar, sehingga produsen memilih mengalihkan produksi dari memori konvensional ke solusi memori berperforma tinggi dengan margin keuntungan lebih besar.

Alih-alih memperluas produksi DRAM dan NAND yang lazim digunakan pada ponsel pintar, komputer pribadi, dan perangkat elektronik konsumen lainnya, produsen memori utama justru memprioritaskan pengembangan memori yang digunakan pusat data AI, seperti high bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas tinggi.

Pergeseran ini secara langsung membatasi pasokan modul memori tujuan umum di pasar, sekaligus mendorong kenaikan harga secara menyeluruh. Kebutuhan memori pada server AI dan sistem perusahaan tercatat jauh lebih besar dibandingkan perangkat konsumen. 

Pembangunan infrastruktur AI skala besar pun menyedot kapasitas produksi global, sementara pemasok memprioritaskan pesanan dari perusahaan hyperscaler dan OEM yang membangun server AI. “Dinamika tersebut menyebabkan ketersediaan DRAM untuk perangkat konsumen berkurang, memperburuk tekanan harga di pasar yang ketat,” jelas Jeronimo.

Lebih jauh, kelangkaan ini tidak lagi sekadar mencerminkan ketidakseimbangan sementara antara penawaran dan permintaan. Industri memori menghadapi potensi realokasi strategis permanen atas kapasitas wafer silikon global. 

Selama puluhan tahun, produksi DRAM dan NAND Flash untuk smartphone dan PC menjadi motor utama industri. Namun kini, dinamika tersebut berbalik arah.

Permintaan tinggi terhadap HBM dari raksasa teknologi global seperti Microsoft, Google, Meta, dan Amazon mendorong tiga produsen memori terbesar dunia, Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, mengalihkan ruang cleanroom serta belanja modal yang terbatas ke komponen kelas perusahaan dengan margin lebih tinggi. 

Realokasi ini bersifat zero-sum, bahwa setiap wafer yang digunakan untuk memproduksi HBM bagi GPU Nvidia, berarti berkurangnya pasokan untuk memori ponsel kelas menengah. Sejalan dengan kondisi tersebut, IDC memperkirakan pertumbuhan pasokan DRAM dan NAND pada 2026 akan berada di bawah rata-rata, yaitu masing-masing sebesar 16 persen year-on-year dan 17 persen year-on-year.  

Lantas bagaimana dampaknya pada pasar smartphone? Jeronimo menyampaikan, pasar ponsel pintar global, khususnya produsen Android, menghadapi ancaman pada tahun ini. Struktur biaya sebuah smartphone sangat bergantung pada memori yang digunakan. 

Untuk perangkat kelas menengah, memori dapat mencapai 15-20 persen dari total biaya produksi (Bill of Materials/BOM), sedangkan untuk perangkat kelas atas unggulan, sekitar 10-15 persen. “Karena harga memori terus melonjak, OEM kemungkinan besar harus menaikkan harga secara signifikan, mengurangi spesifikasi, atau keduanya,” tuturnya. 

Vendor untuk smartphone entry level katanya yang paling menderita akibat kondisi ini. TCL, Transsion, Realme, Xiaomi, Lenovo, Oppo, Vivo, Honor, atau Huawei selama ini mengambil margin keuntungan yang tipis. 

“Kenaikan biaya ini akan sangat memukul margin keuntungan mereka, dan mereka tidak punya pilihan lain selain membebankan biaya (atau sebagian) kepada pengguna akhir,” ungkap Jeronimo.

Di segmen pasar kelas atas, Apple dan Samsung menghadapi tekanan tetapi secara struktural masih terbilang aman. Cadangan kas dan perjanjian pasokan jangka panjang memungkinkan mereka untuk mengamankan pasokan memori 12-24 bulan sebelumnya. Di sisi lain, model unggulan baru pada 2026 kemungkinan tidak akan mengalami peningkatan RAM, tetap menggunakan 12GB untuk model Pro daripada meningkat menjadi 16GB. Sementara model yang sudah ada, diprediksi akan turun harga.

IDC juga memprediksi pada 2026, pasar smartphone akan menyusut sebesar 2,9 persen, bahkan bisa mencapai 5,2 persen. Namun, semua bergantung pada berapa lama situasi ini berlangsung. 

Pada saat yang sama, harga jual rata-rata (ASP) smartphone dapat meningkat sebesar 3 persen hingga 5 persen dalam skenario moderat, atau sebesar 6 persen hingga 8 persen dalam skenario pesimistis. Kenaikan harga ini akan jauh lebih tinggi di segmen pasar bawah, di mana margin keuntungan sangat ketat, dan produsen perangkat (OEM) harus membebankan biaya tersebut kepada pengguna akhir.  

SEBELUMNYA

Zahra Bakery & FruitCerita Zahra Bakery & Fruit Menjaga Rasa dan Tradisi

BERIKUTNYA

Euforia Kecerdasan Buatan Berkembang Sejak Era Yunani Kuno

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga