Ilustrasi makanan delivery. (Sumber foto: Freepik)

Dari Udang Keju hingga Kopi Susu, Ini Peta Selera Konsumen GrabFood 2025

31 December 2025   |   16:12 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah banjir menu viral dan eksperimen rasa, selera konsumen Indonesia menunjukkan satu pola yakni kembali ke rasa aman dan akrab. Di balik layanan pesan-antar, comfort food tetap jadi pilihan utama, bukan karena enggan mencoba hal baru, melainkan karena makanan sehari-hari memberi rasa tenang di tengah ritme hidup cepat.

Kecenderungan ini tergambar jelas dalam laporan 25 Hits of 2025 dari Grab, yang memotret perilaku konsumen GrabFood sepanjang tahun. Dari udang keju, mi instan pedas, hingga nasi goreng dan ayam goreng, data menunjukkan bahwa cita rasa lokal dan menu populer di keseharian masih mendominasi pesanan, mengalahkan tren kuliner yang datang dan pergi.

Baca juga: 10 Resep Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, data GrabFood mencatat udang keju sebagai menu yang paling banyak dipesan oleh konsumen. Popularitas olahan udang juga tercermin dari tingginya permintaan terhadap menu lain seperti udang rambutan dan lumpia udang.

Tren ini sejalan dengan dominasi menu-menu dari Mie Gacoan yang kembali menjadi salah satu pilihan makanan paling dicari di GrabFood sepanjang tahun.

“Minat terhadap menu Mie Gacoan datang dari area urban dan kawasan kampus yang populasinya didominasi anak muda,” Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia.

Tak hanya itu, berbagai hidangan khas yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia juga terus diminati. Mi Jawa, ayam geprek, ayam goreng, nasi goreng, ayam bakar, hingga sate ayam konsisten masuk dalam daftar favorit, menegaskan bahwa comfort food tetap memegang peran penting dalam preferensi kuliner konsumen.

Pada kategori camilan, donat menjadi snack paling laris di GrabFood, disusul martabak dan roti bakar. Untuk menu donat, tiga merchant yang paling banyak diminati pelanggan adalah Toko Kopi Tuku, Leton Coffee, dan Big Donat.

Laporan yang sama juga menunjukkan pertumbuhan signifikan pada konsumsi makanan manis dalam empat tahun terakhir. Chocolate cake, es campur, dan banana bread tercatat sebagai menu manis yang paling sering dipesan, mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap hidangan pencuci mulut sebagai bagian dari kebiasaan makan harian.

“Dengan tren ini, makanan manis berpotensi menjadi ‘juara’ di tahun depan. Apalagi di tengah gaya hidup serba cepat, makanan manus sering menjadi pilihan self-reward instan untuk mood booster,” ucapnya.

Tak hanya pada makanan, kecenderungan serupa juga terlihat di kategori minuman. Kopi susu menjadi minuman yang paling sering dipesan di GrabFood sepanjang tahun, disusul es teh, jus jeruk, americano, coffee latte, matcha, jus alpukat, teh susu, hingga aren latte.

Temuan ini menegaskan kuatnya dominasi minuman berbasis kopi dalam rutinitas harian masyarakat, yang berjalan berdampingan dengan pilihan minuman segar dan ringan untuk menyegarkan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, daftar kopi favorit di GrabFood didominasi merek-merek populer, antara lain Es Kopi Susu Tetangga dari Toko Kopi Tuku, Iced Aren Latte dari Fore Coffee, Iced Palm Sugar Latte dari Point Coffee, Kopi Kenangan Mantan dari Kopi Kenangan, serta Americano dari Tomoro Coffee.

Secara keseluruhan, tren kuliner di GrabFood sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa di tengah gempuran menu viral dan eksplorasi rasa baru, konsumen Indonesia tetap kembali pada pilihan yang familiar. Rasa aman, praktis, dan konsisten menjadi kunci.

Comfort food bukan sekadar soal selera, melainkan refleksi gaya hidup serba cepat, di mana makanan hadir sebagai penopang energi sekaligus penghibur di sela aktivitas harian.

Laporan ini menggambarkan tentang kebiasaan makan, belanja, dan gaya hidup masyarakat yang berkembang, seiring dengan semakin luasnya akses layanan Grab hingga ke berbagai kota di Indonesia. Hal ini mendorong inovasi dan pemerataan akses kuliner digital melalui bisnis layanan pesan-antar (delivery business) Grab. 

Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan layanan GrabFood tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga semakin kuat di berbagai daerah. Salah satunya, Jayapura mencatat pertumbuhan pengguna GrabFood tertinggi hingga 53%, disusul Mamuju (32%), Palangkaraya (26%), dan Yogyakarta (26%).

Sementara itu, kota-kota lain seperti Pangkal Pinang, Pematang Siantar, Prabumulih, dan Aceh juga mencatat pertumbuhan di atas 15%. Tren ini mencerminkan semakin luasnya akses layanan pesan antar serta peran Grab dalam mendorong pemerataan ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Merawat Tradisi Menulis di Era Digital Lewat Notebook Handmade dari Brand Khuma

BERIKUTNYA

8 Spot Merayakan Tahun Baru di Jakarta, Ada D'Masiv hingga Marion Jola

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga