Hak Siar Oscars di TV Bakal Berakhir, Youtube Jadi Gantinya
21 December 2025 |
08:27 WIB
Acara Academy Awards atau Oscars adalah salah satu perayaan film paling bergengsi di dunia, momen di mana sineas dan aktor terbaik dihormati atas karya mereka. Dalam hampir setengah abad, Oscars menjadi tontonan wajib di televisi tradisional. Namun kini perubahan besar tengah terjadi, di mana acara ini akan pindah ke platform digital paling populer di dunia.
Melansir dari Variety, pihak penyelenggara Oscars dan YouTube telah sepakat untuk bekerja sama secara eksklusif yang akan mengubah cara kita menyaksikan acara ini. Perubahan paling besar adalah keputusan Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk menandatangani kesepakatan multi-tahun dengan YouTube.
Baca juga: Menuju 98th Academy Awards: Film-Film Terkuat dalam Prediksi Nominasi Oscar 2026
Mulai dari Oscars ke-101 pada 2029 sampai 2033, seluruh siaran penghargaan akan ditayangkan secara eksklusif dan global melalui YouTube, bukan lagi di jaringan televisi tradisional seperti ABC yang telah menayangkannya sejak 1976. Langkah ini mencerminkan perubahan kebiasaan menonton dimana banyak orang kini lebih memilih platform digital dan streaming dibandingkan televisi kabel tradisional.
YouTube sendiri akan menayangkan acara Oscars secara langsung dan gratis untuk penonton di seluruh dunia. Tidak hanya acara utama, platform ini juga akan menayangkan konten pendukung seperti liputan red carpet, cuplikan di belakang layar, liputan Governors Ball, dan berbagai acara Academy lainnya yang sebelumnya tidak banyak disiarkan oleh televisi tradisional.
Menurut laporan dari Variety, pergeseran ke YouTube memberi kebebasan lebih besar dibandingkan dengan televisi tradisional, khususnya soal durasi siaran dan konten tanpa batas waktu yang ketat. Di TV kabel, acara seperti Oscars harus mengikuti jadwal yang sangat ketat karena ada iklan dan slot waktu yang harus dipenuhi. Dengan YouTube, semua itu berubah.
Acara dapat berlangsung tanpa dibatasi jam siaran tertentu, sehingga momen-momen penting seperti pidato pemenang, penampilan spesial, ataupun kejutan langsung bisa dinikmati sepenuhnya tanpa harus tergesa-gesa.
Selain itu, platform digital ini memungkinkan suasana acara menjadi lebih unfiltered atau tidak terlalu dikekang aturan siaran televisi tradisional. Ini berarti host acara dapat lebih leluasa untuk mengekspresikan diri dan membuat interaksi yang lebih natural.
Salah satu alasan utama di balik perpindahan ini adalah keinginan untuk menarik minat penonton muda, yang cenderung lebih sering mengakses konten melalui internet ketimbang televisi kabel. YouTube, dengan jangkauan globalnya yang luas, dipandang sebagai rumah baru yang tepat untuk menjadikan Oscars tetap relevan bagi generasi penonton baru yang terbiasa menonton di ponsel, tablet, atau laptop mereka.
Selain itu, YouTube juga menawarkan fitur seperti closed captioning dan paket audio dalam berbagai bahasa, yang membuat acara ini lebih mudah dinikmati oleh penonton internasional. Fitur-fitur ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan aksesibilitas agar tidak hanya bisa dinikmati di satu kawasan tetapi secara global.
Perubahan ini bisa membawa pengalaman baru bagi penonton. Sebagai contoh, durasi yang tak lagi dibatasi membuka kemungkinan penonton bisa menyaksikan acara lebih santai tanpa dipotong-potong iklan, serta menikmati berbagai konten ekstra yang sebelumnya tidak terlalu terekspos. Ini juga berarti bahwa acara seperti pidato pemenang yang penuh emosi bisa diberi waktu lebih panjang untuk ditayangkan secara utuh.
Bayangkan kamu bisa menonton tidak hanya malam penganugerahan saja tetapi juga keseruan di belakang panggung, wawancara eksklusif, dan highlight karpet merah di satu tempat tanpa harus pindah dari satu channel ke channel lain. YouTube memberikan kebebasan untuk menjelajah semuanya dalam format streaming yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun.
Melansir dari Variety, pihak penyelenggara Oscars dan YouTube telah sepakat untuk bekerja sama secara eksklusif yang akan mengubah cara kita menyaksikan acara ini. Perubahan paling besar adalah keputusan Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk menandatangani kesepakatan multi-tahun dengan YouTube.
Baca juga: Menuju 98th Academy Awards: Film-Film Terkuat dalam Prediksi Nominasi Oscar 2026
Mulai dari Oscars ke-101 pada 2029 sampai 2033, seluruh siaran penghargaan akan ditayangkan secara eksklusif dan global melalui YouTube, bukan lagi di jaringan televisi tradisional seperti ABC yang telah menayangkannya sejak 1976. Langkah ini mencerminkan perubahan kebiasaan menonton dimana banyak orang kini lebih memilih platform digital dan streaming dibandingkan televisi kabel tradisional.
YouTube sendiri akan menayangkan acara Oscars secara langsung dan gratis untuk penonton di seluruh dunia. Tidak hanya acara utama, platform ini juga akan menayangkan konten pendukung seperti liputan red carpet, cuplikan di belakang layar, liputan Governors Ball, dan berbagai acara Academy lainnya yang sebelumnya tidak banyak disiarkan oleh televisi tradisional.
Menurut laporan dari Variety, pergeseran ke YouTube memberi kebebasan lebih besar dibandingkan dengan televisi tradisional, khususnya soal durasi siaran dan konten tanpa batas waktu yang ketat. Di TV kabel, acara seperti Oscars harus mengikuti jadwal yang sangat ketat karena ada iklan dan slot waktu yang harus dipenuhi. Dengan YouTube, semua itu berubah.
Acara dapat berlangsung tanpa dibatasi jam siaran tertentu, sehingga momen-momen penting seperti pidato pemenang, penampilan spesial, ataupun kejutan langsung bisa dinikmati sepenuhnya tanpa harus tergesa-gesa.
Selain itu, platform digital ini memungkinkan suasana acara menjadi lebih unfiltered atau tidak terlalu dikekang aturan siaran televisi tradisional. Ini berarti host acara dapat lebih leluasa untuk mengekspresikan diri dan membuat interaksi yang lebih natural.
Salah satu alasan utama di balik perpindahan ini adalah keinginan untuk menarik minat penonton muda, yang cenderung lebih sering mengakses konten melalui internet ketimbang televisi kabel. YouTube, dengan jangkauan globalnya yang luas, dipandang sebagai rumah baru yang tepat untuk menjadikan Oscars tetap relevan bagi generasi penonton baru yang terbiasa menonton di ponsel, tablet, atau laptop mereka.
Selain itu, YouTube juga menawarkan fitur seperti closed captioning dan paket audio dalam berbagai bahasa, yang membuat acara ini lebih mudah dinikmati oleh penonton internasional. Fitur-fitur ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan aksesibilitas agar tidak hanya bisa dinikmati di satu kawasan tetapi secara global.
Perubahan ini bisa membawa pengalaman baru bagi penonton. Sebagai contoh, durasi yang tak lagi dibatasi membuka kemungkinan penonton bisa menyaksikan acara lebih santai tanpa dipotong-potong iklan, serta menikmati berbagai konten ekstra yang sebelumnya tidak terlalu terekspos. Ini juga berarti bahwa acara seperti pidato pemenang yang penuh emosi bisa diberi waktu lebih panjang untuk ditayangkan secara utuh.
Bayangkan kamu bisa menonton tidak hanya malam penganugerahan saja tetapi juga keseruan di belakang panggung, wawancara eksklusif, dan highlight karpet merah di satu tempat tanpa harus pindah dari satu channel ke channel lain. YouTube memberikan kebebasan untuk menjelajah semuanya dalam format streaming yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.