Pengunjung mengamati fosil di pameran Sejarah Awal, Museum Nasional, Jakarta. (Sumber foto: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Repatriasi Fosil Dubois, Museum Nasional Pamerkan Sejarah Awal Manusia Nusantara

19 December 2025   |   09:26 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Setelah lebih dari satu abad berada di luar negeri, jejak penting sejarah manusia akhirnya pulang ke tanah asal. Koleksi fosil manusia purba yang ditemukan Eugene Dubois kini kembali ke Indonesia dan dipamerkan dalam pameran tetap Sejarah Awal di Museum Nasional, Jakarta.

Pameran tetap Sejarah Awal resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sebuah acara di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (17/12/25). Momen peresmian ini sekaligus menandai serah terima pemulangan artefak dari Belanda ke Indonesia, termasuk fosil Homo erectus.

Baca juga: Koleksi Dubois Kembali ke Tanah Air, Indonesia Bangun Narasi ‘Out of Nusantara’

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, repatriasi koleksi Dubois membuka peluang baru bagi Indonesia dalam dunia akademik global. Sebab, lewat senarai koleksi tersebut publik kini bisa mengakses langsung warisan ilmu pengetahuan yang berasal dari tanahnya sendiri.

Dia menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen temuan fosil Homo erectus dunia berasal dari Indonesia. Situs seperti Sangiran, Trinil, Ngandong, Semedo, hingga Bumiayu menjadi bukti nyata kekayaan tersebut. Namun ironisnya, sebagian besar koleksi penting tersebut justru lama tersimpan di luar negeri.

Selama lebih dari satu abad, keterputusan inilah, paparnya, yang membuat generasi muda jauh dari sejarahnya sendiri. Banyak yang mengenal Java Man sebagai istilah asing, tanpa pernah melihat wujudnya secara langsung. Repatriasi ini diharapkan bisa menjembatani jarak antara pengetahuan ilmiah dan kesadaran publik.

"Namun, era tersebut kini telah berakhir setelah Java Man dikembalikan ke sumber asalnya. Melalui repatriasi ini kita bisa bergerak ke depan dan berkontribusi pada produksi pengetahuan global melalui kolaborasi bersama," katanya saat membuka pameran.
 
 


Selaras, Direktur Jenderal Naturalis Biodiversity Center Leiden, Marcel Beukeboom, mengatakan bahwa keputusan repatriasi ini merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilakukan di Museum Naturalis Leiden pada September silam antara pemerintah Indonesia dan Belanda.

Keputusan untuk melakukan repatriasi diambil setelah melalui kajian mendalam oleh komite independen, bekerja sama dengan Tim Repatriasi Indonesia. Marcel menegaskan bahwa koleksi Dubois memiliki arti penting tidak hanya bagi Indonesia dan Belanda, tetapi juga bagi masyarakat dunia.

“Fosil ini menjadi saksi atas mata rantai penting dalam evolusi manusia, sekaligus merepresentasikan bagian dari sejarah Indonesia dan merupakan warisan budaya,” ujarnya.

Dalam pameran Sejarah Awal, publik dapat melihat langsung fragmen tengkorak, gigi geraham, dan tulang paha Homo erectus. Fosil-fosil ini diperkirakan berasal dari sekitar satu juta tahun lalu. Kehadirannya memberi pengalaman konkret, bukan sekadar membaca nama Java Man di buku pelajaran.

Pameran ini dirancang dengan alur kronologis yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan panjang Nusantara. Mulai dari dinamika geologi purba, terbentuknya kepulauan, hingga munculnya kehidupan awal dan manusia. Indonesia ditampilkan sebagai ruang pertemuan migrasi dan budaya sejak masa prasejarah.

 
Bisnis


Salah satu sorotan utama pameran ini adalah fosil Pithecanthropus erectus atau Homo erectus, yang lebih dikenal dunia sebagai Java Man. Fosil ini ditemukan Dubois di Trinil, Jawa Timur, pada 1891–1892. Temuan tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah paleoantropologi dunia.

Java Man selama puluhan tahun menjadi bukti kuat bahwa Nusantara memegang peran krusial dalam studi evolusi manusia. Fosil ini juga membantah anggapan lama bahwa Asia Tenggara hanya wilayah pinggiran dalam sejarah manusia purba. Justru sebaliknya, Indonesia menyimpan rekaman evolusi yang sangat kaya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

11 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Pencernaan Lewat Pola Makan & Gaya Hidup

BERIKUTNYA

Hak Siar Oscars di TV Bakal Berakhir, Youtube Jadi Gantinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga