Cara Baru Jaga Kesehatan Mental dengan Metode Estetik
11 December 2025 |
22:14 WIB
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan ilmu saraf dan teknologi medis, berbagai pendekatan terapi mulai dikembangkan untuk membantu individu mengelola stres, depresi, hingga gangguan kecemasan.
Salah satu prosedur teknologi yang kini mulai diperkenalkan di ranah wellness dan estetika adalah Exomind yakni teknologi non-invasif yang menstimulasi otak tanpa pembedahan yang bekerja langsung pada jalur saraf.
Baca juga: Dampak Kebanyakan Scrolling Media Sosial Bagi Kesehatan Mental, Begini kata Dokter
dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, FICS dari dari Superb Clinic Indonesia mengatakan, teknologi ini memanfaatkan stimulasi magnetik transkranial atau Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).Teknik ini bekerja dengan merangsang jalur saraf yang berperan dalam pengelolaan emosi, kognisi, serta pengendalian diri.
Aktivasi pada bagian otak tertentu dipercaya membantu memulihkan aktivitas yang tidak seimbang sehingga berpotensi meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas fungsi otak.
Pada pengembangan terbaru, hadir teknologi ExoTMS sebagai inovasi terbaru dari stimulasi magnetic transkanial (TMS) yang diklaim mampu bekerja lebih terarah dalam memperkuat konektivitas neuronal.
Prosedur ini umumnya berlangsung kurang dari 30 menit, tidak menggunakan obat, dan tidak memerlukan masa pemulihan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas setelah sesi berakhir.
Pendekatan ini tidak hanya dikembangkan untuk menangani gejala klinis seperti depresi dan kecemasan, tetapi juga mulai dikaitkan dengan kebutuhan emosional dan estetika.
Menurut dr. Danu Mahandaru aspek psikologis sering kali berjalan berdampingan dengan kebutuhan estetika. "Tujuan dari prosedur estetika bukan sekadar mengubah, tetapi memperkuat karakter unik seseorang. Kami ingin pasien dapat menghargai keindahan diri mereka sendiri, bukan hanya tampil berbeda dari sebelumnya," ujarnya.
Dari pengamatan klinik, sekitar 50% pasien estetika memiliki kondisi mental yang belum tertangani secara menyeluruh. Karena itu, pendekatan neuromodulasi diperkenalkan sebagai opsi pendamping yang dapat membantu memperkuat ketenangan pikiran, kestabilan emosi, sekaligus persepsi diri.
Menurut dr. Danu, faktor psikologis tidak dapat dilepaskan dari bagaimana seseorang memandang dirinya. Banyak persoalan terkait kepercayaan diri berakar dari kondisi mental yang tidak stabil. “Ketika otak dan emosi lebih seimbang, hasil perawatan estetika cenderung terasa lebih bermakna bagi pasien," tuturnya.
Riset klinis Exomind mencatat respons positif dari peserta terapi. Sekitar 90% pasien dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam aspek well-being, sementara lebih dari 70% merasa stres menurun dan tidur lebih berkualitas.
Terapi juga menunjukkan dampak pada kontrol keinginan makan, yang pada sebagian pasien berkontribusi pada penurunan berat badan tanpa intervensi fisik.
Namun, data tersebut memerlukan riset lanjutan dengan publikasi akademik terbuka agar temuan dapat diuji ulang oleh komunitas medis. Menurutnya, teknologi neuromodulasi kuat, tetapi penggunaannya ideal bila dikombinasikan dengan terapi psikologis, perubahan gaya hidup, dan pemantauan klinis berkelanjutan.
Baca juga: Mengapa Kedekatan dengan Hewan Peliharaan Bisa Meningkatkan atau Menurunkan Kesehatan Mental
Salah satu prosedur teknologi yang kini mulai diperkenalkan di ranah wellness dan estetika adalah Exomind yakni teknologi non-invasif yang menstimulasi otak tanpa pembedahan yang bekerja langsung pada jalur saraf.
Baca juga: Dampak Kebanyakan Scrolling Media Sosial Bagi Kesehatan Mental, Begini kata Dokter
dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, FICS dari dari Superb Clinic Indonesia mengatakan, teknologi ini memanfaatkan stimulasi magnetik transkranial atau Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).Teknik ini bekerja dengan merangsang jalur saraf yang berperan dalam pengelolaan emosi, kognisi, serta pengendalian diri.
Aktivasi pada bagian otak tertentu dipercaya membantu memulihkan aktivitas yang tidak seimbang sehingga berpotensi meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas fungsi otak.
Pada pengembangan terbaru, hadir teknologi ExoTMS sebagai inovasi terbaru dari stimulasi magnetic transkanial (TMS) yang diklaim mampu bekerja lebih terarah dalam memperkuat konektivitas neuronal.
Prosedur ini umumnya berlangsung kurang dari 30 menit, tidak menggunakan obat, dan tidak memerlukan masa pemulihan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas setelah sesi berakhir.
Pendekatan ini tidak hanya dikembangkan untuk menangani gejala klinis seperti depresi dan kecemasan, tetapi juga mulai dikaitkan dengan kebutuhan emosional dan estetika.
Menurut dr. Danu Mahandaru aspek psikologis sering kali berjalan berdampingan dengan kebutuhan estetika. "Tujuan dari prosedur estetika bukan sekadar mengubah, tetapi memperkuat karakter unik seseorang. Kami ingin pasien dapat menghargai keindahan diri mereka sendiri, bukan hanya tampil berbeda dari sebelumnya," ujarnya.
Dari pengamatan klinik, sekitar 50% pasien estetika memiliki kondisi mental yang belum tertangani secara menyeluruh. Karena itu, pendekatan neuromodulasi diperkenalkan sebagai opsi pendamping yang dapat membantu memperkuat ketenangan pikiran, kestabilan emosi, sekaligus persepsi diri.
Menurut dr. Danu, faktor psikologis tidak dapat dilepaskan dari bagaimana seseorang memandang dirinya. Banyak persoalan terkait kepercayaan diri berakar dari kondisi mental yang tidak stabil. “Ketika otak dan emosi lebih seimbang, hasil perawatan estetika cenderung terasa lebih bermakna bagi pasien," tuturnya.
Riset klinis Exomind mencatat respons positif dari peserta terapi. Sekitar 90% pasien dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam aspek well-being, sementara lebih dari 70% merasa stres menurun dan tidur lebih berkualitas.
Terapi juga menunjukkan dampak pada kontrol keinginan makan, yang pada sebagian pasien berkontribusi pada penurunan berat badan tanpa intervensi fisik.
Namun, data tersebut memerlukan riset lanjutan dengan publikasi akademik terbuka agar temuan dapat diuji ulang oleh komunitas medis. Menurutnya, teknologi neuromodulasi kuat, tetapi penggunaannya ideal bila dikombinasikan dengan terapi psikologis, perubahan gaya hidup, dan pemantauan klinis berkelanjutan.
Baca juga: Mengapa Kedekatan dengan Hewan Peliharaan Bisa Meningkatkan atau Menurunkan Kesehatan Mental
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.