Komikus Pipin Tobing berpose dengan karya terbarunya hasil kolaborasi dengan penulis Iksaka Banu, berjudul Film Noir, di Festival Shikisai 2025 di Blok M Space Jakarta. (Sumber gambar:JIBI/Robby Fathan)

Alih Wahana Karya Sastra Ramaikan Festival Shikisai 2025 di Blok M Space Jakarta

05 December 2025   |   21:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Industri komik Indonesia mulai bangkit dalam beberapa tahun terakhir. Kendati komik Jepang dan Korea masih merajai pasar, sejumlah komikus Tanah Air tetap konsisten berkarya dan mempertahankan identitasnya, sekaligus memperluas jangkauan pembaca lokal.

Menariknya, kini semakin banyak komikus senior hingga kreator muda dari generasi milenial dan Gen Z yang membawa pendekatan visual dan cerita baru. Mereka muncul dengan gaya dan sudut pandang yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca juga: Festival Komik Shikisai 2025 Resmi Digelar, Event Seru Para Pencinta Komik Jepang

Refleksi kreativitas itu tampak dalam Festival Shikisai 2025 di M Bloc Space, pada 5–7 Desember 2025. Festival ini menghadirkan pengalaman kultur pop Jepang, sekaligus mempertemukan komunitas kreatif lintas genre.

Tahun ini, Festival Shikisai 2025 juga hadir lebih semarak melalui rangkaian kegiatan seperti Manga Experience, cosplay, coswalk, anisong competition, comic market, hingga penampilan musik. Sejumlah kreator, cosplayer, dan musisi ikut memeriahkan panggung utama maupun area komunitas.

Namun di balik keramaian itu, ada hal yang sepertimya luput dari perhatian, yakni kehadiran para penerbit, komikus, dan pegrafis yang membawa karya terbaru mereka. Salah satunya adalah penulis Iksaka Banu, yang memboyong Film Noir, karya terbarunya yang terbit Mei 2025.

Diterbitkan oleh Sebermula, karya ini diadaptasi dari cerpen berjudul sama yang dialihwahanakan menjadi sastra grafis oleh ilustrator Pipin Tobing. Berbeda dengan novel grafis, sastra grafis memadukan teks sastra dengan ilustrasi visual dalam kolaborasi kreatif dua medium.

Film Noir pertama kali terbit pada 2005 di harian Tempo. Cerita ini mengisahkan relasi seorang sutradara dan seorang aktris mega bintang dalam intrik bernuansa kriminal ala noir: gelap, kontras, dan penuh ketegangan.

“Cerpennya memang sudah cocok untuk jadi komik karena gaya penulisannya padat dan atmosfernya kuat. Tinggal bagaimana saya mengalihkan mood noir itu ke gambar—lewat kontras terang-gelap, framing, dan ritme panel,” kata Pipin saat ditemui Hypeabis.id.
 

Sejumlah sastra grafis yang dipajang dalam salah satu booth penerbit di

Sejumlah sastra grafis yang dipajang dalam salah satu booth penerbit  di Festival Shikisai 2025 di Blok M Space Jakarta. (Sumber gambar:JIBI/Robby Fathan) 


Selain Film Noir, Sebermula juga menghadirkan karya sastra grafis lain seperti Kaum Depok, adaptasi dari sejarah Kota Depok, serta Djampang Djago Betawi karya Ganes TH yang dialihwahanakan dari karya Zaidin Wahab.

Ketua Pelaksana Shikisai 2025, Alvino, mengatakan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang untuk merayakan kreativitas anak muda Indonesia. Menurutnya, budaya populer seperti manga dan komik dapat menjadi wahana berekspresi sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

Selama tiga hari, festival ini diramaikan oleh penampilan nama-nama seperti Shu Sakuratan!, Cella Bacabuku, Kaira Shashia x KaizoBeats, Pachira, Hira Dazzle, RED SHIFT, YoRI, Daruma Rollin', Klab Karoke Konoha, hingga Magic Koi.

Tahun ini, Festival Shikisai 2025 juga menghadirkan tamu spesial, yakni Shu Sakuratani, mangaka terkenal dari komik Rooster Fighter, yang akan tampil secara virtual dalam sesi talkshow eksklusif. Kehadirannya digadang menjadi salah satu sorotana utama festival.

“Kami berharap bukan hanya komik Jepang yang mendapat sorotan. Ke depannya, komik lokal juga bisa berdiri sejajar. Semua komik, baik western, Indonesia maupun Jepang, semoga makin ramai,” ujar Alvino.

Sebagai tambahan informaasi, Festival Komik Shikisai diinisiasi Gramedia dengan menggabungkan pameran komik Jepang, komunitas, seni, dan hiburan. Hadir sebagai medium kolaborasi antara penggemar, kreator, serta berbagai penerbit komik, festival ini digadang menjadi pusat kegiatan komik Jepang terbesar di Indonesia.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Festival Komik Shikisai 2025 Resmi Digelar, Event Seru Para Pencinta Komik Jepang

BERIKUTNYA

Doktor Termuda Fikom Unpad Laely Indah Lestari Gagas Model Budaya Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga