Peluang Bisnis Menjanjikan di Balik Tren Custom Phone Case
06 December 2025 |
12:27 WIB
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan munculnya model handphone baru setiap tahun, kebutuhan akan aksesoris pelengkap seperti phone case justru semakin meningkat. Hal inilah yang menjadi landasan bagi Deden (30), seorang pemilik usaha custom case, untuk terjun ke industri kreatif berbasis teknologi digital.
“Dengan banyaknya model handphone terbaru setiap tahunnya, bisnis case ini bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Tren Buket Non-Flower: Kreasi Kawat Bulu Irliyana & Sartika Jadi Hadiah Favorit
Ketertarikannya bermula dari pengamatannya terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ia melihat peluang bahwa personalisasi aksesoris ponsel akan semakin diminati. Dari situ, ia mulai membangun usaha ini bukan karena hobi atau tren semata, tetapi karena melihat potensi pasar yang berkelanjutan.
Dalam proses produksinya, usaha ini mengandalkan perangkat digital sebagai alat utama. “Bahan yang kami gunakan sederhana, yaitu komputer, printer, dan mesin cetak,” jelasnya. Meski terlihat teknis, prosesnya tetap membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menjaga kualitas.
“Tantangannya adalah jangan pernah menurunkan kualitas produk. Sedikit saja ada perubahan, pasti customer memberikan masukan,” tambah Deden.
Produk custom case buatannya menyasar pasar yang luas, dengan dominasi remaja namun tetap diminati berbagai kalangan. Meskipun desain yang paling diminati belum dapat dipastikan, pasar terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Strategi pemasaran melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram juga menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis ini, meskipun metode yang paling efektif masih terus dikembangkan.
Dalam menjalankan bisnis ini, Deden mengakui ada tantangan besar dari sisi bahan baku. “Bahan di Indonesia tidak banyak yang menyediakan, jadi harus impor dan itu memakan waktu,” katanya. Tak hanya soal bahan, persaingan di pasar aksesori ponsel juga menuntut inovasi berkelanjutan agar produk tetap relevan.
Meski demikian, ia memiliki harapan besar untuk bisnisnya. “Untuk saat ini, saya ingin memperbesar dan fokus pada usaha yang sedang dijalankan,” tutupnya. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan operasional, memperluas jaringan pasar, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih besar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
“Dengan banyaknya model handphone terbaru setiap tahunnya, bisnis case ini bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Tren Buket Non-Flower: Kreasi Kawat Bulu Irliyana & Sartika Jadi Hadiah Favorit
Ketertarikannya bermula dari pengamatannya terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ia melihat peluang bahwa personalisasi aksesoris ponsel akan semakin diminati. Dari situ, ia mulai membangun usaha ini bukan karena hobi atau tren semata, tetapi karena melihat potensi pasar yang berkelanjutan.
Dalam proses produksinya, usaha ini mengandalkan perangkat digital sebagai alat utama. “Bahan yang kami gunakan sederhana, yaitu komputer, printer, dan mesin cetak,” jelasnya. Meski terlihat teknis, prosesnya tetap membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menjaga kualitas.
“Tantangannya adalah jangan pernah menurunkan kualitas produk. Sedikit saja ada perubahan, pasti customer memberikan masukan,” tambah Deden.
Produk custom case buatannya menyasar pasar yang luas, dengan dominasi remaja namun tetap diminati berbagai kalangan. Meskipun desain yang paling diminati belum dapat dipastikan, pasar terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Strategi pemasaran melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram juga menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis ini, meskipun metode yang paling efektif masih terus dikembangkan.
Dalam menjalankan bisnis ini, Deden mengakui ada tantangan besar dari sisi bahan baku. “Bahan di Indonesia tidak banyak yang menyediakan, jadi harus impor dan itu memakan waktu,” katanya. Tak hanya soal bahan, persaingan di pasar aksesori ponsel juga menuntut inovasi berkelanjutan agar produk tetap relevan.
Meski demikian, ia memiliki harapan besar untuk bisnisnya. “Untuk saat ini, saya ingin memperbesar dan fokus pada usaha yang sedang dijalankan,” tutupnya. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan operasional, memperluas jaringan pasar, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih besar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.