Lonjakan Industri MICE Dorong Investasi dan Pertumbuhan 2026
05 December 2025 |
08:00 WIB
Sektor pariwisata melalui industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) terus menunjukkan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan berpotensi menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi baru pada 2026 berkat dinamika industri yang semakin kuat.
Hal ini tidak lepas dari perhelatan MICE yang terus bertambah. Kementerian Pariwisata memproyeksikan kontribusi devisa sektor MICE naik dari 10% menjadi 15% pada 2029, seiring penguatan ekosistem event, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan lapangan kerja.
Data Kemenpar menunjukkan hingga September 2025, tercatat ada 134 penyelenggaraan event, dengan total 10,8 juta pengunjung, 95.000 pekerja event, serta 44.800 UMKM terlibat di dalamnya.
Baca juga: Menjelang Akhir Tahun, Sektor MICE Jadi Motor Pemulihan Bisnis Perhotelan
Nilai perputaran ekonomi yang mencapai Rp11,82 triliun menunjukkan bahwa MICE bukan hanya agenda promosi pariwisata atau ajang bisnis semara tetapi telah menjadi bagian dari pilar percepatan pemulihan ekonomi dan penggerak aktivitas bisnis nasional.
Kepercayaan tersebut diperkuat dengan perkembangan ekonomi makro yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026.
“Dari Januari hingga September 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.434,3 triliun dan menciptakan 1,95 juta lapangan kerja tambahan. Kawasan Ekonomi Khusus mencatat investasi kumulatif Rp294,4 triliun dan 187.000 lapangan kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ungkapnya.
Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terus menunjukkan daya tarik investasi yang kuat. Pada semester pertama, realisasi investasi bahkan telah mencapai Rp340,2 triliun, atau 60?ri target nasional, dengan pertumbuhan 44% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 26% mencerminkan solidnya daya kompetitif Indonesia di pasar global. Melihat penguatan tersebut, APBN tahun 2026 akan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, gizi, dan pendidikan dengan alokasi sekitar Rp3.250 triliun, termasuk Rp450 triliun untuk sektor inti. Kebijakan ini diharapkan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian.
Penguatan arah investasi juga disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang menargetkan investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026, atau tumbuh 14,2 persen dari tahun sebelumnya.
Arus investasi ini, menurutnya, memiliki efek langsung pada sektor pariwisata dan MICE yang menjadi simpul pertemuan pelaku industri dan jejaring bisnis domestik maupun global.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan 2026 merupakan periode penting bagi akselerasi industri nasional yang juga berdampak pada perkembangan industry MICE.
“Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE yang menjadi motor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sebagai penyelenggara pameran internasional selama lebih dari 31 tahun, Krista Exhibitions terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan industri nasional melalui penyediaan platform bisnis yang relevan, strategis dan berdampak luas.
Memasuki tahun 2026, Krista Exhibitions kembali menggelar rangkaian pameran lintas sektor di berbagai kota di Indonesia, menghadirkan peluang kolaborasi dan pengembangan industri yang semakin terintegrasi.
Rangkaian pameran industri makanan dan minuman Krista Exhibitions pada tahun 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jakarta. Pameran diawali di kota Yogyakarta melalui Jogja Food & Beverage Expo yang berlangsung bersamaan dengan JPE – Jogja International Printing Expo dan Jogja Pack Expo.
Selanjutnya, rangkaian pameran berlanjut ke Surabaya dengan IIFEX – Eastfood Indonesia Expo, kemudian Bali Interfood Expo di Bali dan ditutup dengan pameran makanan minuman terbesar di Asia Tenggara, SIAL Interfood Expo, yang diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo di NICE PIK, Jakarta.
Selain sektor makanan dan minuman, Krista Exhibitions juga menghadirkan pameran di bidang kecantikan, tekstil, kesehatan, serta teknologi audiovisual, pencahayaan, dan panggung melalui penyelenggaraan IndoBeauty Expo, ILF – Indo Leather & Footwear Expo, IGT – Indo Garment & Textile Expo, IndoHealthcare Gakeslab Expo, serta PRO AVL Indonesia Expo.
Momentum penyelenggaraan pameran berlanjut dengan rangkaian acara di industri printing dan packaging, mulai dari Surabaya Printing Expo di Surabaya hingga All Print Expo di Jakarta yang digelar bersamaan dengan All Cold Chain Logistics & Transportation Expo, Indonesia Maritime & Logistics Expo, dan All Agri Expo.
Agenda ini dilanjutkan dengan pameran packaging EastPack Surabaya yang berlangsung bersamaan dengan East Beauty Pack, serta pameran di Jakarta melalui All Pack Indonesia Expo yang terselenggara bersamaan dengan Allplas Indonesia Expo, pameran internasional terbesar di Asia Tenggara untuk industri packaging, plastik dan processing.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Hal ini tidak lepas dari perhelatan MICE yang terus bertambah. Kementerian Pariwisata memproyeksikan kontribusi devisa sektor MICE naik dari 10% menjadi 15% pada 2029, seiring penguatan ekosistem event, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan lapangan kerja.
Data Kemenpar menunjukkan hingga September 2025, tercatat ada 134 penyelenggaraan event, dengan total 10,8 juta pengunjung, 95.000 pekerja event, serta 44.800 UMKM terlibat di dalamnya.
Baca juga: Menjelang Akhir Tahun, Sektor MICE Jadi Motor Pemulihan Bisnis Perhotelan
Nilai perputaran ekonomi yang mencapai Rp11,82 triliun menunjukkan bahwa MICE bukan hanya agenda promosi pariwisata atau ajang bisnis semara tetapi telah menjadi bagian dari pilar percepatan pemulihan ekonomi dan penggerak aktivitas bisnis nasional.
Kepercayaan tersebut diperkuat dengan perkembangan ekonomi makro yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026.
“Dari Januari hingga September 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.434,3 triliun dan menciptakan 1,95 juta lapangan kerja tambahan. Kawasan Ekonomi Khusus mencatat investasi kumulatif Rp294,4 triliun dan 187.000 lapangan kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ungkapnya.
Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terus menunjukkan daya tarik investasi yang kuat. Pada semester pertama, realisasi investasi bahkan telah mencapai Rp340,2 triliun, atau 60?ri target nasional, dengan pertumbuhan 44% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 26% mencerminkan solidnya daya kompetitif Indonesia di pasar global. Melihat penguatan tersebut, APBN tahun 2026 akan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, gizi, dan pendidikan dengan alokasi sekitar Rp3.250 triliun, termasuk Rp450 triliun untuk sektor inti. Kebijakan ini diharapkan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian.
Penguatan arah investasi juga disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang menargetkan investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026, atau tumbuh 14,2 persen dari tahun sebelumnya.
Arus investasi ini, menurutnya, memiliki efek langsung pada sektor pariwisata dan MICE yang menjadi simpul pertemuan pelaku industri dan jejaring bisnis domestik maupun global.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan 2026 merupakan periode penting bagi akselerasi industri nasional yang juga berdampak pada perkembangan industry MICE.
“Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE yang menjadi motor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sebagai penyelenggara pameran internasional selama lebih dari 31 tahun, Krista Exhibitions terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan industri nasional melalui penyediaan platform bisnis yang relevan, strategis dan berdampak luas.
Memasuki tahun 2026, Krista Exhibitions kembali menggelar rangkaian pameran lintas sektor di berbagai kota di Indonesia, menghadirkan peluang kolaborasi dan pengembangan industri yang semakin terintegrasi.
Rangkaian pameran industri makanan dan minuman Krista Exhibitions pada tahun 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jakarta. Pameran diawali di kota Yogyakarta melalui Jogja Food & Beverage Expo yang berlangsung bersamaan dengan JPE – Jogja International Printing Expo dan Jogja Pack Expo.
Selanjutnya, rangkaian pameran berlanjut ke Surabaya dengan IIFEX – Eastfood Indonesia Expo, kemudian Bali Interfood Expo di Bali dan ditutup dengan pameran makanan minuman terbesar di Asia Tenggara, SIAL Interfood Expo, yang diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo di NICE PIK, Jakarta.
Selain sektor makanan dan minuman, Krista Exhibitions juga menghadirkan pameran di bidang kecantikan, tekstil, kesehatan, serta teknologi audiovisual, pencahayaan, dan panggung melalui penyelenggaraan IndoBeauty Expo, ILF – Indo Leather & Footwear Expo, IGT – Indo Garment & Textile Expo, IndoHealthcare Gakeslab Expo, serta PRO AVL Indonesia Expo.
Momentum penyelenggaraan pameran berlanjut dengan rangkaian acara di industri printing dan packaging, mulai dari Surabaya Printing Expo di Surabaya hingga All Print Expo di Jakarta yang digelar bersamaan dengan All Cold Chain Logistics & Transportation Expo, Indonesia Maritime & Logistics Expo, dan All Agri Expo.
Agenda ini dilanjutkan dengan pameran packaging EastPack Surabaya yang berlangsung bersamaan dengan East Beauty Pack, serta pameran di Jakarta melalui All Pack Indonesia Expo yang terselenggara bersamaan dengan Allplas Indonesia Expo, pameran internasional terbesar di Asia Tenggara untuk industri packaging, plastik dan processing.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.