Ilustasi seorang pria yang stres saat liburan (Sumber gambar: Freepik)

Liburan Justru Bikin Stres? Begini Cara Mengatasinya

01 December 2025   |   13:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Musim liburan seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan, tetapi kenyataannya banyak orang justru merasa tertekan. Tuntutan berkumpul dengan keluarga besar, pengeluaran berlebih, perjalanan yang melelahkan, hingga tekanan sosial sering kali menimbulkan kecemasan.

Melansir Healthline, hampir sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat mengaku mengalami stres saat liburan. Karena itu, penting untuk memahami penyebab stres dan bagaimana cara mengatasinya agar liburan tetap berjalan dengan nyaman.

Berikut panduan lengkap yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


1. Kenali Penyebab Stres

Sebelum mengatasi stres, penting untuk memahami penyebabnya. Saat merasa tertekan, berhentilah sejenak dan coba amati apa yang memicu perasaan tersebut. Biasanya, stres saat liburan muncul dari berbagai hal seperti kesulitan mencari dan membayar hadiah, persiapan makanan untuk acara keluarga, jam kerja yang lebih panjang, perjalanan jauh, pembahasan politik dalam keluarga, tekanan sosial ketika berkumpul dengan keluarga besar, hingga rasa sedih karena kehilangan orang terdekat.

Memahami penyebab stres akan membantu kita mengambil langkah yang tepat untuk menghindarinya atau mengelolanya dengan lebih baik.


2. Buat Rencana dengan Matang

Persiapan yang baik dapat mengurangi banyak beban pikiran. Tulis semua kegiatan yang harus dilakukan, lalu urutkan berdasarkan prioritas. Dengan begitu, Genhype tidak mudah lupa dan bisa mengatur waktu dengan efisien. Membuat daftar aktivitas juga membantu mengurangi rasa kewalahan saat menghadapi jadwal yang padat.


3. Utamakan Kesehatan dan Diri Sendiri

Selama liburan, fokus membantu atau membahagiakan orang lain sering membuat kita lupa merawat diri sendiri. Padahal, kesehatan mental dan fisik adalah kunci agar tetap kuat menjalani hari. Luangkan waktu untuk istirahat yang cukup, berjalan santai di udara segar, berolahraga, membaca buku, atau melakukan hobi sederhana. Ketika tubuh terasa lebih segar, pikiran pun menjadi lebih tenang.


4. Kendalikan Keuangan

Kekhawatiran soal pengeluaran sering menjadi sumber stres utama. Maka, cobalah membuat anggaran khusus liburan dan usahakan tetap berpegang pada batas tersebut. Ingatlah bahwa makna dari hadiah tidak ditentukan oleh harganya. Jika anggaran terbatas, Genhype bisa membuat hadiah sederhana, memasak makanan ringan, atau menawarkan bantuan kepada orang tersayang. Hal yang tulus sering kali lebih berkesan daripada hadiah mahal.


5. Kenang Orang Terkasih yang Telah Tiada

Bagi sebagian orang, musim liburan terasa berat karena tidak dapat berkumpul dengan orang yang dicintai. Tidak apa-apa jika Genhype merasa sedih. Luangkan waktu untuk mengenang momen indah bersama mereka. Anda juga bisa melakukan hal yang bermakna untuk menghormati mereka, seperti menulis pesan, menyalakan lilin, atau menyumbang ke lembaga sosial atas nama mereka. Jika merasa kesepian, cobalah menjadi relawan — kehadiran Anda mungkin menjadi kebahagiaan bagi orang lain.


6. Berani Mengatakan “Tidak”

Tidak semua undangan atau permintaan harus dipenuhi. Pilih kegiatan yang membawa kebahagiaan dan hindari hal yang membuat Genhype tertekan. Menjaga batasan diri adalah bentuk perlindungan terhadap kesehatan mental. Menolak dengan sopan bukanlah hal yang salah, justru itu cara untuk menjaga ketenangan diri.

Tidak semua orang merasakan liburan sebagai momen yang menyenangkan. Ada kelompok tertentu yang lebih rentan mengalami tekanan mental selama masa liburan. Di antaranya adalah orang dewasa muda yang sedang menghadapi banyak tuntutan hidup, tenaga kesehatan dan pekerja ritel yang bekerja ekstra saat musim liburan, serta para orang tua, terutama ibu yang harus mengatur keperluan keluarga sekaligus menjaga suasana tetap hangat dan menyenangkan.

Tubuh dan pikiran biasanya memberikan sinyal ketika mulai kelelahan. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain rasa cemas berlebihan, mudah marah, munculnya sakit kepala atau nyeri tubuh, kesulitan tidur, hingga perasaan sedih dan kehilangan semangat. Bila gejala-gejala ini muncul, artinya tubuh sedang memberi pesan bahwa ia membutuhkan istirahat dan perhatian lebih.

Jika gejala berlangsung lama setelah liburan berakhir, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental agar mendapat bantuan yang tepat.

Saat beban terasa terlalu berat, berhenti sejenak dan cari tahu penyebabnya. Dengarkan tubuh dan pikiran Genhype. Liburan bukan sekadar tentang kesempurnaan, tetapi tentang kenyamanan, ketenangan, dan merayakan hidup dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

13 Tayangan Netflix Desember 2025 yang Wajib Masuk Watchlist

BERIKUTNYA

Riset Ungkap Frekuensi BAB Paling Ideal dan Kaitannya dengan Mikrobioma serta Metabolisme

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga