Data-Driven PR, Strategi Komunikasi Baru di Tengah Perubahan Digital
28 November 2025 |
08:00 WIB
Perkembangan dunia digital dan media sosial dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara publik berinteraksi dan mengonsumsi informasi. Arus percakapan yang cepat dan tuntutan transparansi membuat pendekatan komunikasi berbasis intuisi saja tak lagi cukup.
Di tengah perubahan itu, praktisi humas dituntut memiliki kemampuan baru yakni membaca, mengolah, dan menerjemahkan data menjadi strategi komunikasi yang lebih relevan.
Baca juga: Multi Channel Network, Model Kemitraan Baru untuk Dukung Pertumbuhan Kreator
Ketua Tim Penyusunan Kebijakan Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi Andi Muslim mengatakan bahwa data kini menjadi kunci untuk membangun komunikasi publik yang inklusif dan berdampak.
“Kecakapan mengolah data itu bukan lagi kemampuan tambahan, tapi keharusan. Di lapangan, data sangat membantu kita membaca sentimen publik dan merancang langkah yang lebih tepat,” ujarnya dalam acara Kelas Humas Muda (KHM) Vol. 4: When PR Meets Data, baru-baru ini.
Sementara itu, Sekjen Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS) Mayrianti Annisa Anwar menyebutkan bahwa PR kini sudah bergerak ke arah evidence-based communication. Artinya, setiap pesan, strategi, dan keputusan perlu didukung data yang relevan.
“Public Relation saat ini bukan hanya soal membangun relasi tetapi juga harus berbasis bukti atau data. Kemampuan memanfaatkan data sudah menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Dalam kelas ini, tiga pembicara yakni Fanbul (Irfan Prabowo) selaku CEO Infipop Chrysanti Tarigan, Head of Corporate Communication Candara Asri Group selaku praktisi humas, dan Banadhi Kurnia Dewi seorang Professional MC & Content Creator, menghadirkan perspektif berbeda soal peran data dalam komunikasi modern.
Mulai dari dunia korporasi hingga dunia kreator, data berperan sebagai kompas untuk membaca perilaku audiens, memilih kanal yang tepat, hingga menjaga kredibilitas brand di tengah cepatnya perubahan opini publik.
Dengan kata lain, data bukan tentang angka semata, tapi tentang memahami manusia dan kebiasaan mereka. Tingginya jumlah peserta dari berbagai profesi juga menunjukkan bahwa keterampilan berbasis data bukan lagi “opsional” bagi humas muda. Mereka datang untuk belajar bagaimana data bisa membantu membuat keputusan yang lebih terarah, terukur, dan relevan.
Salah satu peserta, Adel, mengaku kelas ini membuka kembali kesadaran bahwa riset bukan pelengkap. “Data itu fondasi. Harapannya lebih banyak kelas seperti ini agar humas makin relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Tema When PR Meets Data dipilih karena mencerminkan tuntutan industri saat ini. Di era digital, humas tak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi. Data membantu mengidentifikasi tren publik, membaca potensi risiko, hingga mengukur efektivitas komunikasi secara objektif.
Data-driven PR menjadi relevan karena dengan strategi berbasis data, pesan dapat dirancang lebih akurat, personal, dan terukur. “Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi humas muda untuk menghadapi lanskap komunikasi masa kini yang semakin analitis dan kompetitif,” ujar Inisiator KHM, Reylando Eka Putra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Di tengah perubahan itu, praktisi humas dituntut memiliki kemampuan baru yakni membaca, mengolah, dan menerjemahkan data menjadi strategi komunikasi yang lebih relevan.
Baca juga: Multi Channel Network, Model Kemitraan Baru untuk Dukung Pertumbuhan Kreator
Ketua Tim Penyusunan Kebijakan Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi Andi Muslim mengatakan bahwa data kini menjadi kunci untuk membangun komunikasi publik yang inklusif dan berdampak.
“Kecakapan mengolah data itu bukan lagi kemampuan tambahan, tapi keharusan. Di lapangan, data sangat membantu kita membaca sentimen publik dan merancang langkah yang lebih tepat,” ujarnya dalam acara Kelas Humas Muda (KHM) Vol. 4: When PR Meets Data, baru-baru ini.
Sementara itu, Sekjen Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS) Mayrianti Annisa Anwar menyebutkan bahwa PR kini sudah bergerak ke arah evidence-based communication. Artinya, setiap pesan, strategi, dan keputusan perlu didukung data yang relevan.
“Public Relation saat ini bukan hanya soal membangun relasi tetapi juga harus berbasis bukti atau data. Kemampuan memanfaatkan data sudah menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Dalam kelas ini, tiga pembicara yakni Fanbul (Irfan Prabowo) selaku CEO Infipop Chrysanti Tarigan, Head of Corporate Communication Candara Asri Group selaku praktisi humas, dan Banadhi Kurnia Dewi seorang Professional MC & Content Creator, menghadirkan perspektif berbeda soal peran data dalam komunikasi modern.
Mulai dari dunia korporasi hingga dunia kreator, data berperan sebagai kompas untuk membaca perilaku audiens, memilih kanal yang tepat, hingga menjaga kredibilitas brand di tengah cepatnya perubahan opini publik.
Dengan kata lain, data bukan tentang angka semata, tapi tentang memahami manusia dan kebiasaan mereka. Tingginya jumlah peserta dari berbagai profesi juga menunjukkan bahwa keterampilan berbasis data bukan lagi “opsional” bagi humas muda. Mereka datang untuk belajar bagaimana data bisa membantu membuat keputusan yang lebih terarah, terukur, dan relevan.
Salah satu peserta, Adel, mengaku kelas ini membuka kembali kesadaran bahwa riset bukan pelengkap. “Data itu fondasi. Harapannya lebih banyak kelas seperti ini agar humas makin relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Tema When PR Meets Data dipilih karena mencerminkan tuntutan industri saat ini. Di era digital, humas tak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi. Data membantu mengidentifikasi tren publik, membaca potensi risiko, hingga mengukur efektivitas komunikasi secara objektif.
Data-driven PR menjadi relevan karena dengan strategi berbasis data, pesan dapat dirancang lebih akurat, personal, dan terukur. “Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi humas muda untuk menghadapi lanskap komunikasi masa kini yang semakin analitis dan kompetitif,” ujar Inisiator KHM, Reylando Eka Putra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.