Tembus Pasar Ekspor, NanasQu Tunjukkan Kualitas Nanas Purbalingga di SMEXPO 2025
28 November 2025 |
13:29 WIB
NanasQu, brand olahan nanas asal Purbalingga yang telah berdiri sejak 2016, menjadi salah satu UMKM yang mencuri perhatian pengunjung dalam gelaran Pertamina Small and Medium Enterprises Exhibition (SMEXPO) 2025. Mengusung produk nanas madu pemalang dengan rasa manis alami, NanasQu kini tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mulai menembus pasar internasional.
NanasQu lahir dari kepedulian terhadap hasil panen melimpah yang sering kali terbuang percuma. Alih-alih dibiarkan membusuk, buah-buah nanas dari para petani diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti nanas kaleng dan nanas mandi. Filosofi nama “NanasQu” berasal dari semangat kebersamaan bersama para petani. “Kenapa dinamain NanasQu? Karena nanasnya bareng-bareng dikumpulin dari para petani. Jadi artinya nanas kita,” jelas sang owner, Ngudiono.
Baca juga: Kerajinan Denim Daur Ulang Jagat Craft Jogja Bawa Identitas Budaya ke SMEXPO 2025
Dalam pengelolaannya, NanasQu memberdayakan sekitar 30 hingga 50 kelompok tani di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Jenis nanas yang digunakan adalah nanas madu pemalang, salah satu jenis nanas paling manis di Indonesia. Keunggulan inilah yang membuat produk NanasQu memiliki cita rasa alami tanpa pemanis tambahan. “Rasanya lebih manis dan tingkat keasamannya rendah, jadi kalau dimakan langsung pun tetap enak,” ujar Ngudiono.
Perjalanan NanasQu tidak selalu mudah. Sebelum mendapatkan dukungan dari Pertamina, proses produksi masih dilakukan secara maklon di pabrik lain karena keterbatasan alat produksi. Namun keadaan berubah sejak menjadi mitra binaan Pertamina. “Peran Pertamina besar banget ya, kita dapat support pendanaan berupa mesin produksi. Jadi sekarang kita bisa produksi lebih cepat dan lebih efektif,” ungkap Ngudiono. Selain bantuan peralatan, Pertamina juga memberikan mentoring berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga strategi pemasaran.
Kini pemasaran NanasQu dilakukan melalui dua jalur: pameran dan digital. Brand ini telah mengikuti pameran seperti Trade Expo International untuk pasar global, serta SMEXPO 2025 sebagai bagian dari penetrasi pasar lokal. NanasQu juga mulai aktif di berbagai platform digital seperti TikTok, Shopee, dan Instagram. Meski penjualan digital masih berkembang, target omzet bulanan telah ditetapkan, yaitu minimal Rp100 juta per bulan.
Tidak hanya di dalam negeri, produk NanasQu juga mulai menginjak pasar internasional. Sebelumnya, mereka sudah berhasil melakukan ekspor ke Dubai, dan dari sana produk didistribusikan ke beberapa negara lain. Selain itu, NanasQu telah mengirim sampel dalam skala kecil ke Belanda, Korea, dan Jepang. Harapan ke depan adalah memperluas distribusi dan membuat produk nanas olahan menjadi produk konsumsi harian, bukan sekadar oleh-oleh khas Jawa Tengah. “Kami ingin menunjukkan bahwa olahan nanas dari Jawa Tengah bisa jadi produk harian dan punya potensi ekspor,” tambah Ngudiono.
Dari gudang distribusi di Bekasi hingga toko offline di Purbalingga, NanasQu terus memperkuat jangkauan pasarnya. Fokus utama mereka kini adalah menjaga kualitas produk sekaligus membangun citra brand yang kuat untuk generasi muda, terutama kelas menengah dan menengah ke atas.
NanasQu merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
Baca juga: Batik Mierto (Poenja) Tampilkan Wastra Premium Bernuansa Kekinian di SMEXPO 2025
NanasQu lahir dari kepedulian terhadap hasil panen melimpah yang sering kali terbuang percuma. Alih-alih dibiarkan membusuk, buah-buah nanas dari para petani diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti nanas kaleng dan nanas mandi. Filosofi nama “NanasQu” berasal dari semangat kebersamaan bersama para petani. “Kenapa dinamain NanasQu? Karena nanasnya bareng-bareng dikumpulin dari para petani. Jadi artinya nanas kita,” jelas sang owner, Ngudiono.
Baca juga: Kerajinan Denim Daur Ulang Jagat Craft Jogja Bawa Identitas Budaya ke SMEXPO 2025
Dalam pengelolaannya, NanasQu memberdayakan sekitar 30 hingga 50 kelompok tani di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Jenis nanas yang digunakan adalah nanas madu pemalang, salah satu jenis nanas paling manis di Indonesia. Keunggulan inilah yang membuat produk NanasQu memiliki cita rasa alami tanpa pemanis tambahan. “Rasanya lebih manis dan tingkat keasamannya rendah, jadi kalau dimakan langsung pun tetap enak,” ujar Ngudiono.
Perjalanan NanasQu tidak selalu mudah. Sebelum mendapatkan dukungan dari Pertamina, proses produksi masih dilakukan secara maklon di pabrik lain karena keterbatasan alat produksi. Namun keadaan berubah sejak menjadi mitra binaan Pertamina. “Peran Pertamina besar banget ya, kita dapat support pendanaan berupa mesin produksi. Jadi sekarang kita bisa produksi lebih cepat dan lebih efektif,” ungkap Ngudiono. Selain bantuan peralatan, Pertamina juga memberikan mentoring berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga strategi pemasaran.
Kini pemasaran NanasQu dilakukan melalui dua jalur: pameran dan digital. Brand ini telah mengikuti pameran seperti Trade Expo International untuk pasar global, serta SMEXPO 2025 sebagai bagian dari penetrasi pasar lokal. NanasQu juga mulai aktif di berbagai platform digital seperti TikTok, Shopee, dan Instagram. Meski penjualan digital masih berkembang, target omzet bulanan telah ditetapkan, yaitu minimal Rp100 juta per bulan.
Tidak hanya di dalam negeri, produk NanasQu juga mulai menginjak pasar internasional. Sebelumnya, mereka sudah berhasil melakukan ekspor ke Dubai, dan dari sana produk didistribusikan ke beberapa negara lain. Selain itu, NanasQu telah mengirim sampel dalam skala kecil ke Belanda, Korea, dan Jepang. Harapan ke depan adalah memperluas distribusi dan membuat produk nanas olahan menjadi produk konsumsi harian, bukan sekadar oleh-oleh khas Jawa Tengah. “Kami ingin menunjukkan bahwa olahan nanas dari Jawa Tengah bisa jadi produk harian dan punya potensi ekspor,” tambah Ngudiono.
Dari gudang distribusi di Bekasi hingga toko offline di Purbalingga, NanasQu terus memperkuat jangkauan pasarnya. Fokus utama mereka kini adalah menjaga kualitas produk sekaligus membangun citra brand yang kuat untuk generasi muda, terutama kelas menengah dan menengah ke atas.
NanasQu merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
Baca juga: Batik Mierto (Poenja) Tampilkan Wastra Premium Bernuansa Kekinian di SMEXPO 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.