6 Drama Korea dengan Nuansa Retro: dari Walkman ke Telepon Putar
20 November 2025 |
15:42 WIB
Gelombang nostalgia kembali terasa kuat dalam dunia drama Korea. Banyak penonton mencari tontonan yang tidak hanya menyajikan cerita menarik tetapi juga membawa mereka kembali ke suasana masa lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, drama bernuansa retro semakin digemari karena mampu membangkitkan kenangan, menghadirkan visual klasik, dan memberi ruang bagi kisah cinta serta persahabatan yang lebih sederhana.
Nuansa itu berbeda dari drama modern yang biasanya penuh teknologi dan dinamika serba cepat, sehingga pilihan drama retro terasa seperti ruang bernapas yang lembut di tengah rutinitas harian.
Bagi penonton Indonesia, drama yang menampilkan latar masa lalu ini juga memberi pengalaman yang relatable. Suasana vintage, perlengkapan sederhana, hingga mode era delapan puluhan dan sembilan puluhan membuat pengalaman menonton terasa hangat.
Baca juga: Drama Baru Ji Sung, Judge Lee Han Young Pamer Chemistry di Sesi Script Reading
Melansir dari Soompi, ada enam drama Korea yang dipilih karena berhasil menghadirkan suasana retro dengan sangat kuat. Keenam judul ini tidak hanya populer secara cerita tetapi juga dinilai mampu membawa penonton masuk ke atmosfer masa lalu yang emosional dan autentik.
Berikut daftar enam drama yang menghadirkan suasana retro tersebut.
1. Typhoon Family
Drama ini mengangkat latar krisis keuangan Asia tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh. Melansir dari Soompi, cerita berfokus pada Kang Tae Poong yang harus menghadapi beban keluarga setelah ayahnya meninggal. Suasana era sembilan puluhan terasa lewat gaya visual, properti, serta dinamika keluarga yang penuh tekanan. Drama ini memperlihatkan bagaimana generasi muda mengatasi tanggung jawab besar di masa yang tidak pasti.
2. A Hundred Memories
Berlatar tahun 80-an, drama ini mengikuti kehidupan Go Young Rye yang bekerja sebagai kondektur bus dan sahabatnya Seo Jong Hee yang bercita cita menjadi Miss Korea. Menurut Soompi, drama ini menampilkan detail era tersebut lewat kostum, kendaraan, serta gaya hidup yang menghadirkan kesan hangat dan penuh kenangan. Ceritanya membahas mimpi, cinta, dan persahabatan dalam keseharian yang sederhana.
3. Twinkling Watermelon
Drama time slip ini mengikuti Ha Eun Gyeol, siswa model yang tiba tiba terlempar ke tahun sembilan puluh lima dan bertemu ayahnya saat muda. Melansir dari Soompi, drama ini menghadirkan suasana klasik melalui musik band, Walkman, hingga budaya remaja era sembilan puluhan. Ceritanya memberikan perspektif emosional tentang hubungan orang tua dan anak yang dirangkai dengan cara unik.
4. Youth of May
Latar utama drama ini adalah peristiwa bersejarah Pemberontakan Gwangju tahun seribu sembilan ratus delapan puluh. Menurut Soompi, drama ini menggabungkan romansa lembut antara Hwang Hee Tae dan Kim Myung Hee dengan situasi sosial yang penuh gejolak. Estetika era delapan puluhan, mulai dari busana hingga nuansa kota, membuat cerita terasa lebih menyayat hati.
5. When Life Gives You Tangerines
Berlatar di Jeju, drama ini menampilkan perjalanan hidup Ae Sun dan Gwan Sik yang tumbuh bersama. Melansir dari Soompi, unsur retro terlihat dari penggunaan telepon rumah, surat tulisan tangan, hingga kebiasaan hidup yang jauh lebih sederhana dari masa kini. Drama ini membawa penonton menikmati hangatnya kehidupan desa yang penuh kepolosan.
6. Aema
Drama ini mengajak penonton masuk ke dunia industri film Korea era delapan puluhan di kawasan Chungmuro. Menurut Soompi, cerita berfokus pada dua aktris, Hee Ran dan Ju Ae, yang harus menghadapi persaingan dunia perfilman yang glamor tetapi penuh tekanan. Nuansa retro hadir lewat desain set dan gaya hidup para pekerja film pada masa itu.
Drama drama ini memperlihatkan bahwa nostalgia bukan sekadar tren, tetapi ruang bagi penonton untuk mengenang masa lalu dan memahami perubahan zaman. Dengan cerita yang kuat dan visual yang autentik, keenam judul ini menjadi pilihan sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan kembali suasana era analog yang hangat dan penuh perasaan.
Nuansa itu berbeda dari drama modern yang biasanya penuh teknologi dan dinamika serba cepat, sehingga pilihan drama retro terasa seperti ruang bernapas yang lembut di tengah rutinitas harian.
Bagi penonton Indonesia, drama yang menampilkan latar masa lalu ini juga memberi pengalaman yang relatable. Suasana vintage, perlengkapan sederhana, hingga mode era delapan puluhan dan sembilan puluhan membuat pengalaman menonton terasa hangat.
Baca juga: Drama Baru Ji Sung, Judge Lee Han Young Pamer Chemistry di Sesi Script Reading
Melansir dari Soompi, ada enam drama Korea yang dipilih karena berhasil menghadirkan suasana retro dengan sangat kuat. Keenam judul ini tidak hanya populer secara cerita tetapi juga dinilai mampu membawa penonton masuk ke atmosfer masa lalu yang emosional dan autentik.
Berikut daftar enam drama yang menghadirkan suasana retro tersebut.
1. Typhoon Family
Drama ini mengangkat latar krisis keuangan Asia tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh. Melansir dari Soompi, cerita berfokus pada Kang Tae Poong yang harus menghadapi beban keluarga setelah ayahnya meninggal. Suasana era sembilan puluhan terasa lewat gaya visual, properti, serta dinamika keluarga yang penuh tekanan. Drama ini memperlihatkan bagaimana generasi muda mengatasi tanggung jawab besar di masa yang tidak pasti.
2. A Hundred Memories
Berlatar tahun 80-an, drama ini mengikuti kehidupan Go Young Rye yang bekerja sebagai kondektur bus dan sahabatnya Seo Jong Hee yang bercita cita menjadi Miss Korea. Menurut Soompi, drama ini menampilkan detail era tersebut lewat kostum, kendaraan, serta gaya hidup yang menghadirkan kesan hangat dan penuh kenangan. Ceritanya membahas mimpi, cinta, dan persahabatan dalam keseharian yang sederhana.
3. Twinkling Watermelon
Drama time slip ini mengikuti Ha Eun Gyeol, siswa model yang tiba tiba terlempar ke tahun sembilan puluh lima dan bertemu ayahnya saat muda. Melansir dari Soompi, drama ini menghadirkan suasana klasik melalui musik band, Walkman, hingga budaya remaja era sembilan puluhan. Ceritanya memberikan perspektif emosional tentang hubungan orang tua dan anak yang dirangkai dengan cara unik.
4. Youth of May
Latar utama drama ini adalah peristiwa bersejarah Pemberontakan Gwangju tahun seribu sembilan ratus delapan puluh. Menurut Soompi, drama ini menggabungkan romansa lembut antara Hwang Hee Tae dan Kim Myung Hee dengan situasi sosial yang penuh gejolak. Estetika era delapan puluhan, mulai dari busana hingga nuansa kota, membuat cerita terasa lebih menyayat hati.
5. When Life Gives You Tangerines
Berlatar di Jeju, drama ini menampilkan perjalanan hidup Ae Sun dan Gwan Sik yang tumbuh bersama. Melansir dari Soompi, unsur retro terlihat dari penggunaan telepon rumah, surat tulisan tangan, hingga kebiasaan hidup yang jauh lebih sederhana dari masa kini. Drama ini membawa penonton menikmati hangatnya kehidupan desa yang penuh kepolosan.
6. Aema
Drama ini mengajak penonton masuk ke dunia industri film Korea era delapan puluhan di kawasan Chungmuro. Menurut Soompi, cerita berfokus pada dua aktris, Hee Ran dan Ju Ae, yang harus menghadapi persaingan dunia perfilman yang glamor tetapi penuh tekanan. Nuansa retro hadir lewat desain set dan gaya hidup para pekerja film pada masa itu.
Drama drama ini memperlihatkan bahwa nostalgia bukan sekadar tren, tetapi ruang bagi penonton untuk mengenang masa lalu dan memahami perubahan zaman. Dengan cerita yang kuat dan visual yang autentik, keenam judul ini menjadi pilihan sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan kembali suasana era analog yang hangat dan penuh perasaan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.