Ilustrasi Film dan Bioskop (Sumber Foto: Freepik)

Marcella Zalianty Soroti Minimnya Bioskop di Tengah Ledakan Produksi Film Indonesia

20 November 2025   |   15:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Marcella Zalianty, aktris sekaligus Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), bicara tentang situasi perfilman Indonesia. Meskipun industri perfilman nasional menunjukkan pertumbuhan yang pesat dari sisi jumlah produksi, ketersediaan layar untuk menayangkannya masih sangat terbatas.

Sekarang ini, menurutnya, produksi film Indonesia sudah mencapai sekitar 200-300 judul per tahun, tapi jumlah layarnya belum sebanding. Badan Perfilman Indonesia (BPI) sendiri, mencatat bahwa saat ini hanya tersedia 2.375 layar di 496 bioskop di 37 provinsi di Indonesia. "Rasio antara jumlah penonton dengan jumlah layar belum sebanding, kita kekurangan bioskop,” ujarnya, saat ditemui Hypeabis.id.

Baca juga: Marcella Zalianty Ingin Film Lebih Masif Menyampaikan Pesan Kebudayaan

Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara lain yang justru memiliki infrastruktur bioskop sederhana, namun didukung oleh antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap film-film lokal. Sementara di Indonesia, meskipun fasilitas bioskop terus berkembang, minat menonton belum sepenuhnya sesuai harapan.

Oleh karena itu, dia berharap pembangunan bioskop bisa lebih merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih luas.

Salah satu inisiatif yang pernah dilakukanya adalah menghadirkan Bioskop Rakyat Indonesia alias Indiskop yang didirikan pada 2019.

Program ini merupakan hasil kerja sama Perumda Pasar Jaya dan PARFI 56 dengan tujuan menyediakan akses hiburan film terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, terutama untuk menonton film-film Indonesia.

“Saya merasa kehadiran bioskop rakyat, bioskop alternatif, atau bioskop dengan konsep berbeda itu penting sekali, film-film Indonesia perlu lebih banyak layar untuk ditayangkan,” tuturnya.

Adapun sebagai pelaku industri seni perfilman, Marcella Zalianty mengungkapkan saat ini dia tengah mempersiapkan sejumlah proyek kreatif.

Dalam waktu dekat ini dia bakal menggelar pentas bertajuk Monoplay Melati Pertiwi pada 25 November 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

"Karya ini mengajak kita menyelami perjalanan perempuan-perempuan Nusantara yang pernah mengguncang sejarah," katanya saat ditemui di ajang Women in SDGs Action Award 2025 yang digelar Bisnis Indonesia Group, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan tengah menyiapkan dua proyek film baru yang ambisius dan berpotensi menembus pasar internasional.

Film pertama akan bertemakan perang yang bersifat maskulinitas, sementara film lainnya mengangkat sisi feminitas atau pemberdayaan perempuan (women empowerment). Meski begitu, dia belum membocorkan lebih lanjut mana dari kedua proyek tersebut yang akan lebih dulu terealisasi.

"Kita sudah memperoleh izin dari ahli waris cerita yang akan diangkat, dan saat ini tengah mematangkan persiapan produksi," katanya.

Marcella mengakui bahwa proyek film yang sedang digarapnya tidak mudah. Proses produksi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit agar karya ini punya daya tarik lebih besar dan bisa menjangkau penonton internasional.

"Kalau kita hanya membuat film untuk pasar lokal, mungkin jauh lebih mudah. Tapi untuk membuat film dengan skala produksi besar dan daya jangkau internasional, tentu tantangannya lebih kompleks,” ujarnya.
 

SEBELUMNYA

Tom Cruise Raih Gelar Kehormatan di Governors Awards

BERIKUTNYA

7 Cara Berperan Aktif Mencegah Aksi Bullying Menurut Psikolog

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga