Gubernur DKI Jakarta Parmono Anung didampingi Cahaya Manthovani, Ketua Panitia Suara Nusantara dan Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Kuatkan Ruang Literasi di Ibu Kota

18 November 2025   |   16:07 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya memperkuat ruang literasi di Ibu Kota, mulai dari sekolah, RPTRA, hingga taman kota sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berakar pada budaya bangsa.

Baginya, literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga melestarikan tradisi bercerita yang menjadi identitas asli masyarakat Indonesia. “DNA bangsa Indonesia adalah storytelling, bukan hanya membaca,” ujar Pramono saat menghadiri Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” 2025 di Jakarta.

Baca juga: Eksplorasi Baru Seniman Fadriah Syuaib dalam Karya Storytelling di ICAD 2023

Menurutnya, di tengah arus modernisasi, mendongeng dapat menjadi jembatan untuk menanamkan nilai kebaikan serta memperkuat ikatan budaya pada anak-anak masa kini.

Pramono mengatakan, tradisi mendongeng mengandung kekuatan yang tidak tergantikan oleh teknologi. Melalui kisah-kisah rakyat, anak-anak belajar memaknai keberanian, kejujuran, kerja sama, hingga makna keberagaman di Nusantara.

“Jika anak tidak mengenal cerita rakyatnya, dia akan kehilangan sebagian dari jati dirinya,” tegasnya. Dongeng juga terbukti meningkatkan kreativitas, kemampuan berbahasa, dan imajinasi anak.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono secara terbuka menyatakan kesiapan Balai Kota DKI Jakarta menjadi rumah bagi kegiatan literasi dan budaya, termasuk festival mendongeng di tahun-tahun mendatang.

Selain itu, dia juga menawarkan kolaborasi besar untuk  membukukan cerita rakyat dari Sabang sampai Merauke bersama anak-anak Jakarta. “Kalau perlu, kita bukukan bersama cerita rakyat dari seluruh provinsi. Ini akan sangat berguna untuk anak-anak kita,” ujar Pramono.

Bagi Pramono, memperkuat ruang literasi menjadi investasi jangka panjang. Dengan menghidupkan kembali tradisi mendongeng, Jakarta bukan hanya menjadi kota yang modern, tetapi juga kota yang merawat identitas dan kebijaksanaan lokal. “Menghidupkan dongeng berarti menghidupkan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Ketua Pembina Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Maya Miranda Ambarsari, menegaskan bahwa mendongeng adalah ruang penting untuk membentuk generasi berkarakter. “Literasi budaya adalah fondasi generasi yang percaya diri dan berkarakter. Melihat antusiasme peserta, kami optimistis bahwa warisan leluhur ini akan terus hidup dan relevan,” ucapnya.

Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” 2025, merupakan perhelatan akbar lomba mendongeng yang bertujuan menyalakan kembali gema kisah-kisah leluhur di telinga generasi muda.

Acara puncak festival ini diselenggarakan pada 15 hingga 16 November 2025 di Gedung A, Lt.3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat. Tercatat 223 peserta yang mendaftar terdiri dari siswa dan guru. Setelah melalui proses kurasi dan seleksi ketat, akhirnya terpilih 131 yang lolos mengikuti Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” 2025.

“Suara Nusantara hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat tersebut. Lewat acara mendongeng, anak-anak diajak menyelami kisah-kisah bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta pada warisan budaya yang berharga,” ujar Cahaya Manthovani, Ketua Panitia Suara Nusantara.



 

SEBELUMNYA

Bangkitkan Tradisi Mendongeng di Era Digital Lewat Festival “Suara Nusantara”

BERIKUTNYA

Green Tea atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Sehat?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga