Rosalía Hadir dengan Album Lux, Menyatukan 13 Bahasa Berbeda
11 November 2025 |
09:29 WIB
Rosalía, musisi asal Spanyol yang kerap mengaburkan batas antar-genre, kembali menarik perhatian lewat rilisan terbarunya. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak betah berada dalam satu kotak saja, memadukan tradisi flamenco dengan pop, elektronik, hingga reggaeton, dan menjadikannya bagian dari identitasnya sendiri.
Melalui album keempatnya yang bertajuk Lux, yang resmi dirilis pada 7 November 2025, Rosalía seolah membuka babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Rilisan ini sudah lebih dulu ramai dibicarakan, baik oleh penggemar lama maupun pendengar yang penasaran dengan arah musiknya kali ini.
Album Lux menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang Rosalía. Melansir The New York Times, Ia memulai kariernya dengan Los Ángeles, album yang penuh emosi dan kepekaan, lalu beralih ke El Mal Querer, karya besar yang membuatnya dikenal sebagai simbol kebebasan kreatif dalam musik pop modern.
Setelah itu, Motomami hadir dengan energi eksperimental yang memadukan unsur industrial dan sensualitas. Kini, melalui Lux, Rosalía menghadirkan karya yang lebih berani, cerah, dan sarat makna spiritual.
Lux bukan sekadar album musik biasa. Karya ini merupakan eksplorasi mendalam tentang tiga hal yang sangat personal bagi Rosalía seperti keilahian feminin, iman, dan cinta. Ketiga tema tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan setiap lagu dalam album ini.
Menariknya, Rosalía tidak hanya menggunakan bahasa Spanyol seperti biasanya, melainkan juga bernyanyi dalam tiga belas bahasa berbeda. Beberapa di antaranya adalah Katalan, Inggris, Latin, Sisilia, Ukraina, Arab, Jepang, Portugis, Italia, hingga Jerman.
Langkah ini menunjukkan rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap keragaman bahasa dan budaya dunia. Demi menghasilkan lirik yang otentik, Rosalía bahkan mempelajari cara pengucapan dan penulisan yang benar selama lebih dari dua tahun.
Secara musikal, Lux menghadirkan suasana yang lebih cerah dan eksperimental dibandingkan karya sebelumnya. Rosalía memadukan unsur elektronik dengan ritme tradisional yang khas, menciptakan kombinasi suara yang terasa segar, mistis, dan emosional.
Beberapa lagu terdengar lembut dan menyerupai doa, sementara lagu lainnya memiliki hentakan ritmis yang kuat dan menggoda. Perpaduan ini menunjukkan upaya Rosalía dalam menyatukan dua sisi dirinya seperti spiritualitas dan sensualitas.
Salah satu lagu yang menonjol adalah “Berghain”, yang sudah dirilis lebih dulu sebagai lagu utama. Dalam lagu ini, Rosalía bernyanyi dalam bahasa Jerman, Spanyol, dan Inggris, dengan lirik penuh makna seperti “Seine Angst ist meine Angst, Seine Wut ist meine Wut, Seine Liebe ist meine Liebe, Sein Blut ist mein Blut,” yang berarti “Ketakutannya adalah ketakutanku, kemarahannya adalah kemarahanku, cintanya adalah cintaku, darahnya adalah darahku.”
Lagu lain yang menarik perhatian adalah “Mio Cristo Piange Diamanti”, yang menggunakan bahasa Italia, serta “Memória” dalam bahasa Portugis. Tak kalah unik, lagu “Porcelana” juga menampilkan lirik dalam bahasa Jepang, menambah kekayaan bahasa dalam album ini.
Melalui Lux, Rosalía kembali membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menembus batas apa pun. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk ikut merasakan perjalanan emosional dan spiritual yang ia ciptakan.
Album ini menjadi simbol dari keberanian, kebebasan, dan keindahan dalam berekspresi. Bagi para penggemar maupun pendengar baru, Lux adalah undangan untuk masuk ke dunia Rosalía yang penuh cahaya, makna, dan evolusi tanpa henti.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melalui album keempatnya yang bertajuk Lux, yang resmi dirilis pada 7 November 2025, Rosalía seolah membuka babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Rilisan ini sudah lebih dulu ramai dibicarakan, baik oleh penggemar lama maupun pendengar yang penasaran dengan arah musiknya kali ini.
Album Lux menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang Rosalía. Melansir The New York Times, Ia memulai kariernya dengan Los Ángeles, album yang penuh emosi dan kepekaan, lalu beralih ke El Mal Querer, karya besar yang membuatnya dikenal sebagai simbol kebebasan kreatif dalam musik pop modern.
Setelah itu, Motomami hadir dengan energi eksperimental yang memadukan unsur industrial dan sensualitas. Kini, melalui Lux, Rosalía menghadirkan karya yang lebih berani, cerah, dan sarat makna spiritual.
Lux bukan sekadar album musik biasa. Karya ini merupakan eksplorasi mendalam tentang tiga hal yang sangat personal bagi Rosalía seperti keilahian feminin, iman, dan cinta. Ketiga tema tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan setiap lagu dalam album ini.
Menariknya, Rosalía tidak hanya menggunakan bahasa Spanyol seperti biasanya, melainkan juga bernyanyi dalam tiga belas bahasa berbeda. Beberapa di antaranya adalah Katalan, Inggris, Latin, Sisilia, Ukraina, Arab, Jepang, Portugis, Italia, hingga Jerman.
Langkah ini menunjukkan rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap keragaman bahasa dan budaya dunia. Demi menghasilkan lirik yang otentik, Rosalía bahkan mempelajari cara pengucapan dan penulisan yang benar selama lebih dari dua tahun.
Secara musikal, Lux menghadirkan suasana yang lebih cerah dan eksperimental dibandingkan karya sebelumnya. Rosalía memadukan unsur elektronik dengan ritme tradisional yang khas, menciptakan kombinasi suara yang terasa segar, mistis, dan emosional.
Beberapa lagu terdengar lembut dan menyerupai doa, sementara lagu lainnya memiliki hentakan ritmis yang kuat dan menggoda. Perpaduan ini menunjukkan upaya Rosalía dalam menyatukan dua sisi dirinya seperti spiritualitas dan sensualitas.
Salah satu lagu yang menonjol adalah “Berghain”, yang sudah dirilis lebih dulu sebagai lagu utama. Dalam lagu ini, Rosalía bernyanyi dalam bahasa Jerman, Spanyol, dan Inggris, dengan lirik penuh makna seperti “Seine Angst ist meine Angst, Seine Wut ist meine Wut, Seine Liebe ist meine Liebe, Sein Blut ist mein Blut,” yang berarti “Ketakutannya adalah ketakutanku, kemarahannya adalah kemarahanku, cintanya adalah cintaku, darahnya adalah darahku.”
Lagu lain yang menarik perhatian adalah “Mio Cristo Piange Diamanti”, yang menggunakan bahasa Italia, serta “Memória” dalam bahasa Portugis. Tak kalah unik, lagu “Porcelana” juga menampilkan lirik dalam bahasa Jepang, menambah kekayaan bahasa dalam album ini.
Melalui Lux, Rosalía kembali membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menembus batas apa pun. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk ikut merasakan perjalanan emosional dan spiritual yang ia ciptakan.
Album ini menjadi simbol dari keberanian, kebebasan, dan keindahan dalam berekspresi. Bagi para penggemar maupun pendengar baru, Lux adalah undangan untuk masuk ke dunia Rosalía yang penuh cahaya, makna, dan evolusi tanpa henti.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.