Zohran Mamdani terpilih sebagai wali kota Muslim pertama di New York City, Rabu (5/11/2025). (Sumber foto : X/ZohranKMamdani)

Profil Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York

05 November 2025   |   15:08 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Zohran Mamdani menjadi sosok yang mencuri perhatian dunia setelah resmi terpilih sebagai wali kota Muslim pertama di New York City. Pria berusia 34 tahun ini dikenal luas sebagai politisi sosialis demokrat yang vokal memperjuangkan keadilan sosial, kesetaraan ekonomi, dan hak-hak minoritas.

Kemenangannya bukan hanya bersejarah bagi New York, tetapi juga menjadi simbol kemajuan bagi masyarakat multikultural Amerika. Dalam momen kemenangan bersejarahnya, Zohran tampak menundukkan kepala dengan tangan di dada, mengenakan jas sederhana, dan tersenyum hangat.

Baca juga: Profil Sanae Takaichi yang Resmi Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

Gaya khasnya yang rendah hati, tapi penuh keyakinan menjadi gambaran perjalanan panjang Mam yang berhasil menembus panggung politik tertinggi di salah satu kota paling berpengaruh di dunia.

Mamdani bukanlah sosok baru di dunia aktivisme sosial. Ia dikenal sebagai panutan kaum progresif di Amerika Serikat berkat kampanye digitalnya yang cerdas, kehadirannya yang kuat di media sosial, serta gerakan akar rumput yang menginspirasi ribuan anak muda, warga kulit berwarna, dan komunitas imigran.

Ia berhasil membangun koneksi personal dengan masyarakat, mengajak mereka untuk percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri.
 


Profil dan Latar Belakang

Zohran Kwame Mamdani lahir di keluarga India pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Sebelum pindah ke New York City bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun, ia dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kesetaraan. Ayahnya, Mahmood Mamdani, merupakan pembuat film ternama sekaligus profesor di Universitas Columbia. Sedangkan ibunya, Mira Nair, dikenal sebagai sineas aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Saat bersekolah di Bronx High School of Science, Mamdani ikut mendirikan tim kriket pertama di sekolah tersebut yang merupakan tanda awal semangat kepemimpinannya. Pada 2014, ia meraih gelar sarjana studi Afrika dari Bowdoin College, di mana ia juga mendirikan cabang pertama organisasi Students for Justice in Palestine, yang berfokus pada solidaritas dan kemanusiaan. Empat tahun kemudian, pada 2018, ia resmi menjadi warga negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi.


Perjalanan Karier dan Kiprah Politik

Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani bekerja sebagai konselor pencegahan penyitaan rumah dan organisator komunitas. Dari pekerjaan itulah ia banyak belajar tentang tantangan yang dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah di New York mulai dari masalah perumahan, kesehatan, hingga diskriminasi sosial.

Pada November 2020, Mamdani mencetak sejarah dengan terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York, mewakili distrik ke-36. Ia menjadi pria Asia Selatan pertama, orang Uganda pertama, dan salah satu dari tiga Muslim yang berhasil menduduki posisi tersebut. Dalam jabatannya, ia dikenal konsisten memperjuangkan akses perumahan terjangkau, perlindungan hak pekerja, serta penghapusan ketimpangan rasial dan ekonomi.

Kehidupan pribadinya juga menarik perhatian publik. Pada 2021, ia bertemu dengan Rama Duwaji, seorang seniman dan ilustrator berdarah Suriah-Amerika, melalui aplikasi kencan. Hubungan mereka berkembang hingga akhirnya menikah dalam sebuah upacara sederhana di balai kota pada awal 2025.

Pemilih New York membuat sejarah dalam Pilkada 2025 dengan memilih Zohran Mamdani, 34 tahun, sebagai wali kota baru. Langkah ini dianggap sebagai penolakan kuat terhadap tren politik Amerika yang belakangan bergerak ke arah konservatif.

The Associated Press mengumumkan kemenangan Mamdani hanya sekitar 30 menit setelah TPS ditutup. Dalam pemilihan 4 November 2025, Mamdani berhasil menggagalkan upaya comeback politik mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo. Ia juga berkesempatan menerapkan prinsip-prinsip sosialisme demokratis di kota terbesar AS, di tengah arah kebijakan federal yang justru berlawanan.

Mamdani sebelumnya mengejutkan banyak pihak saat memenangkan nominasi Demokrat pada Juni lalu. Padahal, Cuomo semula diprediksi unggul di hampir semua jajak pendapat. Dalam survei Emerson College pada Februari, dukungan untuk Mamdani hanya berada di angka 1%—posisi terakhir dari sembilan kandidat.

Namun lewat kampanye akar rumput dan gagasan progresif yang kuat, Mamdani berhasil membalik keadaan dan memenangkan pemilihan pendahuluan dengan selisih 13 poin dari Cuomo.

Kini, sebagai wali kota New York, Zohran Mamdani membawa harapan baru bagi kota yang dikenal dengan keberagaman dan semangat inklusivitasnya. Dari anak imigran hingga pemimpin kota besar, kisah hidupnya menjadi bukti bahwa kerja keras, empati, dan idealisme bisa membuka jalan menuju perubahan nyata.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Mengenal 5 Wajah Baru Pemberitaan di Era Digital Lewat Fenomena Newsfluencer

BERIKUTNYA

Klasemen Terbaru & Peluang Timnas Indonesia Lolos Fase Grup di Piala Dunia U-17

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga