SIALInterFoof (sumber : Krista Exhibitions)

Geliat Industri MICE Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM Nasional

04 November 2025   |   09:41 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) terus menunjukkan geliat positif dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat lesu akibat pandemi, sektor ini kini menjadi salah satu sektor paling dinamis yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sepanjang 2025, Kementerian Pariwisata mencatat lebih dari 10,8 juta pengunjung menghadiri berbagai event nasional melibatkan 95.000 pekerja, serta 14.800 UMKM dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp11,82 triliun.

Baca juga: Hypereport: Potensi MICE dalam Event Olahraga, Menggali Peluang Ekonomi Lewat Sport Tourism 

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mengatakan sektor MICE berperan penting sebagai wadah promosi lintas industri mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga makanan dan minuman.

Menurutnya, geliat industri MICE kian terlihat dari tingginya tingkat okupansi venue pameran nasional. Tidak hanya sekedar MICE, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya baik dalam bentuk olahraga, budaya, bahkan acara kuliner.

"Kalau kita totalkan event dari seluruh Indonesia itu mungkin ada 3.500 sampai 4.000 event yang terjadwal sepanjang 2025 dan jika dikapitalisasi itu bisa sampai Rp150 triliun hingga Rp200 triliun," ujarnya di sela konferensi pers pameran SIAL InterFood 2025, Senin (3/11/2025).

Dia pun berharap kegiatan MICE dan berbagai event lainnya akan terus bertumbuh pada tahun-tahun mendatang. Karena itulah, Kemenpar terus mendukung penyelenggaraan event yang memberikan dampak nyata baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan.

Salah satunya SIAL InterFood, pameran makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara yang akan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 12–15 November 2025. Menurutnya, kuliner menjadi salah satu kekuatan besar dalam pariwisata Indonesia. Sebab, hampir setiap wisatawan yang berlibur ingin mencicipi kuliner khas daerah yang dikunjunginya.

“Kami mengapresiasi penyelenggara seperti Krista Exhibitions yang melibatkan hingga 100 UMKM dalam pameran. Ini bentuk tetesan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya

Memasuki edisi ke-26, pameran SIAL InterFoof menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari 26 negara serta 100 UMKM unggulan Indonesia yang siap ekspor. Kegiatan ini menargetkan lebih dari 90 ribu pengunjung, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok industri makanan dan minuman global.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim menyebut, penyelenggaraan SIAL InterFood menjadi bukti nyata kontribusi industri MICE terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif.

“Kami berkomitmen menjadikan pameran ini sebagai platform global yang tak hanya menampilkan produk unggulan, tapi juga membangun konektivitas bisnis dan transfer pengetahuan antar pelaku industri,” ujarnya.

Tahun ini, pameran juga menghadirkan tiga ajang besar lainnya yakni Seafood Show Asia Expo, INAShop Expo, dan All Indonesia CoolTech Expo, yang menyatukan berbagai inovasi mulai dari bahan baku, teknologi rantai dingin, hingga solusi bisnis ritel.

Sebagai pameran tahunan yang terus berkembang, pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase inovasi produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi antara produsen, distributor, eksportir, importir, supplier, horeca,  ajang ini diharapkan juga dapat mendorong efisiensi produksi, memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di kancah global.

SIAL InterFood 2025 mendapat dukungan penuh dari Kemenparekraf, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi industri seperti GAPMMI, APRINDO, ACP, APJI, dan Dewan Kopi Indonesia.

Pameran ini juga menjadi ruang edukasi dan peningkatan kapasitas, lewat kegiatan seperti La Cuisine Cooking Competition yang diikuti hampir 1.000 chef, Indonesia Coffee Art Battle (ICAB), serta pelatihan keamanan pangan siap saji oleh APJI untuk penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai bagian dari rangkaian acara, SIAL InterFood juga menggelar Innovation & Awarding Night yang menampilkan Long Cake Collaboration kolaborasi antar chef sebagai simbol kreativitas dan sinergi industri kuliner.

“Kami ingin SIAL InterFood menjadi ruang inspirasi dan kebanggaan nasional, tempat bertemunya inovasi, kreativitas, dan peluang bisnis,” tutur Daud D. Salim.

Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan melalui https://register.kristaonline.com/visitor/sialinterfood. Tiket masuk dikenakan biaya sebesar Rp200.000 untuk akses selama empat hari penyelenggaraan pameran.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Makna Lagu Bittersweet dari Madison Beer, Tentang Akhir & Awal Baru

BERIKUTNYA

Redmi Pad 2 Pro Dibanderol Mulai Rp4 Jutaan, Bawa Layar Besar & Baterai Jumbo

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga